BEKASI – Ibarat peribahasa ‘Bak Ketiban Durian Runtuh’, drama operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pemkab Bekasi membuat dua bersaudara ketiban ‘rezeki politik’ yang tak diduga-duga sebelumnya.
Dua bersaudara kandung tersebut adalah Eka Supria Atmaja dan Asep Surya Atmaja, dua politisi yang memiliki perjalanan nyaris sama untuk menjadi Bupati Bekasi.
Pasalnya, kesamaaannya adik-kakak tersebut telah menjadi Bupati dengan didahului OTT KPK.
Eka Supria Atmaja, kakak kandung Asep Surya Atmaja, mengawali kepemimpinannya sebagai Wakil Bupati Bekasi mendampingi Neneng Hasanah Yasin.
Namun perjalanan politiknya berubah drastis ketika Neneng ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2018.
Neneng terbukti menerima suap izin proyek Meikarta. Sesuai mekanisme pemerintahan, Eka kemudian naik dan dilantik sebagai Bupati Bekasi.
Kisah serupa kini seolah berulang pada sang adik, Asep Surya Atmaja. Asep terpilih sebagai Wakil Bupati Bekasi mendampingi Ade Kuswara Kunang untuk periode 2024-2029.
Namun belum genap setahun menjabat, Pemkab Bekasi kembali diguncang setelah Ade Kuswara Kunang ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan.
Dengan status tersebut, Asep Surya Atmaja secara aturan pemerintahan akan mengambil alih kepemimpinan Kabupaten Bekasi sebagai pelaksana tugas hingga adanya keputusan hukum tetap.
Diketahui, Bupati Bekasi Ade Kuswara bersama ayahnya, HM Kunang alias Haji Kunang selaku Kepala Desa Sukadami, dan Sarjan selaku swasta resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemkab Bekasi pada Sabtu, 20 Desember 2025 setelah terjaring OTT pada Kamis 18 Desember 2025.
Dan untuk mendalami proses penyidikannya, sejumlah petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendatangi Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (22/12/2025), guna melanjutkan pendalaman perkara dugaan praktik ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Tim KPK tiba sekitar pukul 12.30 WIB dengan pengawalan aparat kepolisian. Kehadiran lembaga antirasuah tersebut membuat pengamanan di sejumlah titik perkantoran pemerintahan diperketat, khususnya di sekitar gedung Bupati Bekasi. (Dari Berbagai Sumber)










