Rabu, September 23, 2026
Google search engine

Viral Tugu Ikan Gabus, Ternyata Warga Urunan Saat 17 Agustusan

BEKASI – Sebuah video memperlihatkan adanya tugu ikan gabus di Kecamatan Tambun UtaraKabupaten Bekasiviral di media sosial.

Video tersebut salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @infobekasi.coo.

Dalam video tersebut, terlihat tugu ikan gabus tersebut berada di jalan menuju pintu Tol Gabus, Desa Srijaya, Kecamatan Tambun UtaraKabupaten Bekasi Jawa Barat.

Ikan gabus tersebut berwarna abu-abu dan putih dan dipasang menggunakan tiang penyangga.

Belakangan diketahui bahwa tugu ikan gabus tersebut terbuat dari bahan bambu dan karpet dengan panjang kurang lebih 5 meter.

Kerangka di bagian dalam tugu menggunakan anyaman bambu yang membentuk ikan gabus.

Sementara, di bagian luar, kerangka tersebut dibalut oleh bahan karpet mengikuti pola tubuh ikan gabus.

Lantas, seperti apa cerita di balik adanya tugu ikan gabus di Bekasi?.

Urunan Warga

Camat Tambun Utara, Najmudin menjelaskan bahwa tugu ikan gabus itu tidak dibuat oleh pemerintah, melainkan urunan warga Kampung Gabus.

Tepatnya, warga melakukan urunan untuk membiayai patung oleh tokoh pengrajin di Kampung Gabus untuk acara arak-arakan perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Berita Lainnya  Diungkap KDM Terlibat Transportasi Truk Tambang PT. Jui Shin Indonesia, Anggota DPRD Jabar H. Jenal Arifin Sampaikan Klarifikasi

“Festival itu kan biasanya ada kayak semacam barongsai, kita arak-arak,” ucap Najmudin, Minggu (19/10/2025), dikutip dari Kompas.com.

“Nah, ini murni partisipasi masyarakat gitu, mereka nyumbang untuk acara Festival Kali Gabus,” sambungnya.

Najmudin mengungkapkan bahwa pembuatan tugu ikan gabus tersebut menelan biaya Rp2,5 juta dengan dana seluruhnya hasil urunan warga.

“Kalau saya tanya ke warga pengrajinnya, itu menghabiskan dana sekitar Rp 2,5 juta. Itu murni dari dana warga, tanpa ada campur tangan kami (pemerintah),” kata dia.

Alasan Dibuat Ikan Gabus

Sementara itu, alasan di balik pemilihan ikan gabus sebagai ikon Tambun Utara ternyata karena berkaitan dengan kebudayaan setempat.

“Itu (ikan gabus) memang sebuah entitas budaya di daerah kami,” kata Najmudin.

“Termasuk, di Tambun Utara itu dari total delapan desa, lima desanya itu disebutnya Kampung Gabus,” jelas dia.

Berita Lainnya  Anak Buahnya Kena OTT KPK, Petani Karawang Sempat Demo Minta Prabowo Copot Nusron Wahid

Kendati demikian, Najmudin menilai bahwa tugu ikan gabus tersebut belum sepenuhnya bisa disebut sebagai tugu.

Alasannya, patung tersebut belum permanen karena hanya terbuat dari karpet.

“Belum bisa disebut tugu itu kalau menurut saya, masih seperti boneka gitu lah. Karena kalau tugu biasanya kan dari beton, besi, atau apa gitu kan, permanen,” kata dia.

Sementara itu, Edi (46) warga asli Desa Gabus Srijaya mengaku mengetahui proses pembuatan patung ikan gabus tersebut sejak awal.

“Awalnya kan pas 17 Agustus-an diadain mancing gratis tuh di Kali Gabus,” tutur Edi.

“Warga pada patungan gitu buat bikin karnaval nih, apa yang seru? Ya sudah patung ikan gabus,” tambah dia.

Menurut Edi, sejak zaman dahulu, kawasan tempat tinggalnya memang terkenal memiliki rawa yang penuh dengan ikan gabus.

“Dari zaman dulu memang, kalau kata orang tua saya itu rawa semua,” ujar Edi.

“Dari rawa sampai ke got, selokan lah bahasanya, itu banyak banget ikan gabusnya, terkenal lah,” imbuhnya.

Berita Lainnya  Apresiasi Kinerja Kasi Pidsus, Pengamat Desak Kejaksaan Bongkar Keterlibatan BTN

Bukan hanya itu, lanjut Edi, warga Kampung Gabus juga percaya bahwa pada zaman dahulu, bentuk kampungnya seperti ikan gabus jika dilihat dari peta.

Mulai dari kawasan ujung yang menjadi kepalanya dan permukiman yang berbelok-belok membentuk badan, sirip, sampai pada ekor ikan gabus.

Bahkan, kata Edi, di Jakarta dan sekitarnya, olahan ikan gabus yang ada di daerah Tambun Utara merupakan yang terbaik dari segi cita rasa kuliner.

“Kita kan dari dulu emang udah akrab banget sama gabus. Saya yakin, mohon maaf ya, sama daerah lain, pasti beda,” kata Edi.

“Walaupun bawa nama restoran Gabus, tapi pasti beda. Pucungnya itu beda sama orang asli sini,” ucap Edi.***

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng Menu MBG

Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Tengah meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng. Buah tersebut merupakan bagian dari menu program Makan Bergizi...

Dedi Mulyadi Disandingkan dengan Gibran untuk Pilpres 2029?

Nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mulai ramai dikaitkan dengan Pemilihan Presiden 2029. Wacana tersebut salah satunya...

Satir Tajam Ketika Guru Disuruh Mencium Bau MBG : “Guru Berubah Fungsi Jadi Anjing Pelacak”

Guru bernama Desy Idayanti viral setelah melontarkan satir tajam yang menyebut guru kini seperti anjing pelacak, karena harus mencium dan memeriksa makanan program Makan...

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

Hukum

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan