Senin, Agustus 10, 2026
spot_img

Ghozali Center Apresiasi Kebijakan Bupati Aep Soal LKS Gratis, Tapi…?

KARAWANG – Ghozali Center Research & Consulting memberikan apresiasi terhadap kebijakan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, yang meluncurkan program buku LKS gratis bagi siswa SD dan SMP.

GC menyampaikan beberapa fikiran terkait langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Bupati Karawang yang menggratiskan modul belajar bagi siswa SD dan SMP tersebut.

Direktur Ghozali Center, Lili Gozali, S.Pd.I., mengatakan masyarakat Karawang sekaligus subyek dan obyek pembangunan patut berbahagia, karena kebijakan Bupati Karawang yang menggratiskan LKS ini merupakan kabar gembira yang tidak sekedar pemenuhan janji politik saat pilkada. Melainkan patut dimaknai sebagai keberpihakan terhadap kepentingan rakyat banyak.

Berita Lainnya  Puncak Hari Anak Nasional, Bupati Karawang Launching Modul Belajar Gratis untuk SD dan SMP

Jika pun ada pihak guru atau sekolah yang merasa dirugikan oleh kebijakan tersebut, maka Bupati tidak perlu terlaly serius menanggapinya.

“Abaikan saja, respon pro kontra soal kebijakan adalah hal biasa, yang penting landasannya adalah regulasi dan kepentingan rakyat. Selama tidak ada pelanggaran, GC berharap Bupati dan Disdik tetap teguh pada keputusan, jangan tolah-toleh,” tuturnya, Senin (10/8/2026).

Disampaikannya, bicara pendidikan berarti bicara tentang kebutuhan segenap rakyat, tidak hanya sisi penyelenggara pendidikan, tetapi juga amanat konstitusi yang mewajibkan negara memberikan pendidikan layak bagi warganya.

Berita Lainnya  Mahasiswa KKN UBP Desa Pasirtalaga Presentasikan Capaian Program Kerja pada Visitasi dan Loka Karya

Namun ada sisi lain yang tetap harus dikritisi untuk pembenahan ke depannya. Yaitu dimana polemik bisnis LKS selalu muncul hampir setiap tahun. Padahal LKS hanya sekedar perangkat ajar tambahan, bukan alat utama.

“GC berharap untuk ke depan, kebijakan Bupati mesti diterbitkan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan PPDB. Sehingga modus-modus bisnis yang dilakukan oleh penerbit, toko buku ataupun oknum guru bisa ditutup dari awal,” katanya.

“Hal lainnya yang perlu dicarikan solusi adalah penanganan terhadap orang tua siswa yang sudah terlanjur beli LKS karena arahan dari sekolah. Semoga Bupati dan Disdik memiliki skema sesuai harapan orang tua siswa,” timpal Lili.

Berita Lainnya  Kolaborasi dengan DLHK dan Aparat Desa, Mahasiswa KKN UBP Karawang Bersih-bersih Sampah di TPS Liar

Terakhir, GC juga berharap publik merespon langkah Bupati dengan bijak dan utuh. Yaitu dengan cara memberikan dukungan terhadap langkah-langkah baik.

“Hindari berpolemik diluar esensi, semisal kenapa menggratiskan modul ajar, bukan LKS. Padahal jelas-jelas modul ajar itu substitusi dari LKS. Jadi secara otomatis menutup praktik bisnis LKS. Jika ditemukan pelanggaran atas intruksi Bupati tersebut, rakyat harus berani melaporkannya,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

‘Drag Race Maut’, 6 Penonton Meninggal, 11 Lainnya Luka-luka

SULAWESI - Sebanyak enam orang meninggal dunia dan 11 korban lainnya mengalami luka berat dan luka ringan, dalam insiden 'Drag Race Maut' pada ajang...

Gegara Program LKS Gratis, Bupati Aep ‘Dimusuhin’ Anak Buahnya Sendiri

KARAWANG - Lantaran program buku LKS gratis bagi siswa SD dan SMP, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh mengaku sampai dimusuhin beberapa orang, khususnya beberapa...

Singgung Pembagian ‘Fee’ Saat Live di Medsos, Dedi Mulyadi Minta ASN di Bandung Barat Diberi Sanksi Tegas

BANDUNG - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus PPPK di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berinisial IYV memicu kontroversi setelah melakukan siaran langsung (live) di...

MUI Haramkan Pria Memakai Pakaian Wanita Saat Karnaval Agustusan

JAKARTA - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,...

Diduga Korban Perampokan, Ibu dan Anak Tewas Tragis dalam Kondisi Terikat

LANDAK - Warga digegerkan oleh penemuan jasad seorang ibu dan anak balitanya di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan