JAKARTA – Seorang nenek bernama Hartati (61) datang ke Polsek Cakung melaporkan bahwa dirinya diikat lakban dan dirampok saat hendak melaksanakan salat. Pelaku adalah tetangga korban sendiri yang bernama Marhum.
“Pelaku bernama Marhum, tetangga korban sudah kami amankan,” kata Kapolsek Cakung, Kompol Andre Try Putra, dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).
Perampokan tersebut terjadi pada Minggu (2/8) di siang bolong. Sekitar pukul 12.00 WIB siang itu Hartati sedang bersiap melaksanakan salat dzuhur.
“Korban kemudian mendengar ada yang masuk ke rumah dan sempat memanggil karena mengira yang datang anak korban,” imbuhnya.
Namun ternyata, yang masuk adalah tetangganya sendiri yang bernama Marhum. Marhum kemudian mengancam korban agar tidak berteriak dengan todongan senjata jenis golok.
“Selanjutnya pelaku melakban mulut, kedua tangan, dan kaki korban,” imbuhnya.
Setelah itu pelaku melucuti perhiasan milik korban. Setelah berhasil mengambil harta benda korban, pelaku melarikan diri.
Usai pelaku melarikan diri, nenek Hartati berusaha melepaskan ikatan lakban. Setelah berhasil melepaskan ikatan lakban, Hartati kemudian melapor ke Ketua RT dan ke Polsek Cakung.
Unit Reskrim Polsek Cakung dipimpin Piket Pengendali Iptu Sukoco kemudian datang melakukan olah TKP. Tak butuh waktu lama, polisi menangkap pelaku yang tinggal tak jauh dari rumah korban.
“Sesampainya di rumah pelaku, pelaku berhasil diamankan dan barang bukti hasil kejahatan selanjutnya dibawa ke Polsek Cakung,” tuturnya.
Dalam peristiwa tersebut, nenek Hartati kehilangan uang Rp 600 ribu, sepasang anting seberat 1 gram dan ponsel merek Samsung A7.***
Sumber : Detikcom










