Kamis, November 5, 2026
Google search engine

48 Rumah di Purwakarta Rusak Akibat Pergerakan Tanah

Warga Kampung Cigintung, Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Purwakarta gotong royong mengevakuasi barang-barang milik warga yang rumahnya terdampak pergerakan tanah.

Pantauan detikJabar, para warga ini menyisir satu demi satu rumah terdampak yang membutuhkan bantuan, mereka menggotong barang-barang rumah seperti perabotan, barang elektronik, kasur, lemari hingga hewan ternak.

Namun banyak juga barang-barang rumah yang tidak bisa diselamatkan karena tertimpa reruntuhan bangunan lantaran rumahnya ambruk hingga rata dengan tanah.

Sejumlah warga tampak menangis meratapi kondisi rumahnya yang luluh lantak. Sementara itu, warga lainnya sibuk membawa barang untuk dievakuasi.

Salah seorang warga Kampung Cigintung Susi Susilawati mengatakan, kejadian tanah bergerak itu terjadi pada Rabu (11/6/2025) sekitar pukul 19.30 WIB.

Berita Lainnya  Seorang Remaja di Bogor Tewas Dibacok Usai Laga Persib Bandung vs Garudayaksa

Saat itu, ia berada di dalam rumah bersama suami dan anaknya. Susi mendengar suara aneh yang kemudian disambut dengan retaknya rumah. Susi bersama keluarganya serta warga lainnya langsung menyelamatkan diri keluar rumah hingga harus dievakuasi.

“Pada ambruk di sini udah nggak ada yang terselamatkan, bahkan banyak barang di rumah nggak bisa diambil keburu ambruk,” ujar Susi sambil menahan tangis, Kamis (12/06/2025).

Susi terus menceritakan detik-detik rumah roboh dan suasana mencekam. Warga teriak tanpa henti sembari menyelamatkan diri.

Berita Lainnya  Warga Kembali Terpapar Gas Kaustik, LBH Cakra Indonesia Desak PT. Pindo Deli 2 Diproses Pidana Korporasi

Ia juga mengungkapkan kondisi pergerakan tanah sudah terjadi beberapa bulan lalu, namun intensitasnya masih sangat sedikit.

“Prosesnya satu minggu (bulan) puasa, bencana di atas longsor sampai membledag, cuma belum parah seperti ini. Kemarin sore malah sedikit, cuma malam dan sekarang sudah besar sekali, sudah pada runtuh, jalan rusak. Sudah nggak ada yang terselamatkan,” katanya.

Sementara itu, Kalak BPBD Kabupaten Purwakarta Erlan Heriyadi mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendata dan membantu korban terdampak pergerakan tanah. Ia menyebut dari 48 rumah warga yang terdampak, 25 di antaranya hancur.

“Kejadian pergerakan tanah di Desa Pasirmunjul, Sukatani Purwakarta, ini berawal dari tanggal 20 April 2025, 23 April, 19 Mei dan kemarin 11 Juni, yang hari ini mungkin cukup parah terjadinya. Jumlah terdampak 48 rumah, 42 di Kampung Cigintung, 6 di Sukamulya,”

Berita Lainnya  PSSI Kecam Keras Penyerangan yang Tewaskan Bobotoh di Bogor, Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku

“Dari 48 terdampak, ambruk sampai saat ini 25 rumah, jadi saat ini kita mengevakuasi barang-barang rumah yang bisa di selamatkan. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada korban jiwa,” ucap Abah Erlan sapaan akrabnya.***

Sumber : Detik

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Menghilang Setelah Penetapan Tersangka Listyo Sigit, Seskab Teddy Akhirnya Muncul Dampingi Prabowo

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat menjadi perbincangan dan dicari publik karena tidak terlihat dalam beberapa agenda kepresidenan di tengah isu...

Roy Suryo Tertawa Saat Jokowi Tunjukkan Ijazah di Persidangan

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah S1 miliknya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) saat menjadi saksi kasus fitnah ijazah palsu...

8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

KARAWANG - Sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar), setelah mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan