Jumat, Maret 27, 2026
spot_img

KBC Pelototi Efisiensi Anggaran Pemkab Karawang, Awas Jadi SiLPA!

KARAWANG – Karawang Budgeting Control (KBC) menyoroti langkah Pemkab Karawang yang melakukan pemangkasan berbagai kegiatan dengan alasan efisiensi anggaran menjelang akhir tahun 2025. Padahal, kondisi APBD Karawang masih dalam situasi normal dengan nilai mencapai lebih dari Rp 6 triliun sebelum kebijakan pemerintah pusat memangkas transfer dana daerah sebesar Rp 800 miliar yang dialihkan untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Direktur Eksekutif KBC, Ricky Mulyana menyatakan, bahwa langkah efisiensi seharusnya dilakukan dengan dasar kebijakan yang jelas dan berpihak pada rakyat, bukan sekadar memangkas kegiatan tanpa arah.

“Kita harus bertanya, efisiensi ini untuk apa?. Apakah ada proyek strategis besar yang harus didanai?. Apakah sedang terjadi situasi darurat kesehatan atau bencana?. Ataukah ini hanya cara halus untuk memperbesar SiLPA yang setiap tahun terus menumpuk di rekening pemerintah daerah,?” ujar Ricky Mulyana.

Berita Lainnya  Tuntut Transparansi Pajak Parkir, Belasan Aktivis Demo Kantor Bapenda

KBC menilai bahwa pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Purbaya yang menyebut banyaknya penyimpangan dana transfer pusat ke daerah, merupakan sinyal politik yang serius. Kedua pernyataan itu, bukan sekadar kritik, tetapi peringatan keras agar daerah berhati-hati dalam mengelola dana publik.

“Ini alarm kuat dari pusat. Pemerintah daerah harus sadar bahwa dana publik bukan alat politik, tapi tanggung jawab moral dan hukum. Efisiensi bukan berarti memangkas program rakyat, tapi justru memperkuat efektivitas pembangunan,” tegasnya.

Perampingan Organisasi Perangkat Daerah

Ricky juga menyoroti kebijakan perampingan OPD yang dilakukan Pemkab Karawang dengan dalih efisiensi dan optimalisasi kelembagaan.

Menurutnya, langkah tersebut bisa berdampak positif jika berorientasi pada peningkatan produktivitas dan pelayanan publik. Namun, jika dilakukan tanpa kajian mendalam dan hanya sebagai alat politik birokrasi, maka hal itu justru bisa menyuburkan ketidakefisienan baru dalam bentuk kekuasaan yang tersentralisasi.

Berita Lainnya  Polemik MBG Pancawati, ini Hasil Temuan Satgas Pengawas MBG Karawang

“Perampingan bukan hanya soal struktur, tapi juga soal mental pelayanan. Jika yang dikorbankan adalah efektivitas birokrasi, masyarakat yang paling dirugikan,”kata Ricky.

Lebih lanjut, Ricky menegaskan bahwa politik anggaran sejatinya harus berpihak pada masyarakat. Efisiensi adalah instrumen untuk memperkuat pembangunan, bukan memperbesar saldo kas daerah.

Fenomena penumpukan SiLPA di Karawang dari tahun ke tahun menunjukkan lemahnya daya serap anggaran dan buruknya perencanaan program.

“APBD bukan tabungan, tapi amanah rakyat. Anggaran yang tidak terserap adalah bentuk kegagalan birokrasi dalam menghadirkan manfaat nyata. Jangan sampai dalih efisiensi justru menjadi kedok untuk melindungi ketidakmampuan dan kepentingan tertentu,” ujarnya

Berita Lainnya  Posko Mudik Cikopo Didesain Nuansa Sunda

Sebagai lembaga kontrol publik, KBC menegaskan bahwa efisiensi anggaran hanya akan bermakna apabila dilakukan dengan akuntabilitas, transparansi, dan arah kebijakan yang jelas.

Efisiensi harus dimaknai sebagai pengalihan dari kegiatan tidak produktif ke kegiatan yang berdampak sosial tinggi, bukan sekadar pemangkasan administratif yang memperlebar jurang antara pemerintah dan rakyatnya.

“Kita mendukung efisiensi jika tujuannya memperkuat kesejahteraan. Tapi jika efisiensi hanya menambah SiLPA dan melemahkan daya guna APBD, itu bukan efisiensi,itu pemborosan dalam bentuk lain,” tutup Ricky.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Viral Guru Ngaji Diamuk Massa karena Selingkuh dengan Istri Orang

KARAWANG - Sebuah video viral beredar di media sosial yang memperlihatkan seorang warga Kecamatan Tirtajaya sedang berusaha diamankan anggota kepolisian dan anggota TNI, karena...

Sanksi Tegas PT. Pindo Deli 4, LMP Mada Jabar Ancam Geruduk DLHK

KARAWANG - Adanya temuan dugaan pembuangan limbah PT. Pindo Deli 4 ke aliran sungai di Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Laskar Merah Putih...

Pelaku Pembunuhan Pemilik Warem Ditangkap, Motif Sakit Hati karena Ditolak Bercinta

SUBANG - Misteri kematian tragis pemilik warung remang-remang di wilayah Pantura, Kecamatan Patokbeusi Kabupaten Subang, akhirnya terungkap. Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan yang juga disertai aksi...

Kangkangi Inpres, IWOI Karawang Soroti Minimnya Keterlibatan KDKMP dalam Program MBG

KARAWANG — Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang menyoroti dugaan pelanggaran terhadap Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan...

Pakar Hukum : KPK Mending di Bawah Kejagung dan Polri

JAKARTA - Pakar Hukum Pidana Universitas Brawijaya, Aan Eko Widiarto menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepatutnya menjadi lembaga di bawah Kejaksaan Agung (Kejagung) atau...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan