Rabu, Agustus 5, 2026
spot_img

Manaf Zubaidi Dinonaktifkan dari Pengawas YBPP UBP Karawang

KARAWANG – Yayasan Buana Pangkal Perjuangan (YBPP) Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan Manaf Zubaidi dari jabatannya sebagai pengawas yayasan.

Keputusan tersebut diambil menyusul viralnya perdebatan Manaf Zubaidi dengan Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi beberapa waktu lalu.

Sekretaris YBPP Karawang, Dr. Ahmad Fauzi, M.Kom., menegaskan, sikap dan pernyataan yang dilakukan Manaf saat perdebatan tersebut bersifat pribadi dan tidak mewakili kelembagaan.

“Kami sudah melakukan pembinaan internal dengan menonaktifkan yang bersangkutan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Fauzi, Kamis (13/11/2025), dilansir dari instagram @informasi_karawang .

Berita Lainnya  Jurnalis Gelar Aksi Tolak Pelabelan 'Londo Ireng'

YBPP Karawang, kata dia, menghormati dan mendukung sepenuhnya kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam upaya penertiban dan normalisasi sungai PJT demi kepentingan masyarakat luas.

Menurutnya, keputusan penonaktifan itu pun merupakan hasil rapat yayasan yang dipimpin langsung oleh Ketua Pembina, Letjen (Purn) Kiki Syahnakri, pada Rabu, 12 November 2025.

“Sebagai lembaga pendidikan dan sosial, kami senantiasa menjunjung tinggi etika, sopan santun, serta semangat kerjasama yayasan yang baik dengan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat,” kata dia.

Berita Lainnya  Demo di Kejagung Nyaris Ricuh, Polisi Hampir Adu Fisik dengan Mahasiswa

“Ini juga bentuk komitmen yayasan menjaga nama baik lembaga dan hubungan harmonis dengan pemerintah,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar dapat membedakan antara tindakan personal dan sikap lembaga.

Sebab Fauzi menegaskan bahwa YBPP UBP Karawang berkomitmen menjaga profesionalitas dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika, sopan santun, serta kerja sama dengan seluruh pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat.

“Kami berharap publik bisa memisahkan antara manusia dengan perilakunya. Lembaga sudah bertindak tegas dengan menonaktifkannya, sedangkan persoalan pribadi silakan diselesaikan secara sosial,” pungkasnya.***

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Warga dan Siswa di Papua Diduga Keracunan Setelah Konsumsi MBG

JAYAPURA - Sejumlah siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati Jayapura Yunus Wonda langsung meninjau...

Warga Depok Geger Penemuan Mayat Tanpa Kaki Diduga Korban Mutilasi

DEPOK - Mayat tanpa kaki diduga korban mutilasi ditemukan di sebuah lahan kosong, Pancoran Mas, Depok. Jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat...

Mulut Dilakban, Nenek ini Dirampok Tetangga Saat Mau Laksanakan Salat Dzuhur

JAKARTA - Seorang nenek bernama Hartati (61) datang ke Polsek Cakung melaporkan bahwa dirinya diikat lakban dan dirampok saat hendak melaksanakan salat. Pelaku adalah...

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah...

Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

MIMIKA - Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan