JAKARTA – Kericuhan mewarnai jalannya diskusi publik yang digelar platform Total Politik di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (15/6/2026) malam.
Suasana forum yang awalnya kondusif mendadak mencekam setelah sejumlah mahasiswa merangsek naik ke atas panggung dan melayangkan teriakan provokatif kepada Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko yang memang jadi salah satu narasumber selain Nusron Wahid (Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional) dan Sudaryono (Wakil Menteri Pertanian)
Momen ketegangan tersebut terekam dalam sebuah video pendek yang sudah beredar di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan detik-detik saat situasi mulai tidak terkendali di tengah-tengah pemaparan materi.
Ketegangan bermula ketika Budiman Sudjatmiko tengah berbicara di hadapan audiens. Dalam potongan rekaman tersebut, Budiman tengah berbicara mengenai sikap politik Presiden Prabowo Subianto yang menghormati perbedaan termasuk pada lawan-lawan politik dan kebijakannya.
Aktivis tahun 1998 itu kemudian mengaku pernah menerima arahan agar Budiman Sudjatmiko tidak marah atau tersinggung karena dirinya kerap dihujat oleh Tiyo Ardiyanto, mantan Ketua BEM UGM 2025-2206. Prabowo menurut Budiman Sudjatmiko mengatakan jangan ada pihak yang mengganggu Tiyo meski sangat vokal terhadap pemerintah.
“Jangan ada menyentuh Tiyo, setersinggung apa pun jangan punya pikiran untuk membuat suatu manuver yang mencelakai dia,” ujar Budiman di atas podium.
Namun, belum sempat pernyataan tersebut dijabarkan lebih lanjut, situasi di dalam gedung GIK UGM langsung pecah.Secara tiba-tiba, puluhan mahasiswa UGM yang hadir di lokasi merangsek maju dan menaiki area panggung. Menggunakan alat pengeras suara, para mahasiswa ini langsung meneriakkan seruan penolakan secara bergelombang.
Salah satu sorotan tajam datang dari seorang mahasiswa berbaju biru. Dengan lantang, ia mengarahkan telunjuk dan suaranya langsung ke arah mantan aktivis PRD tersebut, menudingnya sebagai pencidera gerakan reformasi.
“Budiman Sudjatmiko adalah pengkhianat reformasi! Pengkhianat reformasi, semua pembicara yang ada di sini pergi! Pergi!” teriak mahasiswa berbaju biru tersebut secara konfrontatif.
Tudingan “pengkhianat reformasi” itu pun langsung bersahut-sahutan di dalam ruangan, memicu riuh dan kepanikan di antara peserta diskusi yang hadir.
Melihat situasi yang memanas, dua pembawa acara (host) dari Total Politik langsung mengambil alih mikrofon. Mereka berupaya keras menenangkan massa yang emosional dan meminta agar forum dikembalikan ke jalur dialog yang sehat.
Silakan, silakan ayo. Kita di sini berdiskusi. Ada yang mau dibicarakan,” tutur pembawa acara mencoba meredam suasana.
Sayangnya, upaya mediasi dan ajakan berdiskusi dari pihak panitia tersebut tidak membuahkan hasil. Suasana di lokasi sudah terlanjur tidak kondusif. Massa mahasiswa terus merapat ke panggung dan mendesak agar seluruh narasumber, yakni Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, segera angkat kaki dari lingkungan kampus UGM.
Akibat desakan dan eskalasi massa yang dinilai membahayakan keamanan, pihak panitia akhirnya memutuskan untuk membubarkan sisa rangkaian acara. Ketiga pejabat Kabinet Merah Putih tersebut langsung dievakuasi oleh tim pengamanan melalui jalur khusus untuk menghindari kepungan mahasiswa.
Menurut Sudaryono, dirinya bersama Nusron Wahid serta Budiman Sudjatmiko hadir ke kampus UGM dengan tujuan berdialog secara terbuka mengenai berbagai isu yang menjadi perhatian publik. “Kami datang ke UGM memang untuk berdiskusi. Acara ini sudah direncanakan sejak lama dan telah mendapat izin dari pihak kampus. Ini juga bukan kegiatan pertama semacam ini,” ujar Sudaryono dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com pada Selasa (16/6/2026).
Ia menegaskan sejak awal forum, seluruh narasumber membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk menyampaikan pertanyaan maupun kritik terhadap kebijakan pemerintah. “Ditanya apa saja tidak masalah, diadili seperti apa saja juga tidak masalah. Kami hadir untuk berdialog secara demokratis,” katanya.***
Artikel ini telah tayang di beritasatu.com : https://www.beritasatu.com/nasional/3002990/detik-detik-budiman-sudjatmiko-diteriaki-pengkhianat-reformasi-di-ugm










