Jumat, September 25, 2026
Google search engine

Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng Menu MBG

Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Tengah meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng. Buah tersebut merupakan bagian dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disantap korban di sekolah.

Peristiwa itu terjadi di SDN 03 Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 07.40 WIB. Korban diketahui berinisial RAP (9), siswa kelas 3.

Kasatreskrim Polres Lampung Tengah, AKP M Prenanta Al Ghazali mengatakan korban mengalami kejadian tersebut ketika berada di ruang kelas. Saat menyantap kelengkeng, korban disebut sedang bermain dan berlari-larian.

Berita Lainnya  Tak Mampu Bayar Transaksi Open BO, Pedagang Mi Ayam di Bekasi Cekik Wanita Hamil hingga Tewas

“Jadi sewaktu korban makan buah kelengkeng yang merupakan menu MBG di ruang kelas 3, korban sambil bermain lari-larian kemudian tersedak,” kata Prenanta.

Korban kemudian keluar kelas bersama temannya, Davin, sambil memegang bagian leher. RAP meminta bantuan kepada penjaga sekolah, Ahmad Surahman.

Ahmad berupaya menolong korban dengan menepuk punggungnya. Namun, upaya tersebut belum membuat kondisi RAP membaik.

Pihak sekolah kemudian membawa korban ke ruang kepala sekolah. Guru dan pihak sekolah turut memberikan pertolongan sebelum korban dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.

Polisi menyebut korban sempat memuntahkan sebagian makanan yang dikonsumsinya. Namun, kelengkeng yang diduga menyumbat saluran pernapasan korban tidak berhasil keluar.

Berita Lainnya  Prabowo : "Saya Bisa Diundang di Acara Tidak Terlalu Besar, Kalau Perlu Tidak Ada Wartawan"

“Korban sempat memuntahkan sisa makanan, namun buah kelengkeng yang tertelan tidak keluar,” ujar Prenanta.

RAP kemudian dibawa ke Puskesmas Poncowarno. Dari sana, korban dirujuk ke RS Kartini karena membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Setibanya di ruang UGD, petugas medis melakukan pemeriksaan terhadap korban. RAP kemudian dinyatakan meninggal dunia.

“Sesampainya di ruang UGD dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dan korban dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Prenanta.

Polisi telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi terkait kejadian tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban tersedak hingga meninggal dunia.

Berita Lainnya  Bawa 243 Orang, Kapal Feri Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Perairan Laut Jawa

Keluarga korban, kata Prenanta, menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Sehingga, korban langsung diserahkan ke keluarga untuk dilakukan pemakaman,” pungkasnya.***

Sumber : Detikcom

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan