KARAWANG – Kepengurusan DPW PKB Jawa Barat periode 2026–2031 baru saja dikukuhkan. Momentum ini bukan sekadar pergantian struktur organisasi. Melainkan sinyal kuat kesiapan politik menuju Pemilu 2029.
Ketua DPC PKB Karawang, Dr. H. Rahmat Hidayat Djati M.IP mengatakan, dari komposisi hingga kualitas personalia, PKB Jawa Barat hari ini tampil sebagai mesin politik yang lengkap, matang secara pengalaman, kokoh secara ideologis, serta berani menatap masa depan.
Di bawah kepemimpinan Syaiful Huda, Ketua DPW PKB Jawa Barat yang saat ini menjabat Wakil Ketua Komisi V DPR RI, arah perjuangan partai dipandu oleh figur dengan rekam jejak nasional, kapasitas legislasi yang teruji, serta jejaring kebijakan yang luas.
Kepemimpinan ini juga diperkuat oleh kehadiran empat anggota DPR RI aktif, yakni Syaiful Huda, Oleh Soleh, Sujatmiko, dan Rina Saadah. Komposisi ini menegaskan bahwa PKB Jawa Barat memiliki kekuatan strategis di pusat kekuasaan nasional.
“Tak hanya kuat di parlemen, PKB Jawa Barat juga ditopang oleh tujuh kepala daerah dan wakil kepala daerah aktif. Kehadiran para eksekutif daerah ini mencerminkan pengalaman nyata dalam tata kelola pemerintahan, sekaligus menjadi bukti bahwa kader-kader PKB mampu menjawab tantangan kepemimpinan di tingkat daerah,” tutur Rahmat Hidayat Djati, Selasa (10/2/2026).
“Pengalaman birokrasi, kemampuan eksekusi kebijakan, serta kedekatan dengan problem riil masyarakat menjadi modal penting menuju 2029,” timpal Kang Toleng (sapaan akrab).
Menurutnya, struktur kepengurusan juga diperkuat oleh seluruh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, memastikan kesinambungan garis politik dari pusat hingga daerah. Konsolidasi internal menjadi lebih solid, koordinasi kerja politik lebih efektif, dan langkah-langkah pemenangan dapat dijalankan secara terukur dan terencana.
Lebih dari itu, komposisi DPW PKB Jawa Barat juga ditopang oleh pengurus-pengurus yang kuat di basis dan daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Mereka adalah kader dengan talenta politik yang mumpuni, memiliki kedekatan langsung dengan konstituen, memahami peta sosial dan kultural wilayahnya, serta teruji loyalitas dan militansinya dalam kerja-kerja partai.
“Kekuatan akar rumput inilah yang menjadikan PKB Jawa Barat tidak hanya besar di struktur atas, tetapi juga solid dan hidup di tingkat bawah,” tegasnya.
Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat ini juga menegaskan, kekuatan PKB Jawa Barat tidak berhenti pada struktur formal dan jabatan publik. Partai ini juga berakar kuat pada kekuatan tradisional kiai dan pesantren—fondasi historis dan ideologis PKB sejak kelahirannya.
Hal ini tampak jelas dalam momen pengukuhan kepengurusan, dimana hampir seluruh Ketua PCNU se-Jawa Barat hadir. Kehadiran para pimpinan NU tersebut menjadi penegasan bahwa PKB Jawa Barat tetap berada dalam khidmat kepada ulama, pesantren, dan nilai-nilai ke-NU-an.
“Perpaduan antara kekuatan struktural modern, basis dapil yang solid, dan legitimasi kultural pesantren inilah yang menjadikan PKB Jawa Barat memiliki keunggulan kompetitif yang utuh,” ujar Kang Toleng.
Di satu sisi, PKB adaptif terhadap dinamika politik kontemporer. Di sisi lain, tetap berpijak pada otoritas moral kiai dan tradisi pesantren yang hidup di tengah masyarakat Jawa Barat.
Komposisi kepengurusan DPW PKB Jawa Barat juga merepresentasikan lintas generasi dan lintas profesi. Politisi senior berpadu dengan aktivis pergerakan, anak-anak muda dengan energi dan gagasan segar, teknokrat dengan pendekatan berbasis data, serta profesional dari berbagai latar belakang—mulai dari dokter, praktisi hukum, budayawan, hingga tokoh masyarakat.
“Ini menjadikan PKB Jawa Barat sebagai rumah besar aspirasi publik yang inklusif dan relevan dengan tantangan zaman,” tuturnya.
Dengan struktur yang solid, kepemimpinan berpengalaman, kader basis yang militan, dukungan kuat dari kiai dan pesantren, serta keterhubungan nyata dengan masyarakat akar rumput, PKB Jawa Barat benar-benar On The Way 2029.
“Bukan sekadar slogan, melainkan arah kerja politik yang nyata dan terencana.
PKB Jawa Barat Peduli Umat dan Melayani Rakyat; Gerakkan Tradisi, Jaga Kehormatan, dan Rebut Kemenangan,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Barat menempatkan generasi Z dan milenial sebagai tulang punggung kepengurusan baru, sekaligus mengusung konsep “politik jalan kaki” dalam menghadapi Pemilu 2029.
Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda mengatakan, kepengurusan saat ini tidak hanya diarahkan pada persaingan pemilu lima tahunan, tetapi pada kerja politik yang hadir langsung dan dirasakan masyarakat.
“Secara prinsip kami on the way 2029. Kami sudah menyiapkan semua, tapi untuk hal strategis tidak bisa diungkapkan ke publik. Wilayah taktisnya kami OTW 2029,” ujar Huda dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (9/2/2026).***





