Minggu, November 8, 2026
Google search engine

Up Date Kebakaran SPBE Cimuning, 2 Orang Meninggal dan 11 Korban Masih Perawatan

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mulai membahas mekanisme ganti rugi bagi warga terdampak ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Kecamatan Mustikajaya.

Pembahasan ini dilakukan di tengah masih adanya korban yang menjalani perawatan serta jatuhnya korban jiwa akibat insiden tersebut.

Berdasarkan data terbaru Dinas Kesehatan Kota Bekasi, sebanyak 11 dari total 22 korban luka bakar masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

“Sebanyak 11 orang masih menjalani perawatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sri Wijayanti Anggraini, Selasa (7/4/2026).

Berita Lainnya  Diduga Keracunan MBG, Ratusan Siswa TK hingga SD di Cirebon Dilarikan ke Rumah Sakit

Ia menyampaikan, dari total korban tersebut, dua orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara sembilan lainnya telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

“Betul dua orang meninggal dunia dan ada yang sudah kembali,” ujarnya.

Terpisah, Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan sebagian korban masih dirawat, sementara lainnya telah kembali ke rumah untuk menjalani pemulihan.

“Ada yang masih di rumah sakit dalam perawatan, kemudian ada yang sudah berobat jalan,” kata Maka.

Berita Lainnya  481 Siswa SMP di Dramaga - Bogor Alami Keracunan MBG

Di sisi lain, Pemerintah Kota Bekasi tengah menyiapkan langkah lanjutan untuk menangani dampak insiden tersebut, termasuk membahas tanggung jawab pihak pengelola SPBE terhadap warga terdampak.

Maka menyebut, pihaknya akan menggelar rapat bersama pengelola, pemilik usaha, serta pihak terkait lainnya pada Kamis, 9 April 2026.

“Kami akan rapat dengan mengundang pihak owner dari PT gas itu,” ujarnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa hingga saat ini skema ganti rugi bagi warga masih dalam tahap pembahasan dan belum diputuskan.

Berita Lainnya  Polisi Imbau Masyarakat Tidak Berspekulasi, GCI Desak Hasil Uji Forensik Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang Dibuka ke Publik

“Untuk ganti rugi belum tahu, nanti diputuskan dalam rapat ya. Kalau warga sih tetap minta ganti,” tuturnya.

Sejumlah warga terdampak sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan rumah hingga luka-luka akibat ledakan tersebut.

Pemerintah daerah pun berjanji akan mengawal pemenuhan hak-hak korban agar sesuai dengan kerugian yang dialami.***

Sumber : gobekasi.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bahlil Bantah Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal HP Presiden

MALUKU - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dengan tegas membantah tudingan yang menyebutkan dirinya terlibat...

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan