Minggu, Agustus 9, 2026
spot_img

CELIOS : Purbaya Jago Bikin Gimik dengan Gaya Ceplas-ceplos

DIREKTUR Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menyebut Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, jago membuat gimik dengan gaya ceplas-ceplos dan koboinya daripada Menkeu sebelumnya, yakni Sri Mulyani yang dinilai lebih hati-hati dalam berbicara.

Awalnya, Bhima menyinggung terkait kebijakan Purbaya yang mengguyurkan uang pemerintah Rp200 triliun yang mengendap di Bank Indonesia (BI) untuk disalurkan ke bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Tujuan dana tersebut disalurkan untuk mendukung ketersediaan likuiditas guna mendorong peningkatan penyaluran kredit sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Bhima merasa heran dengan kebijakan Purbaya tersebut, karena saat ini, menurutnya pertumbuhan kredit di Indonesia sedang rendah.

Sehingga, kata Bhima, kebijakan itu justru tidak mendorong ekonomi.

“Rp200 triliun dikasih ke bank pemerintah dalam 1 bulan kurang itu 70 persen sebagian sudah disalurkan. Jadi berapa tuh per hari? Ya kan tinggal dibagi aja. Gimana mungkin nyalurkan uang sebanyak itu di saat pertumbuhan kreditnya lagi rendah?,” ucap Bhima dalam wawancara eksklusif bersama Tribunnews di program Overview, Rabu (22/10/2025).

“Banyak yang eksperimental. Saya setuju dengan Bang Hensa tadi, jadi banyak yang masih coba-coba. Kalau dibilang apakah ini mendorong ekonomi, juga enggak,” tambahnya.

Oleh karena itu, Bhima lantas mengatakan bahwa Purbaya memang jago membuat gimik daripada Sri Mulyani.

Berita Lainnya  Bak di Film Laga, Polisi Kejar-kejaran dengan Pelaku Ganjal ATM

Namun, menurut Bhima, semua yang dibicarakan Purbaya semenjak menjabat sebagai Menkeu tidak berdampak bagus, termasuk kepada reaksi para investor.

Hanya reaksi publik saja yang tampak senang dengan berbagai kebijakan Purbaya tersebut.

“Buktinya apa? Purbaya memang jago dia bikin gimik tuh dibandingkan Bu Sri Mulyani yang agak hati-hati ngomong, kira-kira gitu. Tapi semua yang diomongin sama Purbaya sebenarnya dari level kebijakan dan reaksi dari para investor, itu juga enggak bagus,” paparnya.

“Reaksi publik aja itu senangnya kelihatan, tapi orang tuh akan ngelihat, ini kok Purbaya dengan akrobatnya seolah menyenangkan dari segi komunikasi publik ya, ceplas-ceplos atau koboi itu,” sambung Bhima.

Meski kebijakan Purbaya mendapatkan respons bagus di mata publik, Bhima mengatakan, kebijakan Menkeu yang mengguyur Rp200 triliun ke bank Himbara itu hingga sekarang tidak dirasakan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Bahkan, Bhima juga menyinggung soal harga beras yang sampai saat ini masih terhitung tinggi.

“Tapi enggak kerasa tuh harga beras masih tinggi. Terus kemudian banyak UMKM nanya, yang Rp200 triliun itu kok enggak ke UMKM ya, kok enggak dirasakan sama UMKM ya, Rp200 triliun itu uang yang besar sekali gitu,” katanya.

Berita Lainnya  Desa Pasirkaliki Gelar Penetapan dan Pengundian Nomor Calon BPD, Kades Engkos Tegaskan 'Zero Money Politic'

“Itu enggak dirasakan sama masyarakat bawah. Jadi orang ngelihat ini uang gimana sebenarnya. Jadi pas Purbaya gantiin Sri Mulyani ‘tesisnya beda dong, saya sama Sri Mulyani’. Sri Mulyani itu jaga defisit di bawah 3 persen ketat, Purbaya ini akan lebih agresif. Nah kira-kira kan gitu statementnya,” ujarnya lagi.

Menurut Bhima, keagresifan Purbaya dalam melakukan terobosan-terobosan itu justru dikhawatirkan tidak akan berdampak pada lapangan pekerjaan atau program-program yang bisa kesejahteraan rakyat.

“Tapi keagresifannya dia, nah itu khawatir masuk ke program-program yang enggak ngaruh ke lapangan kerja, enggak ngaruh kepada program-program yang bisa meningkatkan kesejahteraan,” ucapnya.

Dengan demikian, Bhima mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan oleh Pemerintah akan sulit tercapai di tahun 2025 ini.

“Jadi pertumbuhan ekonominya yang dijanjikan 8 persen itu hampir dipastikan susah tercapai tahun ini,” tutur Bhima.

Purbaya sebelumnya menyampaikan optimismenya bahwa pertumbuhan konsumsi masyarakat pada kuartal IV-2025 akan menembus di atas 5,5 persen, lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,12 persen pada kuartal II-2025.

Optimisme itu, kata Purbaya, didukung oleh kebijakan pemerintah yang gencar memberikan insentif fiskal untuk menjaga momentum ekonomi, salah satunya yakni melalui penempatan dana sebesar Rp200 triliun ke bank Himbara, guna untuk memperkuat likuiditas dan mendorong pembiayaan sektor riil.

Berita Lainnya  Polisi Tetapkan 7 Tersangka dalam Kasus Bentrokan di Tambak - Jakpus

“Data retail sales BI mulai naik di bulan terakhir ini, di September. Karena sebagian dampak dari uang yang saya gelontorkan mulai terasa di sistem. Saya pikir Oktober, November, Desember akan lebih terlihat dampaknya di ekonomi,” papar Purbaya.

Purbaya juga menegaskan soal kesiapannya menambah dana likuiditas bila diperlukan.

Pemerintah pun menggelontorkan ragam insentif untuk mendorong daya beli masyarakat, di mana tambahan anggaran tersebut berasal dari pos yang tidak terserap sepenuhnya.

Sebagian dana kemudian dialihkan untuk memperpanjang program bantuan, yang semula direncanakan hanya berlangsung dua bulan menjadi tiga bulan.

Selain itu, bantuan kini juga mencakup kelompok masyarakat di desil 3 dan 4, yang dinilai masih rentan namun sebelumnya belum menerima dukungan dari pemerintah.***

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul CELIOS Sebut Menkeu Purbaya Jago Bikin Gimik, Singgung soal Guyuran Rp200 Triliun Tak Dirasakan UMKM, https://www.tribunnews.com/nasional/7745399/celios-sebut-menkeu-purbaya-jago-bikin-gimik-singgung-soal-guyuran-rp200-triliun-tak-dirasakan-umkm?page=2.
Penulis: Rifqah
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Singgung Pembagian ‘Fee’ Saat Live di Medsos, Dedi Mulyadi Minta ASN di Bandung Barat Diberi Sanksi Tegas

BANDUNG - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus PPPK di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berinisial IYV memicu kontroversi setelah melakukan siaran langsung (live) di...

MUI Haramkan Pria Memakai Pakaian Wanita Saat Karnaval Agustusan

JAKARTA - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,...

Diduga Korban Perampokan, Ibu dan Anak Tewas Tragis dalam Kondisi Terikat

LANDAK - Warga digegerkan oleh penemuan jasad seorang ibu dan anak balitanya di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak,...

Polda Jabar Tangkap 2 Orang Terduga Penghasutan di Medsos, Pernyataan Presiden Prabowo Soal Nuklir Iran

BANDUNG - Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat menangkap dua orang terkait unggahan di platform media sosial Threads yang memuat isu mengenai pernyataan Presiden...

Ratusan Senjata Api, Narkoba hingga VCD Porno Ditemukan di Ruangan Sekolah Swasta di Jaksel

JAKARTA - Sebanyak 995 senjata api (senpi) ditemukan di sebuah ruangan sekolah swasta wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026). Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan