Rabu, April 1, 2026
spot_img

Demo Sempat Ricuh, Wabup Maslani Terima Aspirasi Mahasiswa PMII

KARAWANG – Aksi demonstrasi para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan gerbang kantor Pemkab Karawang sempat berlangsung ricuh, Jumat (13/2/2026).

Pendemo yang dijaga ketat aparat kepolisian dan Satpol PP tak diizinkan masuk ke halaman kantor Pemkab Karawang.

Alhasil, pendemo membakar ban bekas, menendang dan mendorong gerbang, hingga sempat terjadi aksi saling dorong saat diredam oleh anggota Satpol PP.

Tetapi setelah sekian lama para pendemo berorasi, akhirnya mereka diterima langsung oleh Wakil Bupati Karawang, H. Maslani untuk menyampaikan aspirasi.

Ketua PMII Cabang Karawang, Mardika mengatakan, bahwa aksi ini menyoroti berbagai persoalan krusial yang hingga kini belum ditangani secara serius. Isu-isu tersebut meliputi kondisi jalan berlubang, penanganan banjir di Karawang, pelayanan kesehatan, fasilitas pendidikan, serta tata kelola infrastruktur daerah.

Berita Lainnya  Wali Kota Tri : Pendatang Harus Siapkan Skill untuk Bersaing

“Berdasarkan hasil kajian kami, sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan masih berada dalam kategori kurang baik. Pelaksana teknisnya ada di OPD, sehingga kami meminta OPD-OPD ini dirapikan dan diawasi secara serius,” ujar Mardika, dilanskr dari JabarNet.com.

Ia juga menyoroti lemahnya pola perawatan infrastruktur. Menurutnya, perbaikan jalan dan tanggul kerap bersifat reaktif dan baru dilakukan setelah terjadi kerusakan parah atau viral di media sosial.

“Kami tidak ingin perbaikan hanya bersifat momentum. Harus ada perawatan berkala, bukan menunggu ada korban atau sorotan publik,” tegasnya.

Selain itu, PMII turut menyoroti sektor pelayanan kesehatan yang dinilai masih menyulitkan masyarakat, serta pembangunan desa yang dianggap belum menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Berita Lainnya  Puncak Arus Balik di Karawang Diprediksi Terjadi Sabtu-Minggu

“Desa adalah pilihan pembangunan. Jangan sampai desa hanya diperhatikan saat momentum politik atau ketika viral. Banyak desa di Karawang yang jumlah penduduknya sudah melebihi ketentuan, tapi belum diiringi penguatan otonomi dan kesejahteraan,” kata Mardika.

Dalam audiensi tersebut, PMII juga menyampaikan kajian awal terkait persoalan tata kelola kota, termasuk penataan kabel semrawut serta penanganan gelandangan dan pengemis. PMII menilai penanganan selama ini masih sebatas penertiban tanpa diiringi program pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Kami tidak menolak penertiban, tetapi pemerintah harus memberikan solusi. Gelandangan dan pengemis perlu diberdayakan, diberikan lapangan pekerjaan, bukan sekadar ditangkap lalu dilepas kembali,” tandasnya.

Berita Lainnya  3.300 Calon Jemaah Haji Bekasi Divaksin Meningitis dan Polio

Mardika menyebutkan terdapat sekitar tujuh hingga delapan tuntutan utama yang disampaikan dalam aksi tersebut.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Karawang dapat menindaklanjutinya secara konkret demi terwujudnya pembangunan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat,” katanya.

Sementara di lokasi terpantau, Wabup Maslani yang didampingi Kepala Baperinda Karawang, Ridwan Salam akhirnya menyetujui dan menandatangani tuntutan pada pendemo.

Meski sempat terjadi kericuhan di aksi demonstrasi ini, tetapi akhirnya para pendemo membubarkan diri dengan tertib, setelah tuntutan mereka diamini Wabup Maslani.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ancam dan Peras PNS, Oknum Wartawan di Subang Ditetapkan Tersangka

SUBANG - Polres Subang mengungkap kasus dugaan tindak pidana pemerasan dan/atau pengancaman yang terjadi di lingkungan Kantor Bidang Panwasrik Bapenda Subang. Kasus ini melibatkan...

Potongan Tubuh Ditemukan di Bogor, Pelaku Mutilasi di Bekasi Ditangkap

BEKASI - Misteri temuan mayat termutilasi dalam freezer kios ayam geprek di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi mulai terkuak. Korban berinisial AH itu ternyata dibunuh oleh dua...

Geger Temuan Jasad Tanpa Tangan dan Kaki di Dalam Freezer

BEKASI - Warga Kabupaten Bekasi digegerkan dengan penemuan jasad seorang penjaga ruko yang juga diketahui bekerja sebagai karyawan freelance ayam geprek, di dalam freezer...

2 Wanita Diduga Jadi Korban Pelecehan, Pelaku Nyebur ke Got

KOTA BEKASI - Dua wanita menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh seorang pria di kawasan Harapan Indah, Kota Bekasi. Usai kejadian, korban sempat mengejar...

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban ‘Kecelakaan Maut’ Truk Box Tabrak Warung di Subang

SUBANG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung membantu keluarga korban kecelakaan lalu lintas tragis yang terjadi di wilayah Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang. Bantuan...

Hukum

Kejari Subang Musnahkan Barang Bukti Hasil Kejahatan

SUBANG - Pemusnahan barang bukti hasil tindak pidana yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (Inkrah) dilakukan Kejaksaan Negeri Subang, Senin (30/3/2026). ‎ ‎Kepala Kejaksaan Negeri Subang,...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan