Sabtu, Oktober 24, 2026
Google search engine

Polda Jabar Bongkar Sidikat Penipuan Titik Proyek SPPG

BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) berhasil membongkar sindikat penipuan bermodus penjualan titik proyek Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menetapkan seorang pria bernama Oki Pradana sebagai otak utama di balik pusaran bisnis bodong yang merugikan para korban hingga miliaran rupiah.

Terbongkarnya jaringan ini berawal dari penelusuran penyidik terhadap dua Laporan Polisi (LP) yang saling berkaitan, yakni LP tertanggal 6 Januari 2026 dengan pelapor Anwar, serta LP tertanggal 20 Januari 2026 dengan pelapor Eko.

Meskipun diajukan oleh orang yang berbeda, hasil gelar perkara menunjukkan alur kejahatan yang bermuara pada komplotan yang sama.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan menjelaskan, bahwa dalam kasus ini terdapat empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka dengan pembagian peran yang terstruktur.

Berita Lainnya  Selebgram Berlliana Lovell Alami Pelecahan Saat Sedang Live TikTok

Oki Pradana bertindak sebagai arsitek utama yang menjanjikan pengurusan izin titik proyek sekaligus mencetak kartu identitas (ID card) palsu.

Ali Nugraha berperan sebagai bendahara penampung dan penyalur dana. Sementara Yon Ramdan bersama Anwar bertugas sebagai agen pencari mangsa di lapangan.

“Modus yang digunakan para tersangka adalah dengan meyakinkan korban bahwa mereka memiliki akses eksklusif dan hubungan kekerabatan dengan pejabat di Badan Gizi Nasional (BGN). Untuk memuluskan tipu dayanya, korban diperlihatkan riwayat chat komunikasi palsu. Namun setelah kami kroscek ke lembaga terkait, seluruh klaim tersebut dipastikan hoaks,” tutur Hendra, dilansir dari TribrataNews.

Berita Lainnya  Disaksikan Presiden Prabowo, Kejagung Serahkan Rp13,2 Triliun Hasil Penyelamatan Keuangan Negara

Komplotan ini mengomersialkan setiap titik pelayanan gizi tersebut dengan tarif yang bervariasi, mulai dari Rp50 juta hingga Rp140 juta per titik. Berdasarkan data penyidikan sementara, sindikat ini telah berhasil menjual sedikitnya 21 titik SPPG fiktif kepada masyarakat.

Aktivitas ilegal ini terdeteksi merambah sejumlah wilayah strategis, meliputi Kota Banjar, Tasikmalaya, Ciamis, hingga menyentuh kawasan Dayeuhluhur di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Total akumulasi kerugian yang dialami para korban dari transaksi yang sudah teridentifikasi saat ini mencapai kurang lebih Rp1,9 miliar. Angka ini masih berpotensi merangkak naik seiring proses penyidikan dan adanya posko pengaduan bagi korban lain yang kemungkinan belum melapor,” kata Kabid Humas

Berita Lainnya  Wapres Gibran : "Kalau Saya Gak Lulus SMA, Gak Mungkin Saya Bisa Kuliah"

Saat ini, sang otak kriminal Oki Pradana telah resmi dijebloskan ke sel tahanan Mapolda Jabar, sedangkan tiga tersangka lainnya masih menjalani pemeriksaan intensif lanjutan.

Polda Jabar menegaskan akan bertindak represif dan profesional untuk menyeret seluruh pihak yang terlibat ke pengadilan.

“Kami layangkan panggilan resmi kepada pihak-pihak terkait. Apabila para tersangka tidak kooperatif dan mangkir, maka langkah penjemputan paksa dan penegakan hukum yang lebih tegas akan segera kami lakukan,” pungkasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Anak Durhaka Aniaya Ibu Kandung Berakhir Diciduk Polisi, Menangis Saat Ditangkap di Kandang Ayam

PADANG - Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang telah menangkap seorang pemuda berinisial L (24 tahun) atau LN di kawasan Arai Pinang, Kecamatan Lubuk Begalung,...

Anggota TNI ini Meminta Maaf Sambil Menangis Setelah Pukul Kepsek Kiyai Kultural NU

LAMONGAN - Sebuah video memperlihatkan seorang Anggota TNI aktif/Babinsa Koramil Glagah, Serma Mamat Syaifudin (MS), sedang bersimpuh dan menangis sambil memeluk M. Munir Thowil...

Prabowo Tegur Seskab Teddy yang Minta Pidatonya Diakhiri : “Gue nih Presiden, Ted”

JAKARTA - Momen Presiden Prabowo Subianto menegur Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, terjadi dalam bentuk kelakar atau candaan saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional...

Prabowo Cari Dedi Mulyadi yang Tidak Hadir dalam Rakornas TPAKD

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mencari keberadaan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) karena tidak hadir langsung dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan...

Pakai Bahasa Jawa, Anggota Parlemen Malaysia Desak Prabowo Segera Tangani Karhutla

JAKARTA - Anggota parlemen Malaysia, Kalam Salan, menyampaikan pesan kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto dalam Bahasa Jawa. Dalam pesan tersebut, dia mendesak penanganan kebakaran hutan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan