SUBANG – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) terlihat marah atau ngambek ke Sekda Subang, Asep Nuroni. Sikap KDM ini dipucu lantaran Sekda Subang yang dianggap tidak mengindahkan intruksi atau perintah KDM.
Lewat video yang diunggah di akun instagram @dedimulyadi77, KDM terlihat kecewa saat menelpon Sekda Subang.
KDM mengaku telah memerintahkan Sekda Subang untuk menelusuri aktivitas truk-truk besar menuju Ciater. Namun Sekda Subang tidak mengindahkan intruksinya. Sampai akhirnya KDM sendiri yang mendapati aktvitas truk-truk besar yang memuat material tambang ilegal di Subang.
“Pak Sekda, kan tadi pagi saya minta pak Sekda menelusuri truk-truk besar yang ke arah Ciater. Saya tidak ada laporannya, dan akhirnya saya mengikuti sendiri,” tutur KDM, saat menelpon Sekda Subang.
Akibat rasa kekecewaannya, KDM berucap ke Sekda Subang bahwa Pemprov Jabar batal membangun jembatan Serangpanjang-Subang yang sebelumnya telah dianggarkan Rp 6,5 miliar.
KDM berujar jika keputusan tersebut merupakan bentuk sikap tegasnya terhadap daerah yang tidak serius di dalam menjaga infrastruktur pembangunan dan lingkungan.
“Ini bagian dari sikap saya. Saya tidak boleh Pemprov Jabar mengeluarkan duit terus-terusan untuk membangun sebuah daerah yang tidak punya keinginan menjaga fasilitasnya,” kata KDM.
Sehingga ditegaskan KDM, apabila pembangunan jembatan Serangpanjang tetap ingin dilaksanakan, maka semua beban anggarannya harus ditanggung Pemda Subang, tanpa bantuan anggaran dari Pemprov Jabar.
KDM mengaku tidak peduli jika sikap tegasnya sebagai Gubernur Jabar ini akan dinilai lain oleh warga. Kendati ditegaskan KDM jika saat ini ia sendiri tinggal di Subang.
“Terserah warga mau suka atau tidak, ini sikap saya,” kata KDM saat menutup sambungan telponnya dengan Sekda Subang.
Sekda Subang Berikan Penjelasan
Di kesempatan berbeda, Sekda Subang, Asep Nuroni memberikan penjelasan kepada wartawan.
Menurut Asep, pembangunan atau perbaikan jembatan tetap menjadi tanggung jawab pemerintah, terlepas dari adanya atau tidak adanya pemberitaan viral (KDM menelpon dirinya, red).
“Ada tidak ada berita ini juga, sudah menjadi keharusan perbaikan atau pembangunan jembatan tersebut mah,” ujar Asep, dilansir dari TintaHijau.com.
Ia juga menilai peristiwa ini dapat menjadi pembelajaran penting bagi seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.
“Ini hikmah yang sangat bagus, untuk menjadi perhatian tingkat kepekaan kita terhadap lingkungan, terutama soal galian ilegal,” singkatnya.***





