Minggu, Juli 26, 2026
spot_img

Viral Tugu Ikan Gabus, Ternyata Warga Urunan Saat 17 Agustusan

BEKASI – Sebuah video memperlihatkan adanya tugu ikan gabus di Kecamatan Tambun UtaraKabupaten Bekasiviral di media sosial.

Video tersebut salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @infobekasi.coo.

Dalam video tersebut, terlihat tugu ikan gabus tersebut berada di jalan menuju pintu Tol Gabus, Desa Srijaya, Kecamatan Tambun UtaraKabupaten Bekasi Jawa Barat.

Ikan gabus tersebut berwarna abu-abu dan putih dan dipasang menggunakan tiang penyangga.

Belakangan diketahui bahwa tugu ikan gabus tersebut terbuat dari bahan bambu dan karpet dengan panjang kurang lebih 5 meter.

Kerangka di bagian dalam tugu menggunakan anyaman bambu yang membentuk ikan gabus.

Sementara, di bagian luar, kerangka tersebut dibalut oleh bahan karpet mengikuti pola tubuh ikan gabus.

Lantas, seperti apa cerita di balik adanya tugu ikan gabus di Bekasi?.

Urunan Warga

Camat Tambun Utara, Najmudin menjelaskan bahwa tugu ikan gabus itu tidak dibuat oleh pemerintah, melainkan urunan warga Kampung Gabus.

Tepatnya, warga melakukan urunan untuk membiayai patung oleh tokoh pengrajin di Kampung Gabus untuk acara arak-arakan perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Berita Lainnya  Khawatir Ganggu Nilai Pluralisme, Tokoh Masyarakat ini Tak Setuju Jika Nama Jawa Barat Diganti dengan Tatar Sunda

“Festival itu kan biasanya ada kayak semacam barongsai, kita arak-arak,” ucap Najmudin, Minggu (19/10/2025), dikutip dari Kompas.com.

“Nah, ini murni partisipasi masyarakat gitu, mereka nyumbang untuk acara Festival Kali Gabus,” sambungnya.

Najmudin mengungkapkan bahwa pembuatan tugu ikan gabus tersebut menelan biaya Rp2,5 juta dengan dana seluruhnya hasil urunan warga.

“Kalau saya tanya ke warga pengrajinnya, itu menghabiskan dana sekitar Rp 2,5 juta. Itu murni dari dana warga, tanpa ada campur tangan kami (pemerintah),” kata dia.

Alasan Dibuat Ikan Gabus

Sementara itu, alasan di balik pemilihan ikan gabus sebagai ikon Tambun Utara ternyata karena berkaitan dengan kebudayaan setempat.

“Itu (ikan gabus) memang sebuah entitas budaya di daerah kami,” kata Najmudin.

“Termasuk, di Tambun Utara itu dari total delapan desa, lima desanya itu disebutnya Kampung Gabus,” jelas dia.

Berita Lainnya  Imbas Sayembara Dedi Mulyadi, Warga Rame-rame Turun ke Jalan Sweeping Buru Pelaku Begal

Kendati demikian, Najmudin menilai bahwa tugu ikan gabus tersebut belum sepenuhnya bisa disebut sebagai tugu.

Alasannya, patung tersebut belum permanen karena hanya terbuat dari karpet.

“Belum bisa disebut tugu itu kalau menurut saya, masih seperti boneka gitu lah. Karena kalau tugu biasanya kan dari beton, besi, atau apa gitu kan, permanen,” kata dia.

Sementara itu, Edi (46) warga asli Desa Gabus Srijaya mengaku mengetahui proses pembuatan patung ikan gabus tersebut sejak awal.

“Awalnya kan pas 17 Agustus-an diadain mancing gratis tuh di Kali Gabus,” tutur Edi.

“Warga pada patungan gitu buat bikin karnaval nih, apa yang seru? Ya sudah patung ikan gabus,” tambah dia.

Menurut Edi, sejak zaman dahulu, kawasan tempat tinggalnya memang terkenal memiliki rawa yang penuh dengan ikan gabus.

“Dari zaman dulu memang, kalau kata orang tua saya itu rawa semua,” ujar Edi.

“Dari rawa sampai ke got, selokan lah bahasanya, itu banyak banget ikan gabusnya, terkenal lah,” imbuhnya.

Berita Lainnya  Diduga Terlibat Kasus Asusila, Maskar Desak Bupati Karawang Copot Kadishub Muhana

Bukan hanya itu, lanjut Edi, warga Kampung Gabus juga percaya bahwa pada zaman dahulu, bentuk kampungnya seperti ikan gabus jika dilihat dari peta.

Mulai dari kawasan ujung yang menjadi kepalanya dan permukiman yang berbelok-belok membentuk badan, sirip, sampai pada ekor ikan gabus.

Bahkan, kata Edi, di Jakarta dan sekitarnya, olahan ikan gabus yang ada di daerah Tambun Utara merupakan yang terbaik dari segi cita rasa kuliner.

“Kita kan dari dulu emang udah akrab banget sama gabus. Saya yakin, mohon maaf ya, sama daerah lain, pasti beda,” kata Edi.

“Walaupun bawa nama restoran Gabus, tapi pasti beda. Pucungnya itu beda sama orang asli sini,” ucap Edi.***

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

1 Orang Tewas, Polisi Ungkap Penyebab Bentrokan Massa di Jakarta Pusat, Benarkah Gegara Makan Nasi Uduk Gak Bayar?

JAKARTA - Polisi menyebut bentrokan pecah antara warga dan sekelompok orang di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026), akibat salah paham. Kapolres Metro Jakarta...

Karawang Jadi Wilayah Tujuan Pengemis, Penghasilan Bisa Sampai Rp 150 Ribu per Hari

KARAWANG - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyebut Karawang kini menjadi tujuan aktivitas gelandangan, pengemis, pemulung, dan pengamen dari berbagai daerah karena...

Polisi Selidiki Misteri Tewasnya Sutrimo, Mantan Karumga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

JAKARTA - Polda Metro Jaya menyatakan tengah menyelidiki penyebab kematian pria bernama Sutrimo. Ia diduga merupakan mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jaksa Agung Muda...

Kebakaran Hebat Hanguskan 70 Rumah Adat di Sukabumi

SUKABUMI - Kebakaran meratakan permukiman di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kabupaten Sukabumi. Total 70 rumah di lokasi ludes terbakar. Laporan kebakaran itu terjadi...

Febri Diansyah Jadi Pengacara Febrie Adriansyah

JAKARTA - Eks Juru Bicara KPK, Febri Diansyah bertindak sebagai Kuasa Hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah pada kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan