Selasa, September 15, 2026
spot_img

Doa Bersama Lintas Agama HUT Kemerdekaan RI Digelar di Tugu Proklamasi

JAKARTA – Tugu Proklamasi, saksi sejarah kelahiran bangsa Indonesia, kembali menjadi tempat yang sarat makna saat pemerintah menggelar Doa Kebangsaan Lintas Agama sebagai bentuk syukur atas 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Acara yang digelar pada Jumat (01/08/2025) ini berlangsung khidmat dan diikuti oleh sekitar 1.500 umat beragama dari berbagai latar belakang.

Acara doa kebangsaan diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa setiap individu memiliki kemampuan untuk mengisi kemerdekaan dan mempertahankan masa depan bangsa, salah satunya dengan kekuatan doa.

Berita Lainnya  Driver GOKAR Dapat Kemudahan KPR, Founder Langsung Diminta Siapkan MOU dengan BTN Karawang

“Dari anak kecil sampai usia yang paling senior itu punya hak untuk menciptakan, mempertahankan bangsanya sendiri termasuk kekuatan doa seperti yang kita lakukan pada kesempatan ini,” ucapnya.

Acara kemudian diakhiri dengan pembacaan doa kebangsaan yang dipimpin oleh enam tokoh lintas agama secara bergantian.

Bagi umat beragama Islam doa dipimpin oleh K.H. Anwar Iskandar, sementara dari agama Kristen Protestan oleh Pdt. Jason Balompapueng.

Doa bagi umat agama Katolik oleh RD. Fransiskus Yance Sengga dan dari agama Hindu dipimpin oleh Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Jero Mangku Gede Pastika. Dari agama Buddha oleh Bhikkhu Dhammavuddho Victor Jaya Kusuma dan dari agama Konghucu oleh Ws. Sunarta Hidayat.

Berita Lainnya  Masyarakat Tandatangani Petisi Dukungan 'Kawasan Tanpa Rokok'

Doa kebangsaan lintas agama malam ini menjadi cermin bahwa Indonesia bukan hanya negara yang berketuhanan, tetapi juga bangsa besar yang penuh toleransi dan plural sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Pelaksanaan doa kebangsaan lintas agama di Tugu Proklamasi tahun ini menjadi simbol rasa syukur atas perjuangan para pendiri bangsa dan para pahlawan bangsa.

Sebelumnya, di tempat yang sama telah digelar acara zikir kebangsaan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Anwar Iskandar. Setelahnya, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Miftachul Akhyar memimpin doa usai zikir kebangsaan.

Berita Lainnya  Modus 'Pentahelix' Kembali Disorot, Pengamat Minta Kejari Karawang Lebih Transparan

Turut hadir dalam acara tersebut yakni para Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih serta para tokoh lintas agama. (BPMI Setpres)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Berawal dari ‘Heureuy’, Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan Siswi PKL, Berakhir Dijemput Polisi

SUKABUMI - Seorang oknum pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP yang diduga melakukan pelecehan terhadap siswi Praktik Kerja Lapangan (PKL) telah dijemput...

Tegas! Pemprov Jabar Tutup Aktivitas Pertambangan PT. MPB di Karawang Selatan

KARAWANG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menutup aktivitas pertambangan PT. Mas Putih Belitung  (anak perusahaan PT. Jui Shin Indonesia), yang tidak mematuhi ketentuan...

Singgung Soal ‘Ideologi Politik’, Kepala BGN Malah Salahkan Guru, Orang Tua Siswa, Wartawan hingga LSM yang ‘Ngeramein’ Keracunan MBG

JAKARTA - Meski total korban keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mencapai hampir 50 ribu orang yang tersebar di 36 provinsi di Indonesia,...

KDM Nyatakan Tidak Ada Pelecehan di Kasus Wabup Sumedang dengan Sekprinya, Netizen Tak Percaya : “Ekspresi Tidak Bisa Berbohong”

BANDUNG - Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Wakil Bupati Sumedang, Muhammad Fajar Aldila terhadap sekretaris pribadinya berinisial RY dinyatakan 'clear' oleh Gubernur Jawa...

Disuruh Beli Mi Goreng Malah Mi Kuah, Prajurit TNI AU Meninggal Dianiaya Senior

JAKARTA - Serda Ahmad Muzammul Farisa (AMF), prajurit TNI AU di Magetan, Jawa Timur (Jatim), meninggal secara tak wajar setelah diduga dianiaya seniornya di...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan