Selasa, Agustus 4, 2026
spot_img

Antisipasi Lonjakan Sampah Lebaran, DLH Bekasi Buka 2 Zona TPA

BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, membuka dua zona buang sekaligus pada area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng sebagai langkah antisipasi lonjakan volume sampah masyarakat usai periode libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Syafri Donny Sirait menyatakan opsi pembukaan dua zona pembuangan menjadi strategi untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah sepanjang libur Lebaran guna memastikan pelayanan pengelolaan sampah tetap berjalan optimal meski terjadi peningkatan signifikan.

“Zona utara dan selatan kita buka sekaligus begitu selesai periode libur Idul Fitri kemarin agar sampah yang dibawa ke TPA Burangkeng bisa segera diproses ke pembuangan,” katanya di Cikarang, Sabtu (28/3/2026).

Dia menyatakan lonjakan volume sampah terjadi usai penutupan sementara aktivitas di TPA Burangkeng pada 20-24 Maret 2026 berkaitan libur dan cuti bersama Idul Fitri sehingga dibutuhkan penanganan khusus agar seluruh sampah dapat ditampung secara optimal.

Berita Lainnya  Desa Pasirkaliki Gelar Penetapan dan Pengundian Nomor Calon BPD, Kades Engkos Tegaskan 'Zero Money Politic'

Pihaknya mencatat sejak dibuka kembali pada Rabu (25/3/2026) tercatat sedikitnya ada 100 kendaraan truk pengangkut sampah yang masuk ke TPA Burangkeng untuk bongkar muat. Satu armada truk rata-rata mengangkut sampah seberat 4-5 ton.

Sehari setelahnya atau Kamis (26/3/2026) jumlah armada pengangkut sampah yang masuk dan tercatat pada basis data UPTD Pengelolaan Sampah TPA Burangkeng bertambah menjadi 150 kendaraan.

Lonjakan signifikan terjadi pada Jumat (27/3/2026) di mana aktivitas pembuangan melayani hingga 370 truk pengangkut sampah. “Alhamdulillah, meskipun terjadi peningkatan hingga ratusan kendaraan, kondisi masih dalam tahap wajar karena antrean bisa diantisipasi dengan membuka dua zona sekaligus,” ucapnya.

Dirinya menyebut aktivasi dua zona buang ini terbukti efektif mengurai antrean kendaraan pengangkut sampah yang meningkat selama periode arus mudik dan balik Lebaran sehingga pelayanan pengelolaan sampah dapat dijalankan secara optimal.

Berita Lainnya  Protes Pemadaman Listrik Bergilir, Pendemo Tumpahkan Bangkai Ayam

Donny mengaku aktivitas mudik berdampak pada penurunan volume sampah khususnya sektor rumah tangga mengingat banyak warga Kabupaten Bekasi berstatus pendatang namun di sisi lain, geliat perekonomian masyarakat sepanjang libur Lebaran turut berkontribusi terhadap peningkatan produksi sampah.

“Banyak pelaku usaha kecil yang membuka lapak dadakan dan mereka menghasilkan sampah. Bagus dari aspek perekonomian namun sayangnya masih ada yang buang sampah sembarang, di TPS liar maupun bantaran sungai. Kami optimalkan peran segenap UPTD untuk mengangkut sampah-sampah tersebut ke TPA,” ucapnya.

Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas LH Kabupaten Bekasi Mansur Sulaiman melanjutkan mitigasi pencegahan lonjakan sampah turut dilakukan melalui sejumlah upaya. Salah satunya, sosialisasi kepada masyarakat terkait gerakan mudik tanpa sampah.

“Upaya ini penting dilakukan terutama kepada para pemudik, mengingat Kabupaten Bekasi menjadi jalur lintasan dengan proyeksi lebih dari satu juta pemudik,” katanya.

Berita Lainnya  Dugaan Malapraktik di Klinik Zhafira Zafira Karawang Berakhir dengan Damai

Langkah lain dengan memastikan kesiapan armada pengangkut sampah jauh-jauh hari sebelum periode libur hari raya, mencakup perawatan kendaraan hingga ketersediaan bahan bakar minyak sehingga operasional tetap berjalan maksimal tanpa penambahan armada baru.

Pihaknya juga berencana menggandeng swasta dalam pengelolaan sampah non organik usai Lebaran melalui skema penambangan atau mining di area TPA Burangkeng dengan tujuan menekan volume sampah yang sudah menumpuk.

“Kami turut mengimbau segenap masyarakat untuk dapat memilah sampah dari rumah masing-masing sebagai solusi sederhana namun efektif dalam mengurangi beban di TPA Burangkeng,” kata dia.***

Sumber : AntaraNews

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Mulut Dilakban, Nenek ini Dirampok Tetangga Saat Mau Laksanakan Salat Dzuhur

JAKARTA - Seorang nenek bernama Hartati (61) datang ke Polsek Cakung melaporkan bahwa dirinya diikat lakban dan dirampok saat hendak melaksanakan salat. Pelaku adalah...

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah...

Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

MIMIKA - Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,...

707 Siswa dan Guru di SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf

SEMARANG - Sebanyak 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Yaitu dimana 693...

KDM akan Beri Hadiah bagi Warga yang Bisa Memposting Keberadaan Warung Tramadol

BANDUNG - Setelah membuka sayembara memburu dan menangkap para pelaku begal untuk diserahkan ke pihak kepolisian dalam kondisi hidup, kini Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan