JAKARTA – Juru bicara Meta Platforms Inc., Andy Stone bergerak cepat merilis pernyataan resmi di tengah bermasalahnya platform media sosial andalan mereka, Instagram.
Sadar akan kepanikan massal yang melanda jutaan pengguna internet pada Jumat (12/6/2026) pwaktu setempat, Stone memilih memanfaatkan platform kompetitor, X (dahulu Twitter), untuk memberikan kepastian. Langkah taktis ini diambil guna meredam simpang siur informasi mengenai penyebab tumbangnya server perusahaan.
Dalam unggahan resmi yang dibagikan ke akun pribadinya, Andy Stone secara terbuka mengakui adanya kendala teknis besar yang sedang melanda ekosistem digital milik perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg tersebut. Tanpa bertele-tele, ia menegaskan bahwa tim teknis Meta sudah diterjunkan penuh untuk mengidentifikasi sekaligus memperbaiki masalah.
“Kami tahu kalau orang-orang saat ini lagi kesulitan mengakses layanan kami. Kami lagi beresin masalah ini,” tulis Stone dalam pernyataan resminya yang langsung dikutip oleh berbagai media internasional.
Konfirmasi cepat dari Stone ini dinilai sangat krusial, mengingat grafik laporan eror pada situs pemantau independen Downdetector langsung meroket tajam dalam hitungan menit. Gangguan teknis berjamaah ini membuat netizen di berbagai belahan dunia terisolasi secara digital; mereka sama sekali tidak bisa memperbarui lini masa (feed) Instagram dan mengisi kolom komentar.
Berdasarkan data kronologi yang divalidasi setelah pernyataan Stone keluar, gangguan pada infrastruktur server Meta terindikasi mulai muncul ke permukaan sekitar pukul 09.30 pagi waktu bagian Timur (ET). Kondisi itu justru bertepatan dengan meningginya aksi demonstrasi yang terjadi di Indonesia. Tidak heran jika netizen mencurigai adanya upaya kesengajaan dari permasalahan di Instagram.
Klarifikasi dari Andy Stone ini sekaligus menjadi catatan penting di tengah tren performa keuangan Meta yang memang sedang berada dalam zona merah. Sepanjang tahun berjalan ini (year-to-date), nilai saham META tercatat sudah merosot hingga 14 persen, dan membengkak menjadi 18 persen dalam kurun waktu 12 bulan terakhir. Kondisi loyo ini terlihat kian kontras jika dibandingkan dengan indeks teknologi Invesco QQQ Trust (QQQ) yang justru melesat naik hingga 35 persen, meninggalkan Meta yang kini harus berjuang keras memulihkan stabilitas sistemnya demi menjaga kepercayaan publik.***
Sumber : beritasatu.com










