Selasa, Juli 14, 2026
spot_img

Sakit Hati karena Sering Di-bully, Siswa ini Ledakan Bom Rakitan di Lingkungan Sekolah

PADANG – Diduga menyimpan dendam karena sering mendapatkan perundungan atau bullying dari temannya, R (17) siswa MAN 3 Padang – Sumatera Barat, meledakan bom rakitan di lingkungan sekolahnya.

Diketahui, peristiwa ledakan bom rakitan yang disimpan dalam laci meja di salah satu ruang kelas bagian luar sekolah ini terjadi pada Selasa (14/7/2026), sekitar pukul 10.15 WIB.

Kapolresta Padang, Kombes Pol. Apri Wibowo mengatakan, siswa R diduga mempelajari cara membuat bom rakitan dari YouTobe.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, siswa berinisial R, yang duduk di kelas XII itu diduga nekat melakukan aksinya karena menyimpan dendam akibat menjadi korban perundungan atau bullying.

Hasil pemeriksaan mengarah pada dugaan bahwa aksi tersebut dipicu oleh rasa sakit hati yang telah lama dipendam pelaku.

Yaitu dimana bom rakitan itu diduga sengaja dibuat untuk melukai teman yang selama ini diduga melakukan perundungan terhadap dirinya.

Berita Lainnya  Kejari Purwakarta Musnahkan Barbuk Hasil Kejahatan, dari Rokok Ilegal hingga Narkotika

“Bom rakitan itu diduga sengaja diledakkan untuk mencelakai temannya yang sering membully dirinya,” ungkap Apri, dilansir dari Kumparan.

R mengaku telah mengalami perundungan sejak duduk di bangku kelas IX.

“Alhamdulillah, setelah kami lakukan pengecekan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata Apri.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan rencana aksi pelaku. Di dalam tas milik R ditemukan sebuah ketapel, kelereng, serta bahan yang diduga merupakan bom rakitan.

Polisi menyebut satu bom rakitan telah meledak, sementara satu lainnya masih ditemukan dalam kondisi utuh dan kini diamankan sebagai barang bukti.

Sementara, pihak sekolah MAN 3 Padang mengungkapkan siswa berinisial R, terduga peledak bom rakitan, dikenal sebagai pribadi yang pendiam.

Belakangan muncul informasi bahwa R diduga menjadi korban perundungan hingga membuat dia nekat melakukan aksi peledakan bom rakitan itu.

Berita Lainnya  Heboh Anggota Karang Taruna Diculik dan Disiksa, Sehari Sebelum Demo di Perusahaan

Pihak sekolah menyatakan tidak pernah menerima laporan bullying langsung dari yang bersangkutan.

Kepala MAN 3 Padang, Marliza, mengatakan selama ini R tidak pernah menyampaikan kepada guru maupun pihak sekolah bahwa dirinya mengalami bullying.

“Dia tidak pernah melapor kalau dirinya kena bully,” ujar Marliza kepada awak media, Selasa (14/7)

Menurutnya, permasalahan yang selama ini menjadi perhatian sekolah justru berkaitan dengan tingkat kehadiran R yang rendah.

Berdasarkan laporan wali kelas, R tercatat cukup sering tidak masuk sekolah sehingga pihak sekolah sempat memanggil orang tuanya.

“Anak ini dari laporan wali kelas memang sering tidak masuk sekolah. Orang tuanya pernah dipanggil dan diminta bersama-sama melakukan perbaikan, terutama terhadap nilai semester dua yang belum tuntas,” katanya.

Marliza menjelaskan, sekolah selama ini telah menjalankan berbagai upaya pencegahan dan penanganan perundungan melalui kegiatan Bimbingan dan Konseling (BK).

Berita Lainnya  Kapolri Tegaskan Tak Ada Masalah Antara Polri dengan Kejaksaan

Namun, R tidak pernah menyampaikan keluhan atau pun laporan bahwa dirinya menjadi korban bullying.

“Program BK tetap berjalan. Namun anak ini tidak pernah melapor kepada kami bahwa dirinya pernah mengalami bullying,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebelum insiden yang terjadi pada hari ini, R tidak pernah tercatat melakukan pelanggaran disiplin maupun terlibat dalam kasus kenakalan lainnya di lingkungan sekolah.

“Kasus anak ini selama ini hanya terkait sering tidak masuk sekolah dan nilai yang belum tuntas. Sebelum kejadian hari ini, anak ini tidak pernah memiliki riwayat kenakalan atau kasus lainnya. Baru kali ini terjadi,” tuturnya.***

Sumber : Kumparan

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KPK Dalami Aliran Dana Rp100 juta ke Gus Miftah dalam Kasus Korupsi Proyek JGSS

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengusut Miftah Maulana Habiburrohman atau Gus Miftah yang diduga menerima Rp 100 juta dari proyek pembangunan jalur...

Polisi Tangkap Pelaku Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah – Jaksel

JAKARTA - Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait ancaman teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku pria berinisial MY...

2 Saksi Ahli Nilai Penangkapan Ade Kunang Tidak Penuhi Karakteristik OTT

BANDUNG - Dua saksi ahli dihadirkan tim penasihat hukum Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang dan ayahnya, HM Kunang alias Abah Kunang, di persidangan...

Diduga Terlibat Kasus Asusila, Maskar Desak Bupati Karawang Copot Kadishub Muhana

KARAWANG - Beberapa orang yang mengatasnamakan gerakan Masyarakat Karawang (Maskar), melakukan aksi demonstrasi dan orasi di depan kantor Bupati Karawang, Senin (13/7/2026). Beberapa orang ini...

Pihak Sekolah Terima Pesan Ancaman Bom, MPLS di SDN Srengseng Sawah – Jaksel Dibubarkan

JAKARTA - SDN Srengseng Sawah 15 Pagi di Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel) mendapatkan ancaman teror bom yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. Kegiatan Masa Pengenalan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan