Selasa, September 8, 2026
spot_img

Sakit Hati karena Sering Di-bully, Siswa ini Ledakan Bom Rakitan di Lingkungan Sekolah

PADANG – Diduga menyimpan dendam karena sering mendapatkan perundungan atau bullying dari temannya, R (17) siswa MAN 3 Padang – Sumatera Barat, meledakan bom rakitan di lingkungan sekolahnya.

Diketahui, peristiwa ledakan bom rakitan yang disimpan dalam laci meja di salah satu ruang kelas bagian luar sekolah ini terjadi pada Selasa (14/7/2026), sekitar pukul 10.15 WIB.

Kapolresta Padang, Kombes Pol. Apri Wibowo mengatakan, siswa R diduga mempelajari cara membuat bom rakitan dari YouTobe.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, siswa berinisial R, yang duduk di kelas XII itu diduga nekat melakukan aksinya karena menyimpan dendam akibat menjadi korban perundungan atau bullying.

Hasil pemeriksaan mengarah pada dugaan bahwa aksi tersebut dipicu oleh rasa sakit hati yang telah lama dipendam pelaku.

Yaitu dimana bom rakitan itu diduga sengaja dibuat untuk melukai teman yang selama ini diduga melakukan perundungan terhadap dirinya.

Berita Lainnya  Lagi, Giliran Siswa SMKN 1 Tapung Keracunan Menu MBG

“Bom rakitan itu diduga sengaja diledakkan untuk mencelakai temannya yang sering membully dirinya,” ungkap Apri, dilansir dari Kumparan.

R mengaku telah mengalami perundungan sejak duduk di bangku kelas IX.

“Alhamdulillah, setelah kami lakukan pengecekan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata Apri.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan rencana aksi pelaku. Di dalam tas milik R ditemukan sebuah ketapel, kelereng, serta bahan yang diduga merupakan bom rakitan.

Polisi menyebut satu bom rakitan telah meledak, sementara satu lainnya masih ditemukan dalam kondisi utuh dan kini diamankan sebagai barang bukti.

Sementara, pihak sekolah MAN 3 Padang mengungkapkan siswa berinisial R, terduga peledak bom rakitan, dikenal sebagai pribadi yang pendiam.

Belakangan muncul informasi bahwa R diduga menjadi korban perundungan hingga membuat dia nekat melakukan aksi peledakan bom rakitan itu.

Berita Lainnya  Sempat Ricuh, Massa Aksi Lempari Anggota Satpol PP dengan Botol Air Mineral

Pihak sekolah menyatakan tidak pernah menerima laporan bullying langsung dari yang bersangkutan.

Kepala MAN 3 Padang, Marliza, mengatakan selama ini R tidak pernah menyampaikan kepada guru maupun pihak sekolah bahwa dirinya mengalami bullying.

“Dia tidak pernah melapor kalau dirinya kena bully,” ujar Marliza kepada awak media, Selasa (14/7)

Menurutnya, permasalahan yang selama ini menjadi perhatian sekolah justru berkaitan dengan tingkat kehadiran R yang rendah.

Berdasarkan laporan wali kelas, R tercatat cukup sering tidak masuk sekolah sehingga pihak sekolah sempat memanggil orang tuanya.

“Anak ini dari laporan wali kelas memang sering tidak masuk sekolah. Orang tuanya pernah dipanggil dan diminta bersama-sama melakukan perbaikan, terutama terhadap nilai semester dua yang belum tuntas,” katanya.

Marliza menjelaskan, sekolah selama ini telah menjalankan berbagai upaya pencegahan dan penanganan perundungan melalui kegiatan Bimbingan dan Konseling (BK).

Berita Lainnya  Jabatan Dinonaktifkan Bupati, Kadishub Gowa Ngamuk Bubarkan Apel ASN

Namun, R tidak pernah menyampaikan keluhan atau pun laporan bahwa dirinya menjadi korban bullying.

“Program BK tetap berjalan. Namun anak ini tidak pernah melapor kepada kami bahwa dirinya pernah mengalami bullying,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebelum insiden yang terjadi pada hari ini, R tidak pernah tercatat melakukan pelanggaran disiplin maupun terlibat dalam kasus kenakalan lainnya di lingkungan sekolah.

“Kasus anak ini selama ini hanya terkait sering tidak masuk sekolah dan nilai yang belum tuntas. Sebelum kejadian hari ini, anak ini tidak pernah memiliki riwayat kenakalan atau kasus lainnya. Baru kali ini terjadi,” tuturnya.***

Sumber : Kumparan

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Kesurupan, Petugas Kebersihan Bandara Soekarno-Hatta Menangis, Tertawa hingga Lompat-lompat Seperti Pocong

TANGGERANG - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang petugas kebersihan (cleaning service) wanita yang diduga mengalami kesurupan dan bertingkah histeris di Terminal...

Apes! Salah Sasaran Malah Palak Mantan Ajudan Dedi Mulyadi, Preman ini Berakhir Diciduk Polisi

PURWAKARTA - Aksi seorang pria yang diduga melakukan pemalakan di sebuah minimarket di Purwakarta, Jawa Barat, berakhir setelah diamankan anggota polisi lalu lintas. Pelaku disebut...

Ketua DPRD Kota Malang Sepakat Hentikan dan Evaluasi Total Program MBG

MALANG - Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menyatakan kesepakatan untuk menindaklanjuti tuntutan mahasiswa dari Aliansi Malang Bergerak/Amarah Brawijaya guna menghentikan atau mengevaluasi...

Aksi Pengejaran Mobil CR-V Pelaku Tabrak Lari Berlangsung Dramatis, Warga Temukan Plastik Diduga Narkotika

BANJAR - Aksi kejar-kejaran dramatis terjadi di jalanan dari Banjarmasin hingga Kabupaten Banjar pada Minggu petang, 6 September 2026, melibatkan mobil Honda CR-V hitam...

Siswi Berprestasi di Karo yang Keracunan MBG Alami Gangguan Ingatan hingga 70 Persen

KARO - Febiola Br Purba, siswi berprestasi korban dugaan keracuban program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, dilaporkan mengalami gangguan ingatan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan