Kamis, November 5, 2026
Google search engine

Publik Anggap Kebijakan KDM Soal Larangan Study Tour dan Jam Masuk Sekolah Tidak Penting

BANDUNG – Litbang Kompas baru-baru ini merilis hasil survei mengenai bagaimana masyarakat Jawa Barat menilai berbagai kebijakan yang digagas Pemerintah Provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi dan Wakil Gubernur Erwan Setiawan.

Kajian ini memperlihatkan adanya perbedaan pandangan publik terkait sejumlah program prioritas maupun kebijakan yang dianggap kurang mendesak.

Dilansir kompas.com, Selasa (19/8/2025), dari temuan tersebut, terlihat bahwa tidak semua program berjalan mulus dalam hal penerimaan publik.

Misalnya, kebijakan larangan study tour bagi seluruh SMA dan SMK di Jabar mendapat reaksi beragam.

Sebanyak 27,3 persen warga menganggap aturan ini tidak relevan atau tidak penting, sedangkan 71,9 persen lainnya menilai kebijakan tersebut layak dipertahankan.

Kebijakan lain yang juga menimbulkan perdebatan adalah rencana mengaktifkan kembali jalur kereta peninggalan era kolonial Belanda. Dalam hal ini, 25,5 persen responden beranggapan program itu tidak penting.

Berita Lainnya  Laga Persita vs Persija Diwarnai Kericuhan Antarsuporter

Kebijakan pengaturan jam masuk sekolah menjadi pukul 06.30 WIB juga memunculkan respons serupa, di mana 31,4 persen responden menilai program tersebut tidak mendesak untuk dijalankan.

Sementara itu, pemangkasan anggaran hibah bagi pesantren dianggap tidak prioritas oleh 30,4 persen masyarakat yang disurvei.

Namun demikian, sebagian besar warga tetap menaruh perhatian tinggi pada program yang dianggap lebih menyentuh kebutuhan dasar.

Pembangunan ruang kelas baru (RKB) menempati posisi teratas sebagai program dengan dukungan paling besar, yakni 94,6 persen responden menilai penting atau bahkan sangat penting.

Berita Lainnya  Prabowo : "Saya Tidak Mau Jadi Presiden, Rakyat Saya Miskin Terus, Malu Saya"

Dua program lain yang juga disambut luas adalah penyediaan listrik bagi keluarga miskin dengan tingkat persetujuan mencapai 97,6 persen, serta perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang diapresiasi 97,9 persen responden.

Infrastruktur jalan di Jawa Barat pun masuk daftar prioritas warga, dengan 97,2 persen masyarakat mendukung keberlanjutannya.

Tak hanya itu, program penanganan anak-anak nakal melalui pembinaan khusus di lembaga militer atau institusi pendidikan juga menuai apresiasi, dengan 96,2 persen responden menyatakan penting.

Bahkan, langkah tegas berupa pembongkaran wahana pariwisata yang melanggar izin pun dipandang perlu oleh 86,5 persen masyarakat.

Berita Lainnya  PNS di Bandung Meninggal Dunia, Setelah Pergoki Pencurian Ayam Bangkok

Survei ini dilaksanakan melalui metode wawancara tatap muka langsung oleh Litbang Kompas pada 1–5 Juli 2025. Jumlah responden mencapai 400 orang yang dipilih dengan teknik pencuplikan sistematis bertingkat di wilayah Jawa Barat.

Dengan tingkat kepercayaan 95 persen, margin of error survei berada di kisaran +/- 4,9 persen dalam kondisi pengambilan sampel acak sederhana.

Meski demikian, masih dimungkinkan adanya potensi kesalahan di luar faktor pemilihan sampel. Seluruh kegiatan survei ini didanai sepenuhnya oleh Harian Kompas (PT Kompas Media Nusantara).***

Sumber : Kompas

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Menghilang Setelah Penetapan Tersangka Listyo Sigit, Seskab Teddy Akhirnya Muncul Dampingi Prabowo

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat menjadi perbincangan dan dicari publik karena tidak terlihat dalam beberapa agenda kepresidenan di tengah isu...

Roy Suryo Tertawa Saat Jokowi Tunjukkan Ijazah di Persidangan

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah S1 miliknya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) saat menjadi saksi kasus fitnah ijazah palsu...

8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

KARAWANG - Sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar), setelah mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan