Senin, September 21, 2026
Google search engine

ODGJ di Purwakarta Bacok 13 Orang, Korbannya Lansia hingga Anak-anak

PURWAKARTA – Warga Purwakarta dihebohkan dengan insiden pembacokan yang dilakukan oleh Deni Supriyani (29) seorang pria warga Desa Cirama Hilir, Kecamatan Maniis, Purwakarta. Pelaku secara acak menyerang warga menggunakan sebilah golok yang ia bawa dari rumah.

Pantauan detikJabar di IGD RSUD Bayu Asih Purwakarta pada Minggu (17/11) malam, keluarga korban yang mengalami luka robek menunggu di depan ruangan, sementara korban dirawat di ruang medis.

Indi, salah satu korban luka robek di bagian kepala belakang mengatakan, ia tengah terduduk santai di pos ronda di sekitar rumahnya, tiba-tiba dari arah belakang Deni langsung menebaskan sebilah golok ke kepalanya.

“Saya lagi duduk di pos ronda, dari arah belakang pelaku datang langsung mukul saya pake golok kena kepala, saya enggak sempat menghindar,” ujar Indi sambil terbaring di Ruang IGD, Minggu (16/11/2025).

Sementara menurut Nunul, keluarga Jejen, salah satu korban luka berat mengungkap detik-detik kejadian. Menurutnya, ayahnya terserang saat berpapasan dengan pelaku di jalan.

Berita Lainnya  Nekat Tanam Ganja di Rumah, ASN di Bandung Diciduk Polisi

“Awalnya ODGJ itu mau lewat. Bapak saya juga mau pulang. Jadi bentrok. Tiba-tiba dipukul, dibacok pakai golok. Setelah lewat, langsung dibacok dari belakang. Bapak enggak sempat melawan. Langsung tergeletak dan pingsan,” ucap Nunul.

Tidak hanya Jejen, ia menyebutkan, pelaku juga menyerang warga lain yang ditemuinya di jalan secara acak.

Total ada 13 orang menjadi korban, lima di antaranya mengalami luka berat dan harus menjalani tindakan medis lanjutan. Korban terdiri dari orang dewasa, lansia, hingga anak-anak.

“Total yang luka parah itu ada lima. Satu anak kecil dirujuk ke RSUD Cianjur, secara keseluruhan ada 13 warga menjadi korban, mulai dari luka ringan hingga berat. Korban mengalami luka di kepala, leher, tangan, dan bahu,” ucap Gani.

Gani mengatakan, kondisi korban paling berat kini menunggu hasil rontgen dan observasi kemungkinan retak tulang hingga kerusakan pembuluh darah.

Berita Lainnya  8 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Ditemukan Selamat, 1 Sempat Hilang, Dipastikan Sanksi Blacklist

Berdasarkan keterangan petugas medis dan warga, pelaku merupakan pasien gangguan jiwa yang sudah lama ditangani dan rutin berobat.

“Dia pasien ODGJ, langganan ke rumah sakit jiwa. Sudah sering ditangani, obat juga rutin dikasih. Tapi memang sering kambuh. Informasinya dia bawa sendiri. Orang tuanya sering ke kebun, sering ambil kayu bakar. Senjata itu memang dari rumah,” katanya.

Usai menyerang warga, lanjut Gani, pelaku sempat kabur dan dikejar warga sekitar sebelum akhirnya diamankan.

Pelaku Ditangkap

Kapolres Purwakarta, AKBP Dewa Putu Gede Anom Danujaya mengatakan, dalam pemeriksaan awal disebutkan jika pelaku mengalami gangguan kejiwaan, sakitnya kerap kambuh jika ada suara bising atau ada hal yang menganggu kenyamanannya.

“Pelaku memang mempunyai riwayat gangguan kesehatan jiwa. Saat ini sudah kita amankan dan sedang menjalani penanganan medis di Rumah Sakit Jiwa Cisarua, katanya sudah lama dan kalau ada suara bising atau gangguan suka kambuh,” kata Anom kepada wartawan di RSUD Bayu Asih, Minggu (16/11/2025) malam.

Berita Lainnya  Siswi Berprestasi di Karo yang Keracunan MBG Alami Gangguan Ingatan hingga 70 Persen

Ia yang dibantu jajaran satreskrim polres Purwakarta dan Polsek maniis sudah menangani terduga pelaku, meski babak belur dihajar massa, pelaku kini sudah dalam tim rumah sakit kejiwaan yang melibatkan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Pemerintah Desa, hingga Puskesmas setempat.

“Informasi sementara diawali cekcok dengan orang tuanya. Setelah keluar rumah, pelaku melakukan kekerasan-kekerasan dengan senjata golok kepada siapa pun yang ditemuinya. Iya, goloknya dibawa dari rumah, sudah kami amankan,” pungkasnya.

Semalam kapolres mendatangi IGD RSUD Bayu Asih Purwakarta, ia yang didampingi Kasat Reskrim Polres Purwakarta langsung memeriksa kondisi korban luka bacok yang dirawat.

“Alhamdulillah semua dalam kondisi sadar dan sedang mendapatkan perawatan,” ujar Anom.***

Sumber : Detik.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Awalnya Garang Sambil Bawa Parang, Ujung-ujungnya Minta Maaf

Kasus pembubaran ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang berakhir damai setelah pelaku pemuda bersenjata tajam menyampaikan permohonan maaf...

Ibu Guru ini Didatangi Pejabat Kampar, Setelah Viralkan Bangunan Sekolah Berdinding Triplek

Pada Rabu, 16 September 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi Kelas Jarak Jauh UPT SDN 007 Desa Sungai...

Kapal Ikan China Tabrak Kapal Kargo di Perairan Singapura, 8 Orang Dilaporkan Hilang

Kapal ikan berbendera China, Luqing Yuanyu 108, bertabrakan dengan kapal kargo berbendera Panama bernama First Margaux di perairan dekat Singapura pada Minggu, 20 September...

Heboh ‘Mata Air Keramat’ di Gunung Sindur, Warga Ambil Air hingga Berdoa

Warga di Kampung Kareo, Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, dihebohkan oleh Mata Air Keramat Kareo yang airnya mendadak berubah warna menjadi merah...

Stafsus Menang Turun Tangan Selesaikan Masalah Pembubaran Tempat Ibadah Jemaat GKPI di Tangerang

Ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, dibubarkan sekelompok warga pada Minggu (20/9/2026). Peristiwa tersebut...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan