Senin, Maret 23, 2026
spot_img

Pejabat Pemprov Jabar Dilantik di Kolong Tol

SUMEDANG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melantik sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat di tempat yang tidak biasa: kolong jembatan tol Cileunyi-Sumedang, tepatnya di kawasan yang kerap dianggap kumuh di jalur Cilengkrang menuju Sumedang, Rabu (2/7/2025).

Bukan tanpa alasan, Dedi memilih lokasi itu untuk mengirim pesan moral kepada para birokrat yang baru dilantik.

“Yang pertama barangkali menjadi aneh, kenapa saya ngajak ke sini? Sebenarnya saya ngajak ke sini untuk ingetin semua,” kata Dedi dalam sambutannya dikutip dari akun YouTube Lembur Pakuan Channel, dilansir dari KompasCom, Kamis (3/7/2025).

Dedi menyoroti kondisi wilayah kanan jalan yang terlihat kumuh, dipenuhi warung liar, sampah berserakan, dan parkir kendaraan sembarangan. Padahal, kawasan itu merupakan wilayah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Berita Lainnya  Libatkan Ribuan Orang Membaca dan Menulis Mushaf Quran, Pemkot Bekasi Cetak Rekor MURI

“Saya bilang, jangan ngomong pekerjaan, jangan ngomong kewenangan. Ini wilayah provinsi Jawa Barat, yuk kita benahi rame-rame,” ujarnya.

Menurut Dedi, seorang birokrat di pemerintahan provinsi tidak cukup hanya menjadi regulator pasif. Mereka harus bergerak dan menggerakkan perubahan.

“Regulator itu artinya dia bergerak. Kalau yang digerakannya macet, maka kita harus ambil inisiatif untuk menyelesaikan,” tegasnya.

Ia pun memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum untuk mendata seluruh jalan nasional di Jawa Barat yang tampak kumuh dan tidak terawat. Dedi ingin ada langkah nyata untuk menata kembali wajah Jawa Barat.

Berita Lainnya  Pemisahan Aset Daerah, Walkot Tri Minta Bantuan Dedi Mulyadi

“Nanti akan ada petugas yang membersihkan, dan sebagian lagi ada patroli marinir. Saya ingin Jawa Barat kembali sesuai dengan fitrah penciptaannya,” kata Dedi.

Dalam pidatonya yang emosional, Dedi mengungkapkan kecintaannya pada tanah Sunda. Ia menggambarkan Jawa Barat sebagai sepenggal surga yang diciptakan saat Tuhan sedang tersenyum.

Namun, menurutnya, keserakahan dan kelalaian manusia telah mengubah keindahan itu menjadi kekacauan.

“Jawa Barat itu diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum. Tapi oleh kita, tanah surga ini dijadikan neraka. Jalannya rusak, drainasenya mampet, sungainya kotor, got-gotnya hitam, orang-orangnya bertengkar tiap hari,” ujar Dedi.

Berita Lainnya  Wali Kota Bekasi Jelaskan Kenapa PPPK Paruh Waktu Tak Dapat THR

Melalui pelantikan di tempat yang penuh pesan simbolis itu, Dedi berharap para pejabat yang baru diangkat tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi mampu meresapi tanggung jawab sebagai pelayan rakyat yang harus memulihkan kembali keindahan dan ketertiban tanah Jawa Barat.

“Saya gak bisa hanya mimpi. Saya harus mengembalikan. Kembali Jawa Barat-nya. Kembali manusianya,” tutupnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori Ditangkap

JAKARTA - Kasus pembunuhan tragis menimpa Dwintha Anggary, cucu dari komedian legendaris Mpok Nori. Korban ditemukan tewas bersimbah darah di kamar kosnya di kawasan...

Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, MAKI Kritik Keras KPK

JAKARTA  - Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengkritik keras sikap KPK yang mengalihkan penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah. KPK dinilai...

Gus Yaqut Menghilang di Rutan, Ternyata Jadi Tahanan Rumah

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) membenarkan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) tak lagi menjalani penahanan di Rumah...

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan