Selasa, Agustus 11, 2026
spot_img

KDM dan Bupati Bekasi Lepas 113 Peserta Pemagangan ke Jepang

BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor ketenagakerjaan.

Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, bersama Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Ida Farida, turut serta mendampingi Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), dalam acara pelepasan 113 peserta pemagangan ke Jepang dan Ausbildung ke Jerman melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Horenso.

Kegiatan pelepasan berlangsung di SMK Mitra Industri MM2100, Cikarang Barat, Senin (9/9). Bupati Bekasi menegaskan bahwa persoalan ketenagakerjaan menjadi salah satu perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bekasi. Daerah ini dikenal sebagai salah satu pusat industri terbesar di Indonesia dengan ribuan perusahaan yang berdiri dan beroperasi di kawasan industri modern.

“Program pemagangan ke Jepang dan Ausbildung ke Jerman adalah salah satu langkah konkret untuk mempersiapkan tenaga kerja yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga kompeten, berdisiplin, dan memiliki pengalaman internasional,” ujar Bupati Ade Kuswara Kunang.

Bupati menambahkan, melalui kesempatan magang ini para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga mempelajari budaya kerja, etos disiplin, serta nilai-nilai produktivitas dari negara-negara maju. Dengan begitu, ketika kembali ke tanah air nantinya para peserta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kerja maupun masyarakat.

Berita Lainnya  Alasan Kesehatan, Hotman Paris Mundur sebagai Pengacara Febrie Ardiansyah

Bupati Bekasi juga menegaskan bahwa keberangkatan para peserta ini sejalan dengan target besar pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, investasi terbesar dalam pembangunan bangsa bukan hanya pada sektor infrastruktur fisik, tetapi juga pada kualitas manusia.

“Kabupaten Bekasi dengan segala potensinya mendukung penuh cita-cita Indonesia Emas 2045. Kita ingin generasi muda memiliki kemampuan adaptif, inovatif, dan kompetitif. Dengan program pemagangan ini, mereka akan kembali membawa pengetahuan dan keterampilan baru yang bisa memperkuat daya saing nasional,” jelas Bupati.

Ia juga menekankan bahwa dunia kerja masa depan menuntut SDM dengan standar global. Oleh karena itu, program magang internasional menjadi langkah strategis untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap menghadapi transformasi industri, termasuk era Industri 4.0 dan transisi menuju ekonomi hijau.

Sebagai wilayah yang memiliki kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, Kabupaten Bekasi memiliki posisi yang sangat penting dalam mendukung perekonomian nasional. Ribuan perusahaan dalam berbagai sektor beroperasi di daerah ini, sehingga kebutuhan akan tenaga kerja terampil terus meningkat.

Berita Lainnya  Kriminolog Ingatkan Dedi Mulyadi Soal Sayembara Buru Begal : 'Jangan Sampai Jadi Negara Preman'

Selain itu, program ini juga dipandang sebagai jembatan yang memperkuat hubungan antara pendidikan formal dengan kebutuhan industri. Dengan kurikulum yang selaras serta praktik langsung di negara maju, peserta diharapkan mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan, baik di dalam maupun luar negeri.

“Dengan jumlah SMK yang banyak di Kabupaten Bekasi, kita berkomitmen agar para lulusannya tidak hanya terserap di pasar kerja lokal, tetapi juga mampu menembus pasar global. Kerja sama dengan lembaga pelatihan, dunia usaha, dan pemerintah pusat menjadi kunci penting untuk melahirkan tenaga kerja yang unggul,” tambah Bupati.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi dan LPK Horenso atas terselenggaranya program ini. Menurutnya, kualitas SDM menjadi penentu keberhasilan pembangunan di masa depan, sehingga program magang ke luar negeri harus terus diperluas dan diperbanyak.

Dirinya juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan lembaga pelatihan. Dengan demikian, setiap siswa atau lulusan bisa mendapatkan akses yang lebih luas terhadap pendidikan dan pelatihan berbasis kebutuhan industri global.

Berita Lainnya  Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

“Setiap tahun, kami menargetkan lahirnya 10.000 tenaga terdidik dari Jawa Barat. Namun, yang terpenting bukan hanya banyaknya sekolah atau lamanya belajar, melainkan kualitas hasil pendidikan. Sekolah istimewa bukan diukur dari megahnya gedung, melainkan dari kemampuannya melahirkan lulusan yang tangguh, unggul, dan siap membawa perubahan bagi masyarakat,” ungkap Gubernur.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap dapat terus membuka jalan bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman internasional. Selain meningkatkan kualitas individu, langkah ini juga diharapkan mampu menciptakan multiplier effect berupa transfer ilmu, keterampilan, dan budaya kerja produktif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Keberangkatan 113 peserta hari ini adalah awal dari perjalanan panjang dalam mencetak SDM Kabupaten Bekasi yang siap bersaing di kancah global. Kami percaya, dengan kerja keras, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah, mereka akan kembali sebagai tenaga profesional yang mampu memberi kontribusi besar bagi bangsa dan daerah,” jelasnya.(and/adv)

Artikel ini telah terbit di RadarBekasi : https://radarbekasi.id/2025/09/10/bupati-bekasi-dampingi-gubernur-jabar-lepas-113-peserta-pemagangan-ke-jepang-dan-ausbildung-ke-jerman/

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bentuk Protes Harga Telur Terus Anjlok, Peternak di Yogyakarta Bagikan Ribuan Ekor Ayam

JOGJA - Ratusan peternak di DIY mendatangi kantor DPRD DIY, Senin (10/08/2026). Sebelum masuk ke gedung wakil rakyat tersebut, mereka terlebih dahulu membagi-bagikan ayam...

3 Kali Mangkir Panggilan, Kejari Bekasi Tahan Mantan Dirus Perumda Tirta Bhagasasi

BEKASI - Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menahan mantan Direktur Usaha Perumda Tirta Bhagasasi berinisial AEZ (35) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemasangan...

2 Tahun Misteri Hilangnya Paramitha Titania Akhirnya Terungkap, Tulang Belulang Korban Ditemukan di Jurang

MOROWALI - Tulang belulang Paramitha Titania Anggelica (28), yang hilang sejak Juli 2024, ditemukan di dalam jurang Desa Kalono, Kecamatan Bungku, Kabupaten Morowali, Sulawesi...

Sama dengan Judi, MUI Tegaskan Hadiah Agustusan yang Dipungut dari Peserta Hukumnya Haram

JAKARTA - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia setiap 17 Agustus, masyarakat biasanya menyambutnya dengan penuh antusias melalui beragam kegiatan. Salah satu yang...

5 Orang Sudah Diperiksa, Kapolda Sulut : “Pengemudi Berpotensi Jadi Tersangka”

SULAWESI - Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Roycke Harry Langie menyebut pengemudi mobil dalam tragedi drag race Kotamobagu berpotensi menjadi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan