Jumat, September 25, 2026
Google search engine

Bupati-Sekda Retak, Ghazali Center : Hanya Isu Murahan yang Dibuat Segelintir Orang

Terkait isu keretakan antara Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh dan Sekda H. Asep Aang Rahmatullah, Lembaga Kajian dan Konsultasi Ghazali Center menilai bahwa kabar tersebut hanya sekedar isu remeh atau murahan yang sengaja dibuat segelintir orang.

Direktur Ghazali Center, Lili Gozali S.Pd mengatakan, kabar disharmonisasi atau keretakan hubungan antara bupati dengan sekda hanya merupakan isu yang dimainkan oleh segelintir orang yang tidak ingin Karawang kondusif.

Yaitu dimana isu tersebut seakan mem-framing bahwa sekda sudah tidak akur dan tidak manut lagi kepada bupati. Padahal faktanya, hubungan bupati dengan sekda masih sangat baik dan tidak bisa dipisahkan.

Berita Lainnya  Publik Masih Penasaran Alasan Purbaya Dicopot dari Posisi Menkeu

“Hubungan di dalam pekerjaan atau pun diluar pekerjaan sangat baik, dibuktikan dengan masih bersama dan saling bahu membahunya dalam membenahi Karawang untuk kemajuan kedepan,” tutur Lili Gozali S.Pd, Senin (26/5/2025).

Lili mengaku belum bisa menyimpulkan motif dibalik framing isu keretakan bupati dengan sekda ini. Yang pasti ia menilai bahwa kabar disharmonisasi antara bupati dengan sekda ini belum bisa dipertanggungjawabkan kebenaran informasinya.

Terlebih dalam program 100 hari kerja bupati dan wakil bupati Aep-Maslani, Karawang justru kembali mendapat predikat Wajat Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. Hal ini membuktikan bahwa hubungan antara bupati dengan sekda masih baik-baik saja.

Berita Lainnya  Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

“Dengan adanya Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Tahun 2024 dari BPK dengan kembali meraih predikat WTP, ini merupakan salah satu indikator terjalinnya harmonisasi yang baik dalam pengelolaan pemerintahan di Karawang saat ini,” katanya.

Menurut Lili, disharmonisasi kepemimpinan daerah biasanya terjadi antara bupati dengan wakil bupati. Tetapi hari ini tiba-tiba dibuat isu keretakan antara bupati dengan sekda.

“Saya juga heran dasar isu keretakan ini apa. Karena yang saya tahu sekda bergerak sesuai dengan arahan bupati. Karena sekda tidak memiliki kewenangan untuk membuat kebijakan sendiri. Semuanya harus atas persetujuan bupati,” katanya.

Berita Lainnya  Pendaki Semeru Hilang, Ketika Aturan Keselamatan Diabaikan, Siapa yang Harus Bertanggungjawab?

Sehingga atas isu keretakan bupati dengan sekda ini, Lili menilai hanya sekedar isu remeh yang tidak penting untuk dibesar-besarkan.

“Untuk itu isu terkait keretakan bupati dan sekda hanyalah isu remeh-temeh yang tidak penting untuk dibesar-besarkan. Yang lebih penting adalah ikut berperan aktif dalam memberikan masukan ataupun kritikan yang konstruktif untuk Karawang kedepan yang lebih maju,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan