Minggu, Maret 22, 2026
spot_img

Pandji Kritik KDM hingga Singgung Fisik Wapres Gibran, Tompi Angkat Bicara!

JAKARTA – Belakangan ini jagat media sosial tengah ramai memperbincangkan sosok stand up komedian Pandji Pragiwaksono yang dinilai terlalu berlebihan saat menyampakan ‘satir’ kepada pemerintahan.

Melalui aksi panggungnya yang bertajuk ‘Mens Rea’ yang tayang di Neflik, Pandji Pragiwaksono sempat mengkritik kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang disebutnya sebagai ‘Gubernur Youtober’.

Tapi sepertinya KDM tidak mau ambil pusing atas kritikan stand up komedian tersebut. Karena justru KDM mengapresiasi atas kritikan Pandji Pragiwaksono. Dan KDM menantang balik Pandji Pragiwaksono untuk keliling Jawa Barat melihat hasil pembangunan atas kepemimpinannya.

Kritikan Pandji Pragiwaksono tidak sampai berhenti di situ. Karena Pandji juga sempat menyinggung fisik Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka yang dianggap sebagian publik sebagai bentuk penghinaan fisik.

“Ada yang milih pemimpin berdasarkan tampang, banyak. Ganjar ganteng ya. Anies manis ya. Prabowo gemoy ya. Atau Wakil Presidennya, Gibran ngantuk ya. Salah nada salah nada, maaf, Gibran ngantuk ya? Nah gitu nadanya. Gibran ngantuk ya? Kayak orang ngantuk ya dia,” ucap Pandji dalam materi komedinya tersebut, dilansir dari Kompas.com.

Berita Lainnya  Pendemo Tuntut Pemerintah Keluar dari BoP

Materi lelucon stand up komedi Pandji Pragiwaksono ini pun akhirnya memunculkan banyak spekulasi publik. Hingga penyanyi sekaligus dokter bedah plastik, Tompi ikut angkat bicara melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @dr_tompi .

Tompi menilai bahwa menertawakan kondisi fisik seseorang bukanlah bentuk kritik yang cerdas. Ia pun memberikan penjelasan medis terkait kondisi mata yang disebut “mengantuk” tersebut.

“Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali BUKAN BAHAN LELUCON,” tulis Tompi.

Berita Lainnya  Lebih Berat, Vonis Terdakwa Korupsi Petrogas Karawang Bertambah Jadi 4 Tahun

Pelantun lagu “Menghujam Jantungku” ini menegaskan bahwa kritik, satire, maupun humor adalah hal yang sah dalam demokrasi.

Namun, ia menyayangkan jika hal tersebut menyasar kondisi tubuh yang tidak bisa dipilih oleh pemiliknya.

“Merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir,” lanjut Tompi.

Ia pun mengajak publik untuk menaikkan standar diskusi dengan lebih mengkritisi gagasan dan kebijakan, ketimbang menyerang fisik

“Mari naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya. Karena martabat manusia seharusnya tidak menjadi punchline,” tegasnya.

Meskipun memberikan kritik tajam pada bagian tersebut, Tompi mengakui bahwa ia telah menonton pertunjukan Mens Rea di Netflix dan memuji materi Pandji secara keseluruhan.

Berita Lainnya  Yusril Minta Polisi Ungkap Siapa Aktor Intelektualnya

“Btw saya nonton show-nya di Netflix, keren kok materinya. BANYAK BENERnya,” tambah Tompi.

Unggahan Tompi tersebut mendapat respons dari Pandji Pragiwaksono. Melalui kolom komentar, Pandji tampak menerima masukan tersebut dengan lapang dada.

“Keren Tom. Terima kasih koreksinya,” tulis Pandji singkat.

Sebagai informasi, pertunjukan spesial Mens Rea merupakan tur stand-up comedy Pandji Pragiwaksono yang digelar di 10 kota sepanjang tahun 2025.

Puncak dari tur ini adalah pertunjukan di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta. Pertunjukan tersebut disebut-sebut sebagai pertunjukan komedi tunggal terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas hingga 10.000 penonton.

Pertunjukan tersebut kini sudah dapat disaksikan secara utuh di Netflix.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Yusril Minta Polisi Ungkap Siapa Aktor Intelektualnya

JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkap tersangka pelaku teror penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus adalah empat prajurit TNI. Empat orang ini disebut...

Kapolres Cilacap Bantah Terima THR Lebaran dari Bupati

CILACAP - Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menanggapi pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang diduga menjadi...

Polda Metro Jaya Ungkap Perkembangan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terkini kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Pelaku diduga berjumlah empat orang dengan...

Hukum

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan