Senin, Maret 30, 2026
spot_img

Jaga Martabat Kiyai, Santri dan Pesantren, Demo Boikot Trans7 Menggema di Karawang

KARAWANG – Jumat (17/10/2025), berpusat di sekitaran Jalan Jendral Ahmad Yani, tepatnya di depan kantor Pemda Karawang, ratusan santri, pimpinan pondok pesantren, hingga tokoh agama lainnya turun ke jalan melakukan aksi moral mengkampanyekan ulama, santri dan pondok pesantren sebagai benteng untuk mempertahankan kedaulatan NKRI.

Aksi demonstrasi ini digelar menyusul ramainya #boikot_Trans7, sebuah stasiun televisi nasional yang menayangkan video aktivitas santri pesantren Lirboyo dengan narasi yang dianggap menyudutkan ulama, santri dan pondok pesantren.

Berdasarkan pantauan, terlihat KH. Ahmad Ruhyat Hasbi (Kiyai Uyan) – Ketua Jamiyah Nahdatul Ulama Karawang, sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Attarbiyah Telagasari – Karawang yang menjadi salah satu orator aksi memimpin demonstrasi para santri.

Kepada Redaksi Opiniplus.com, Kiyai Uyan berpendapat jika asal muasal viralnya #boikot_Trans7 ada tiga kemungkinan. Yaitu faktor ketidaktahuan, hasut, atau kesengajaan secara masif dan terstruktur terhadap ketidaksukaan kepada pondok pesantren, khususnya pesantren-pesantren NU.

Pendakwah yang merupakan mantan Ketua PCNU Karawang ini menegaskan, jejak digital telah menjelaskan bahwa bukan kali ini saja Trans7 menayangkan konten-konten kontroversi tentang budaya dan tradisi NU yang dianggap kurafat dan bid’ah.

Berita Lainnya  Yusril Minta Polisi Ungkap Siapa Aktor Intelektualnya

Oleh karenanya, para tokoh NU telah mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), agar Trans7 tidak lagi diizinkan konten-konten berbau islami, karena indikasi ketidaksukaanya terhadap NU.

Membedakan Antara Feodal dengan Tradisi Pondok Pesantren

Bagi sebagian orang, tradisi-tradisi dan budaya di pondok pesantren seperti jalan membungkuk saat bertemu kiyai atau guru, cium tangan kiyai bolak-balik, hingga membersihkan dan merapihkan rumah kiyai merupakan bentuk tindakan feodalisme.

Menjawab pertanyaan ini, Kiyai Uyan menegaskan bahwa siapapun harus bisa membedakan antara sikap dan tindakan feodalisme dengan budaya dan tradisi santri di pondok pesantren.

“Budaya dan tradisi menghormati kiyai dan guru seperti itu masih tetap ada di pondok pesantren sampai saat ini. Karena kita santri masuk pesantren itu bukan hanya untuk menuntut ilmu, tetapi juga mencari berkah kiyai. Dan saya kira budaya dan tradisi menghormati guru seperti itu tidak ada di lembaga pendidikan lain,” tuturnya.

Berita Lainnya  Pemkab Karawang Siapkan Skenario Mitigasi Puncak Arus Mudik

Kiyai Uyan menyebut jika budaya dan tradisi menghormati guru di pondok pesantren seperti itu merupakan ‘Kultur Nusantara’ yang sudah diajarkan sejak zaman Wali Songo. Kemungkinan budaya dan tradisi ini dianggap feodal, karena di Arab Saudi sendiri tidak ada tradisi dan budaya menghormati guru seperti itu.

“Saya pribadi sebagai mantan santri Pesantren Cipasung Tasikmalaya tidak pernah merasa keberatan ketika disuruh ini-itu oleh kiyai. Sebagai santri, justru kita merasa aneh ketika kiyai tidak pernah nyuruh ini-itu. Rasanya seperti dianggap bukan santrinya lagi. Karena kita nyantren kan bukan hanya mencari ilmu. Tapi juga nyari keberkahan dari para kiyai,” terang Kiyai Uyan.

Bagaimana Cara Menjaga Marwah Kiyai, Santri dan Pesantren?

Kiyai Uyan menjelaskan bahwa publik harus mengingat sejarah kemerdekaan republik Indonesia yang tidak bisa lepas dari peranan para kiyai dan santri.

Dalam sejarah ‘Perang Surabaya’ misalnya. Yaitu dimana Resolusi Jihad yang didengungkan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, telah mengobarkan api semangat juang para kiyai dan santri di berbagai pesantren Jawa dan Madura untuk ikut berpartisipasi melawan penjajah.

Berita Lainnya  Viral Guru Ngaji Diamuk Massa karena Selingkuh dengan Istri Orang

Yaitu dimana para kiyai dan santri bergabung dalam laskar perjuangan seperti Hizbullah dan Sabilillah, serta menjadi pilar moral dan spiritual para pejuang secara umum.

“Maka bagi saya pribadi, ketika ada orang masih nyinyir dengan tradisi dan budaya NU dan pesantren, maka saya anggap itu sebagai bentuk ketidaktahuan mereka terhadap sejarah dan tradisi NU,” terang Kiyai Uyan.

“Ini serius loh!, doktrin NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya dan Aswaja aqidah kita bukan hanya sebagai slogan belaka. Tetapi sudah menjadi jiwa yang mendarah daging dalam kehidupan sehari-sehari. Maka, mari kita sama-sama menjaga marwah dan martabat alim-ulama, kiyai, santri dan pondok pesantren Nahdatul Ulama, sebagai salah satu benteng untuk menjaga dan mempertahankan NKRI,” tutup Kiyai Uyan.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Geger Temuan Jasad Tanpa Tangan dan Kaki di Dalam Freezer

BEKASI - Warga Kabupaten Bekasi digegerkan dengan penemuan jasad seorang penjaga ruko yang juga diketahui bekerja sebagai karyawan freelance ayam geprek, di dalam freezer...

2 Wanita Diduga Jadi Korban Pelecehan, Pelaku Nyebur ke Got

KOTA BEKASI - Dua wanita menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh seorang pria di kawasan Harapan Indah, Kota Bekasi. Usai kejadian, korban sempat mengejar...

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban ‘Kecelakaan Maut’ Truk Box Tabrak Warung di Subang

SUBANG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung membantu keluarga korban kecelakaan lalu lintas tragis yang terjadi di wilayah Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang. Bantuan...

Hari Jadi ke-78 Tahun, Pemkab Subang Siapkan Pesta Rakyat

SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang resmi meluncurkan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang tahun 2026. Perayaan tahun ini mengusung semangat kebersamaan...

Dugaan Pencemaran Kali Cigempol, LMP Desak KDM Tindak Tegas PT. Pindo Deli 4

KARAWANG - Desakan untuk menindak tegas dugaan pencemaran Kali Cigempol (anak Sungai Citarum) di Desa Kutanegara Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang oleh PT. Pindo Deli...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan