Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Penyidikan Berlanjut, KPK Kembali Geledah Kantor Bupati Bekasi

BEKASI – Sejumlah petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendatangi Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (22/12/2025), guna melanjutkan pendalaman perkara dugaan praktik ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Tim KPK tiba sekitar pukul 12.30 WIB dengan pengawalan aparat kepolisian. Kehadiran lembaga antirasuah tersebut membuat pengamanan di sejumlah titik perkantoran pemerintahan diperketat, khususnya di sekitar Gedung Bupati Bekasi.

Wakil Bupati Kabupaten Bekasi, Asep Surya Atmaja, membenarkan kedatangan tim KPK. Ia menyampaikan bahwa KPK telah membuka segel dan melakukan pemeriksaan lanjutan di sejumlah ruangan yang sebelumnya disegel untuk kepentingan penyelidikan.

“Tim KPK datang untuk melanjutkan proses penyelidikan. Pembukaan segel dilakukan secara resmi dan berizin,” ujar Asep kepada wartawan.

Berita Lainnya  Heboh 'Mata Air Keramat' di Gunung Sindur, Warga Ambil Air hingga Berdoa

Menurutnya, beberapa ruangan yang dibuka segelnya antara lain ruang kerja Bupati Bekasi, Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora), Dinas Cipta Karya, serta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK). Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri dokumen dan data yang diduga berkaitan dengan perkara yang tengah ditangani KPK.

Sebagaimana diketahui, KPK sebelumnya telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan praktik ijon proyek di Kabupaten Bekasi. Dalam perkara tersebut, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni ADK selaku Bupati Bekasi periode 2025–2029, HMK yang merupakan Kepala Desa Sukadami Cikarang Selatan sekaligus ayah dari ADK, serta SRJ sebagai pihak swasta.

Berita Lainnya  Tercium Dugaan Keterlibatan Notaris dalam Korupsi Penyaluran KPR di Karawang

Dalam konstruksi perkara yang diungkap KPK, praktik ijon proyek diduga dilakukan dengan cara meminta sejumlah uang kepada pihak swasta sebelum proyek pemerintah tersedia atau dilelang secara resmi. Total aliran dana yang diduga diterima para tersangka disebut mencapai miliaran rupiah, dengan penyerahan dilakukan secara bertahap melalui sejumlah perantara.

KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai dalam rangkaian OTT tersebut. Perkara ini kini telah naik ke tahap penyidikan, dan para tersangka telah dilakukan penahanan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Berita Lainnya  Ratusan Gelondongan Kayu Berlabel Kemenhut Terdampar di Pesisir Pantai Sumenep

Asep menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bekasi menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyatakan siap bersikap kooperatif terhadap upaya penegakan hukum yang dilakukan KPK.

“Hukum harus ditegakkan. Pemerintah daerah akan mendukung proses yang berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan lanjutan maupun agenda penyelidikan berikutnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.(muthia)

Sumber : inijabar.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

KPK Diminta Bongkar Dugaan Gratifikasi Pencaplokan Lahan Hutan Jadi Kawasan Industri di Karawang

KARAWANG - Menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar Serikat Tani Karawang (SETAKAR) ke kantor ATR/BPN Karawang, pada Kamis (24/9/2026), Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan