Jumat, Februari 13, 2026
spot_img

Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan, Polisi Tahan Anggota DPRD Bekasi Nyumarno

BEKASI – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Bekasi memastikan menahan oknum anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno seusai diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan.

Selain Nyumarno, dua tersangka lainnya berinisial BA dan EB juga turut diperiksa dan langsung dilakukan penahanan.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Jerico Lavian Chandra mengatakan, pemeriksaan terhadap NY berlangsung intensif sejak Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di Ruang Resmob Polres Metro Bekasi.

Berita Lainnya  Jatuh Cinta sama Pria yang Ngaku-ngaku Stafsus KDM, Wanita di Subang Tertipu Puluhan Juta

“Pemeriksaan saudara NY saat ini sedang berjalan. Status yang bersangkutan sudah sebagai tersangka. Kita menunggu hasil pemeriksaan, nanti hasilnya akan kami sampaikan,” ujar Jerico.

Ia menegaskan, pasal yang disangkakan kepada para tersangka berkaitan dengan tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan terhadap korban.

“Yang disangkakan adalah masalah penganiayaan dan pengeroyokan terhadap korban,” katanya.

Terkait penahanan, Jerico memastikan langkah tersebut dilakukan setelah para tersangka diperiksa sebagai bagian dari proses hukum yang berlaku.

Berita Lainnya  Jual Tanah Negara ke Perusahaan, Kades di Subang dan 4 Anak Buahnya Ditetapkan Tersangka

“Kalau memang semua sudah selesai, pasti kita lakukan (penahanan), apalagi jika tidak kooperatif,” tegasnya.

Penyidik juga masih mendalami peran masing-masing tersangka, guna melengkapi berkas perkara sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Kepolisian tidak menutup kemungkinan hasil pemeriksaan akan disampaikan secara resmi kepada publik dalam waktu dekat. “Kemungkinan besok akan kita rilis,” tambah Jerico.

Polres Metro Bekasi menegaskan penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku, meski salah satu tersangka merupakan anggota DPRD Kabupaten Bekasi.***

Berita Lainnya  Dugaan Alih Fungsi Lahan, Bangunan di Lahan Pertanian Disidak Komisi III DPRD Subang

Sumber : BeritaSatu.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ketum Laskar NKRI Santuni Ratusan Yatim Piatu dan Jompo

KARAWANG - Dalam rangka menyambut kebahagiaan bulan suci ramadhan, tokoh masyarakat sekaligus tokoh pergerakan Kabupaten Karawang, H. ME. Suparno, menggelar kegiatan santunan anak yatim...

Warga Geger Penemuan Bayi Baru Lahir di Samping Tempat Sampah

KARAWANG - Warga Kampung Jatirasa, Kelurahan Karangpawitan, Kabupaten Karawang, digegerkan dengan penemuan sesosok bayi laki-laki di samping tempat pembuangan sampah pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 17.00...

Rekonstruksi Jalan Exit Tol Karawang Barat – Karawang Timur Dimulai Mei 2026

KARAWANG – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh menargetkan rekonstruksi menyeluruh ruas jalan Exit Tol (Interchange) Karawang Barat dan Karawang Timur dapat terealisasi pada Mei mendatang. Perbaikan...

Petani Pakisjaya – Karawang Dapat Layanan Cek Kesehatan Gratis

KARAWANG - Wakil Bupati Karawang, H.Maslani bersama Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Jawa Barat Dr. Detia Triyunandar SP., M.Si meninjau Cek Kesehatan gratis...

Prosesi Panen Padi ‘Mipit Nyi Pohaci’, Hidupkan Kembali Budaya Leluhur

PURWAKARTA - Pemerintah Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, kembali menggelar pentas seni tradisi Mipit Nyi Pohaci sebagai upaya menghidupkan kembali budaya...

Peristiwa

Warga Geger Penemuan Bayi Baru Lahir di Samping Tempat Sampah

KARAWANG - Warga Kampung Jatirasa, Kelurahan Karangpawitan, Kabupaten Karawang, digegerkan dengan penemuan sesosok bayi laki-laki di samping tempat pembuangan sampah pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 17.00...

CAPTURE

Berita Pilihan

Pemerintahan

spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Pendidikan

- Advertisement -spot_img

INDEKS

HUKUM

KONTROVERSI