Sabtu, Maret 21, 2026
spot_img

Masyarakat Jabar Masih Andalkan Pinjaman ‘Bank Emok’

BANDUNG – Hingga kini praktik rentenir di desa-desa di Jawa Barat masih berlangsung. Masyarakat Jabar mengenalnya dengan sebutan bank emok.

Kepala Desa Jalan Cagak, Indra Zainal Alim mengatakan, bank emok di tempatnya berbentuk koperasi simpan pinjam tanpa izin. Bank emok ini menyediakan dana yang cepat, mudah, namun dengan bunga yang tinggi.

“Warga desa rata-rata pinjam ke bank emok untuk kebutuhan konsumtif, bukan produktif,” tutur Indra dalam acara Ekosistem Keuangan Inklusif di Subang, Kamis (18/12/2025).

Saat pinjaman berjalan, di antara mereka selalu ada yang melapor. Setidaknya setiap bulan ia menerima laporan 2-3 korban bank emok ataupun pinjaman online.

Berita Lainnya  Pejabat Karawang Tak Mau Berkaca kepada Kasus 'Ijon Proyek Bekasi'

Jumlah tersebut sudah menurun dibanding sebelumnya. Hal ini seiring dengan literasi penggunaan uang yang dipayungi peraturan desa.

Peraturan tersebut diturunkan menjadi Keputusan desa. Salah satunya membahas larangan melakukan penagihan di malam hari dan menagih dengan ancaman.

“Kami akan massif lagi untuk meningkatkan literasi warga. Tapi kami juga berhatap OJK lebih tegas, karena tahun 2025 ini OJK punya kewenangan untuk menangani koperasi semacam bank emok,” beber dia.

Penyebab Maraknya Bank Emok

Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman menjelaskan, rendahnya literasi dan keterbatasan akses keuangan formal menjadi celah utama masuknya praktik bank emok.

Berita Lainnya  Gus Yaqut Ditahan KPK, Cak Imin: Enggak Ada Hubungannya Sama Saya

“Ketika masyarakat tidak memiliki akses ke perbankan atau lembaga keuangan resmi, mereka akan mencari jalan pintas. Di situlah pembiayaan ilegal masuk dan menimbulkan masalah sosial yang lebih besar,” tutur dia.

Untuk itu, melalui EKI, pihaknya berupaya menutup celah tersebut dengan membangun sistem keuangan desa yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan.

Pendekatan ini dinilai efektif untuk mengalihkan ketergantungan warga dari pinjaman informal menuju layanan keuangan resmi yang diawasi.

Hasil awal pelaksanaan EKI menunjukkan dampak signifikan. Dari 31 desa yang terlibat, dana masyarakat yang berhasil dihimpun melalui perbankan mencapai Rp138,36 miliar. Selain itu, kredit baru sebesar Rp33,42 miliar berhasil disalurkan untuk mendukung usaha produktif warga.

Berita Lainnya  700 Angkot Puncak Bogor Dapat Kompensasi Rp 1 Juta

Tercatat 14.500 rekening perbankan telah dimiliki masyarakat, didukung oleh keberadaan 72 Agen Laku Pandai yang memudahkan transaksi keuangan langsung di desa.

Darwisman mengungkapkan, program ini dijalankan secara terstruktur, dimulai dari pemetaan potensi ekonomi desa, karakter masyarakat, tingkat literasi keuangan, hingga kesiapan industri jasa keuangan.

Tahapan selanjutnya meliputi pra-inkubasi, inkubasi melalui edukasi dan pendampingan, serta pasca-inkubasi yang menekankan implementasi nyata.***

Sumber: https://bandung.kompas.com/read/2025/12/18/222100378/cerita-kades-di-subang-tiap-bulan-terima-laporan-korban-bank-emok.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Yusril Minta Polisi Ungkap Siapa Aktor Intelektualnya

JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkap tersangka pelaku teror penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus adalah empat prajurit TNI. Empat orang ini disebut...

Kapolres Cilacap Bantah Terima THR Lebaran dari Bupati

CILACAP - Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menanggapi pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang diduga menjadi...

Polda Metro Jaya Ungkap Perkembangan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terkini kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Pelaku diduga berjumlah empat orang dengan...

Hukum

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan