KARAWANG – Beberapa orang yang mengatasnamakan gerakan Masyarakat Karawang (Maskar), melakukan aksi demonstrasi dan orasi di depan kantor Bupati Karawang, Senin (13/7/2026).
Beberapa orang ini menuntut agar Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh melakukan sikap tegas untuk mencopot jabatan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Karawang, Muhana, yang diduga terlibat kasus asusila.
Mereka menilai jika sampai saat ini Bupati Aep belum menyatakan sikap tegasnya terhadap dugaan kasus asusila yang dinilai akan mencoreng martabat ASN dan pejabat Pemkab Karawang tersebut.
“Diduga banyak pejabat korup dan tidak bermoral yang melakukan pelecehan terhadap perempuan di Karawang ini,” teriak Deden Sopian, salah seorang orator aksi.
Atas persoalan ini, massa aksi juga meminta agar semua pejabat di Karawang, baik legislatif maupun eksekutif untuk dilakukan tes urine yang hasilnya diumumkan ke publik.
Karena massa aksi menilai jika persoalan amoral pejabat selalu berujung kepada persoalan tindak pidana korupsi.
“Sekali lagi ini adalah persoalan moral dan etika yang ujung-ujungnya melakukan tindakan korupsi,” kata Deden.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Karawang, Muhana, melalui kuasa hukumnya, Asep Agustian, S.H., M.H., telah membantah atas dugaan perbuatan asusila menghamili anak orang lain yang dituduhkan terhadap kliennya
Kali ini, Muhana tidak banyak angkat bicara karena alasan sudah menyerahkan sepenuhnya polemik fitnah yang menimpanya kepada Kuasa Hukumnya, Asep Agustian, SH., MH.
Dalam pernyataanya, Asep Agustian (Askun) menantang agar pihak tertentu yang telah melemparkan isu fitnah terhadap kliennya untuk membuat laporan resmi ke pihak kepolisian, untuk membuktikan tuduhannya.
“Saya tegaskan, apabila memang ada pihak yang merasa dirugikan atau memiliki bukti atas tuduhan yang beredar, silakan menempuh jalur hukum. Kami siap menghadapi proses tersebut” tutur Askun, saat menggelar konferensi pers bersama Kadishub Muhana, di Cafe Zenith, di Jalan Kertabumi – Karawang, Jumat (19/6/2026).***










