Senin, Maret 23, 2026
spot_img

Banjir Rob, Ribuan Rumah di Legon Kulon – Subang Terendam 40 Cm

SUBANG – Banjir rob kembali melanda pesisir Kabupaten Subang. Ribuan rumah di Kecamatan Legon Kulon dan Blanakan terendam sejak Kamis (4/12/2025) pagi setelah air laut dari Laut Jawa meluap menuju kawasan permukiman.

‎Air mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 06.00 WIB dan terus naik hingga mencapai ketinggian 20-40 Cm pada pukul 11.00 WIB.

Desa Terparah

‎Dua desa terdampak cukup parah akibat banjir rob itu yakni Desa Mayangan dan Desa Legon Wetan di Kecamatan Legon Kulon, serta sejumlah titik di Kecamatan Blanakan.

‎Anggota BPBD Subang, Didin Tajudin, mengatakan pihaknya masih melakukan pemantauan sekaligus koordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk langkah penanganan darurat.

Berita Lainnya  Arif Dianto Nyalon Ketua KADIN Karawang

‎”Kondisi hari ini di Desa Mayangan dan Legon Wetan air sudah masuk ke permukiman. Ketinggian 20-40 cm.”

“Di Legon Wetan ada sekitar 600 rumah terdampak, sementara di Mayangan 302 rumah,” ujar Didin saat dikonfirmasi Tribunjabar.id, Kamis (4/11/2025).

Warga Kemasi Barang Berharga

‎Ia menyebutkan, sebagian warga mulai mengemasi barang-barang berharga agar tidak terendam air.

Meski demikian, mayoritas masih memilih bertahan di rumah karena tidak ada lokasi pengungsian yang memadai.

‎”Beresin ini aja, Pak, biar nggak kerendem banjir. Mau ngungsi ke mana? Jadi bertahan aja,” kata Dodi, warga Mayangan.

‎Aktivitas pendidikan juga ikut terganggu. Di SD Mayangan, air rob sudah memasuki ruang kelas hingga setinggi dengkul orang dewasa.

Berita Lainnya  Perlancar Arus Mudik, Polres Purwakarta Sterilisasi Kendaraan Sumbu 3

Guru terpaksa memulangkan murid lebih awal demi keselamatan.

‎”Hari ini kita pulangkan anak-anak lebih cepat karena air pasang terus naik.

Sudah masuk ke kelas setinggi sedengkul,” ujar Leni Handayani, guru SD Mayangan.

‎BPBD Subang mengimbau masyarakat di wilayah pesisir untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca dan gelombang pasang masih tidak stabil.(*)

Sumber : TribunNews.com

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori Ditangkap

JAKARTA - Kasus pembunuhan tragis menimpa Dwintha Anggary, cucu dari komedian legendaris Mpok Nori. Korban ditemukan tewas bersimbah darah di kamar kosnya di kawasan...

Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, MAKI Kritik Keras KPK

JAKARTA  - Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengkritik keras sikap KPK yang mengalihkan penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah. KPK dinilai...

Gus Yaqut Menghilang di Rutan, Ternyata Jadi Tahanan Rumah

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) membenarkan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) tak lagi menjalani penahanan di Rumah...

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan