Senin, Agustus 10, 2026
spot_img

Isak Tangis dan Sujud Syukur Warnai Pelantikan 5.932 PPPK Paruh Waktu Subang

SUBANG – Sebanyak 5.932 tenaga honorer di Kabupaten Subang resmi dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu pada acara yang digelar di Alun-alun Subang, Kamis (27/11/2025).

Suasana pelantikan penuh haru. Sorak-sorai, isak tangis, dan sujud syukur tampak mewarnai momen tersebut. Banyak diantara para honorer yang telah mengabdi belasan tahun akhirnya mendapatkan kepastian status atas kerja dan pengabdian mereka.

Salah satunya adalah Chandra (36), warga Desa Ponggang, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang. Setelah 18 tahun mengabdi, ia akhirnya dilantik menjadi PPPK paruh waktu.

“Ini sebuah mimpi yang menjadi kenyataan,” ujar Chandra kepada Purwasuka Viva.

Sejak tahun 2007, Chandra mengabdi di kantor Satpol PP pada bidang Ketertiban Umum (Tibum). Ia ditugaskan menjaga keamanan di kompleks Kantor Pemerintahan Daerah Subang hingga hari pelantikannya.

Berita Lainnya  Perintah Dedi Mulyadi, Wali Kota Bekasi Pecat Oknum Dishub yang Pungli Sopir Truk

Pria yang disebut berwajah mirip Gayus Tambunan (mantan PNS Ditjen Pajak) ini juga berusaha meningkatkan kapasitas dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata 1.

“Doa saya didengar. Ini bisa menguatkan perekonomian keluarga,” tuturnya usai melakukan sujud syukur.

Di tengah pengabdiannya sebagai honorer, Chandra menyambi berjualan makanan ringan kepada PNS dan masyarakat umum untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kini, ia bertekad untuk lebih profesional menjalankan tugas sebagai ASN.

Meski kontrak sebagai PPPK paruh waktu hanya satu tahun, Chandra optimistis akan diperpanjang jika ia menjalankan tugas sesuai tupoksi.

Kisah Haru Lain: Imas Suhartini Menangis Bahagia

Berita Lainnya  Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

Senada dengan Chandra, Imas Suhartini — tenaga honorer di Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Subang — juga meluapkan kebahagiaannya dengan isak tangis.

Setiap hari ia harus menempuh perjalanan 15 kilometer dengan motor menuju kantor. Setelah belasan tahun mengabdi tanpa kepastian status, akhirnya ia menerima Surat Keputusan (SK) PPPK paruh waktu.

“Alhamdulillah, akhirnya saya resmi menjadi ASN,” kata Imas sambil menahan tangis.

Imas kerap membantu berbagai kegiatan dinas, mulai dari Operasi Pasar Murah (OPM), pengecekan harga sembako di pasar, hingga kegiatan rutin lainnya.

“Malam sebelum pelantikan, saya dan keluarga membaca Alhamdulillah. Semoga status ASN ini membawa manfaat bagi masyarakat Subang,” ujarnya.

Berita Lainnya  Bupati Aep Pimpin Langsung Penertiban Bangli di Kawasan Gerbang Tol Karawang Timur

Bank BJB Siap Tampung SK PPPK Paruh Waktu

Para PPPK paruh waktu Subang juga mendapat kabar baik lainnya: SK mereka dapat dijaminkan di Bank BJB ketika membutuhkan pinjaman, serupa dengan fasilitas yang diterima PNS.

“Barusan ada chat masuk lewat WhatsApp, menawarkan pinjaman,” kata Yudi, salah satu PPPK paruh waktu.

Ia tertarik mengambil pinjaman tersebut karena membutuhkan kendaraan bermotor untuk menunjang tugasnya sebagai ASN.

“Ya pasti ambil lah. Banyak juga rekan-rekan yang mau gadai SK-nya,” tuturnya.

Sumber : Viva.co.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Prabowo Mau Rombak Buku Pelajaran Siswa SD hingga SMA?

JAKARTA - Pemerintah berencana merombak buku pelajaran siswa SD hingga SMA. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari sorotan Presiden Prabowo Subianto terhadap kualitas buku...

‘Drag Race Maut’, 6 Penonton Meninggal, 11 Lainnya Luka-luka

SULAWESI - Sebanyak enam orang meninggal dunia dan 11 korban lainnya mengalami luka berat dan luka ringan, dalam insiden 'Drag Race Maut' pada ajang...

Gegara Program LKS Gratis, Bupati Aep ‘Dimusuhin’ Anak Buahnya Sendiri

KARAWANG - Lantaran program buku LKS gratis bagi siswa SD dan SMP, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh mengaku sampai dimusuhin beberapa orang, khususnya beberapa...

Singgung Pembagian ‘Fee’ Saat Live di Medsos, Dedi Mulyadi Minta ASN di Bandung Barat Diberi Sanksi Tegas

BANDUNG - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus PPPK di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berinisial IYV memicu kontroversi setelah melakukan siaran langsung (live) di...

MUI Haramkan Pria Memakai Pakaian Wanita Saat Karnaval Agustusan

JAKARTA - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan