Minggu, Juli 26, 2026
spot_img

Ramai #Boikot_Trans7, Majelis Alumni Pesantren Babakan Ciwaringin Tuntut Trans7 Minta Maaf

MENJELANG peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2025 mendatang, tiba-tiba saja ramai #Boikot_Trans7 di berbagai platform media sosial.

Persoalan ini muncul akibat tayangan program Xpose Trans7 yang dinilai telah menyudutkan dan melecehkan pondok pesantren, santri dan para kiyai.

Abdul Azis, Ketua Majelis Komunikasi Alumni Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon Makom Albab Cabang Karawang menilai jika pemberitaan atau tayangan video Trans7 tersebut telah menyudutkan pesantren, para kiyai dan para santri.

Ia menyayangkan sekelas televisi nasional masih ada pemberitaan seperti itu yang jauh dari etika jurnalistik, dewan redaksi seperti tidak profesional, seperti ada misi menyudutkan kelompok pesantren dengan membuat framing negatif dan buruk.

Berita Lainnya  Minta Masyarakat Bersabar, Pemkab Bekasi Percepat Penanganan 4 Titik Longsor Jalan CBL

Terlebih beberapa hari ke depan akan dilaksanakan peringatan Hari Santri Nasional.

“Ini pertanda buruk bagi banga dengan masih adanya sekelompok orang yang membuat framing buruk terhadap santri dan pesantren,” tutur Abdul Azis, Selasa (14/10/2025).

Selaku Ketua Alumni Makom Albab, Abi Azis (sapaan akrab) meminta Trans7 untuk memberikan klarifikasi dan permintaan maaf 1×24 jam kepada seluruh santri dan pondok pesantren se-Indonesia tentang pemberitaan tersebut.

“Kalau Trans7 tidak melakukan itu (klarifikasi dan permohonan maaf), kita akan silaturahmi ke kantor Trans7 di Jakarta dengan ribuan santri. Kita akan bersolawat di depan kantor Trans7,” tegasnya.

Berita Lainnya  Resmi Ditahan, Febrie: "Saya Merasa ini Kriminalisasi"

“Kita akan terus melakukan komunikasi dengan pimpinan pusat Makom Albab di PBNU, PWNU, maupun para pimpinan Makom Albab di Jakarta,” timpalnya.

Tangkapan layar program Xpose Trans7.

Sementara dilansir dari inilah.com, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Kediri menyatakan akan memberikan peringatan hukum kepada pimpinan program Xpose yang tayang di stasiun televisi Trans7.

Langkah ini diambil menyusul beredarnya video siaran yang dinilai tidak mendidik dan melecehkan martabat ulama, khususnya terhadap kiai sepuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, KH. Anwar Manshur.***

Berita Lainnya  Mantan Kabid Pasar Kota Bekasi Ditetapkan Tersangka Pungli MCK Bantargebang
Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kebakaran Hebat Hanguskan 70 Rumah Adat di Sukabumi

SUKABUMI - Kebakaran meratakan permukiman di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kabupaten Sukabumi. Total 70 rumah di lokasi ludes terbakar. Laporan kebakaran itu terjadi...

Febri Diansyah Jadi Pengacara Febrie Adriansyah

JAKARTA - Eks Juru Bicara KPK, Febri Diansyah bertindak sebagai Kuasa Hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah pada kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian...

Blunder Pernyataan Sudaryono: “Makan Bergizi Adalah Tender Politiknya Presiden Prabowo”

JAKARTA - Baru saja dilantik menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN),  Sudaryono sudah mengeluarkan pernyataan yang dinilai 'blunder', karena menyebut program Makan Bergizi Gratis...

Yusril Minta Dedi Mulyadi Hentikan Sayembara Buru Begal: “Beresiko Warga Main Hakim Sendiri”

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, mengaku tidak setuju dengan keputusan Gubernur...

Resmi Ditahan, Febrie: “Saya Merasa ini Kriminalisasi”

JAKARTA - Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah resmi ditahan usai menjalani pemeriksaan maraton oleh Tim 9 Kejaksaan Agung,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan