KOTA BEKASI – Puluhan kendaraan yang merupakan aset milik Pemkot Bekasi terbengkalai, karena diduga terjadi pembiaran oleh pemerintah setempat.
Kendaraan yang berada di sebuah lahan kosong di Jalan Telkom, Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustika Jaya ini terlihat sudah rusak parak dan dipenuhi rerumputan liar.
Berdasarkan pantauwan wartawan, aset Pemkot Bekasi yang terbengkalai ini diantaranya tiga kendaraan operasional Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), termasuk satu unit mobil oranye penyiram tanaman.
Kemudian, satu unit bus toilet milik Pemkot Bekasi, satu unit mobil pemadam kebakaran, serta satu unit mobil Kijang operasional Kecamatan Bekasi Barat.
Lima unit motor gerobak pengangkut sampah juga tampak terbengkalai dan berdebu. Tak hanya itu, satu unit mobil angkutan kota (angkot) juga ikut terparkir, menambah deretan kendaraan lama yang kini hanya menjadi rongsokan.
Dikonfirmasi temuan ini, Pemkot Bekasi melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) akhirnya mengangkut dan mendata
sejumlah kendaraan dinas di lahan Eks Wali Kota Bekasi ini.
Kepala BPKAD Kota Bekasi, Yudianto membenarkan ada pemindahan unit aset
tersebut. Menurutnya, proses ini adalah tindak lanjut prosedural untuk menilai kondisi
fisik kendaraan yang mayoritas sudah mengalami kerusakan berat.
Yudianto menjelaskan, kendaraan-kendaraan operasional, termasuk mobil berdimensi besar yang selama ini terparkir di lokasi tersebut, tengah memasuki tahap penilaian (appraisal) oleh tim independen.
“Mobil-mobil besar itu memang sudah lama di sana. Kondisinya apa adanya, bahkan
ada yang ditumbuhi rumput. Nanti akan dinilai oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP),
nilainya tentu sudah jauh turun,” ungkap Yudianto kepada wartawan, Rabu (21/01/26).
Yudianto memaparkan bahwa mekanisme penghapusan aset negara tidak bisa dilakukan sembarangan. Pihaknya harus menunggu hasil audit valuasi dari KJPP untuk menentukan harga dasar lelang.
Berdasarkan estimasi awal, kendaraan dengan kondisi rusak berat diprediksi mengalami depresiasi nilai yang signifikan, hanya menyisakan sekitar 20 hingga 30 persen dari harga perolehan awal. Opsi pelelangan pun kemungkinan akan dilakukan dengan sistem borongan (scrap).
Terkait jumlah pasti unit yang sedang diinventarisasi, Yudianto menyebut timnya
masih bekerja di lapangan untuk memverifikasi data fisik antara mobil, motor, maupun kendaraan operasional khusus seperti pemadam kebakaran.
“Sekarang masih kta data. Kemarin itu baru tahap awal dalam rangka pendataan
dan penilaian,” tegasnya.***
Sumber : BekasiSatu.com





