Senin, September 21, 2026
spot_img

Polemik Trans Beken, Sopir Angkot Minta Dirangkul

KOTA BEKASI – Di tengah protes sopir angkot terkait pengoperasian Trans Bekasi Keren (Trans Beken), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi membuka peluang pengembangan fasilitas dan penataan ulang trayek (re-routing) angkutan kota (angkot).

Kepala Dishub Kota Bekasi Zeno Bachtiar mengatakan, pengembangan angkot sangat memungkinkan dilakukan, baik melalui peremajaan armada maupun penataan ulang trayek.

“Tentu bisa dikembangkan. Bisa dalam bentuk dilakukannya peremajaan, kemudian dilakukannya re-routing,” ungkap Zeno saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (15/2/2026).

Ia menjelaskan, re-routing dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari memperpendek maupun memperpanjang trayek, serta menggabungkan hingga menghilangkan trayek tertentu.

Berita Lainnya  Publik Masih Penasaran Alasan Purbaya Dicopot dari Posisi Menkeu

Menurut Zeno, penataan ulang trayek dimungkinkan seiring pesatnya pembangunan Kota Bekasi yang memunculkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru.

“Jadi di beberapa titik Kota Bekasi ini terjadi geliat ekonomi yang besar, tentu terbuka kemungkinan untuk dilayani oleh angkutan kota,” katanya.

Buka Peluang Angkot Jadi Transportasi Pengumpan

Selain itu, Dishub Kota Bekasi juga membuka peluang penguatan peran angkot sebagai angkutan pengumpan (feeder) yang terintegrasi dengan moda transportasi massal.

“Sangat dimungkinkan angkutan kota ini sebagai feeder dan penguatan untuk melayani beberapa titik angkutan umum massal seperti LRT dan lainnya,” ujar Zeno.

Berita Lainnya  Praktisi Hukum Ancam Laporkan Kejari Karawang ke Jamwas dan Komjak RI

Dengan langkah tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi diharapkan dapat menata ulang sistem angkutan kota agar lebih terintegrasi dengan transportasi massal, sekaligus tetap relevan dalam melayani mobilitas masyarakat di kawasan penyangga Jakarta.

Sopir Angkot Minta Dirangkul

Di sisi lain, sopir angkot berharap Pemkot Bekasi merangkul pengusaha dan pengemudi dalam menghadirkan layanan transportasi umum yang layak di tengah perkembangan moda transportasi massal.

Eri (45), salah satu sopir angkot di Bekasi, mengatakan bahwa dukungan pemerintah dibutuhkan agar angkot tetap bertahan dan mampu beradaptasi.

“Kalau bisa kami ini para sopir angkot dirangkul. Dibuatkan subsidi untuk menghidupkan transportasi umum yang layak bagi masyarakat,” ujar Eri.

Berita Lainnya  Kejagung Pamerkan Tumpukan Duit Rp 1 Triliun Lebih Korupsi Pemanfaatan Kawasan Hutan Lampung

Menurut dia, angkot merupakan bagian dari warisan sistem transportasi perkotaan yang seharusnya dijaga dan dikembangkan.

“Harusnya dibudidayakan biar lebih kreatif. Dan saya sangat mendukung apabila pemkot mau meningkatkan itu,” ujarnya.

Ia menilai, dengan dukungan dan pembinaan dari pemerintah daerah, angkot masih memiliki potensi untuk menjadi moda transportasi yang lebih baik dan kompetitif.***

Sumber : Kompas.com
Foto : pojoksatu.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Awalnya Garang Sambil Bawa Parang, Ujung-ujungnya Minta Maaf

Kasus pembubaran ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang berakhir damai setelah pelaku pemuda bersenjata tajam menyampaikan permohonan maaf...

Ibu Guru ini Didatangi Pejabat Kampar, Setelah Viralkan Bangunan Sekolah Berdinding Triplek

Pada Rabu, 16 September 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi Kelas Jarak Jauh UPT SDN 007 Desa Sungai...

Kapal Ikan China Tabrak Kapal Kargo di Perairan Singapura, 8 Orang Dilaporkan Hilang

Kapal ikan berbendera China, Luqing Yuanyu 108, bertabrakan dengan kapal kargo berbendera Panama bernama First Margaux di perairan dekat Singapura pada Minggu, 20 September...

Heboh ‘Mata Air Keramat’ di Gunung Sindur, Warga Ambil Air hingga Berdoa

Warga di Kampung Kareo, Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, dihebohkan oleh Mata Air Keramat Kareo yang airnya mendadak berubah warna menjadi merah...

Stafsus Menang Turun Tangan Selesaikan Masalah Pembubaran Tempat Ibadah Jemaat GKPI di Tangerang

Ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, dibubarkan sekelompok warga pada Minggu (20/9/2026). Peristiwa tersebut...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan