Minggu, Maret 22, 2026
spot_img

Konflik PBNU Meruncing, Bergulir Desakan Mundur Rais Aam dan Ketum

JAKARTA – Ketua Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) sekaligus inisiator Gerakan Kebangkitan NU, Hery Haryanto Azumi, mendesak Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Ketua Umum PBNU meletakkan jabatan mereka.

Hery menegaskan, langkah tersebut perlu dilakukan demi mengakhiri konflik internal yang dinilainya kian menggerus soliditas organisasi.

“Kami meminta dengan sangat hormat kepada yang mulia Rais Aam PBNU dan ketua umum, untuk menyerahkan mandat organisasi kepada ahlul halli wal aqdi (AHWA). Karena ini adalah cara terbaik untuk keluar dari konflik dan perbedaan,” tegas Hery kepada Inilah.com saat dihubungi di Jakarta, Minggu (21/12/2025).

Dia bilang, jika NU tidak mampu keluar dari konflik secara bermartabat, dampaknya justru akan membahayakan masa depan organisasi, umat, hingga bangsa dan negara.

Berita Lainnya  Aparat Gabungan Pantau Pergerakan Kendaraan Sumbu 3

“Kita harus mengingatkan bahaya-bahaya bagi NU bagi umat dan bangsa kita,” jelasnya.

Selain soal kepemimpinan, Hery juga menyinggung polemik konsesi tambang yang belakangan menyeret nama NU. Ia meminta persoalan tersebut dikembalikan sepenuhnya kepada pemerintah sebagai pihak yang memiliki kewenangan pemberian izin.

“Agar kita bisa memulihkan kembali wibawa. Banyak sudah kiai menyampaikan tolong evaluasi tambang, tolong kembalikan tambang. Saya kira ini poin yang penting bahwa kita keluarkan masalah dari tubuh NU, yaitu kembalikan tambang ke pemerintah,” tuturnya.

Ia menambahkan, jika ke depan ada pembicaraan ulang terkait tambang, maka hal itu sebaiknya dilakukan setelah NU benar-benar siap, baik dari sisi model bisnis maupun penyelesaian urusan dengan para investor.

“Ketiga, kami menyerukan kepada segenap jajaran pengurus NU dari wilayah hingga cabang agar bersama-sama mencari solusi terbaik, yaitu dengan ikut pada arahan ahlul halli. Jangan ada dualisme kepengurusan, jangan beri kesempatan terjadi dualisme, jangan dukung dualisme, karena sejatinya kita akan mendukung perpecahan organisasi,” ungkapnya.

Berita Lainnya  PKB Karawang Berangkatkan 120 Warga yang Ikut Mudik Gratis

Hery juga menegaskan agar pihak-pihak yang berada di lingkaran kekuasaan, termasuk para menteri dan mereka yang memiliki kepentingan politik, tidak mencampuri urusan internal NU demi kepentingan jangka pendek.

“Keempat, kita minta kepada para (bilad) di luar pemerintah, para menteri terkait yang urusannya dengan hukum, para pihak yang berkepentingan dalam politik jangka menengah atau jangka pendek, saya minta jangan intervensi NU untuk kepentingan jangka pendek politik,” ucap Hery.

Hery menekankan pentingnya relasi yang sehat antara pemerintah dan NU, tanpa saling mengintervensi.

Berita Lainnya  Penyiraman Air Keras ke Aktivis Kontras, Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas

“Mari kita bangun suatu hubungan yang baik, beri kesempatan untuk NU merawat diri, beri kesempatan NU untuk berkontribusi lebih besar,” pungkasnya.

Asal tahu saja struktur konflik saat ini antara Rais Aam/Syuriyah (Kubu Zulfa Mustofa) melawan Ketua Umum Tanfidziyah (Kubu Gus Yahya) memiliki kemiripan identik dengan pertarungan Gus Dur (Dewan Syuro) melawan Muhaimin Iskandar (Tanfidz) pada 2008.

Pada 2008 Gus Dur selaku Ketua Dewan Syuro memecat Muhaimin Iskandar. Namun, Muhaimin melawan. Hari ini, skenario serupa terjadi: Rais Aam dan jajaran Syuriyah “memecat” Gus Yahya, dan Gus Yahya pun melawan.***

Sumber : inilah.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Gus Yaqut Menghilang di Rutan, Ternyata Jadi Tahanan Rumah

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) membenarkan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) tak lagi menjalani penahanan di Rumah...

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Yusril Minta Polisi Ungkap Siapa Aktor Intelektualnya

JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkap tersangka pelaku teror penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus adalah empat prajurit TNI. Empat orang ini disebut...

Kapolres Cilacap Bantah Terima THR Lebaran dari Bupati

CILACAP - Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menanggapi pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang diduga menjadi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan