Minggu, Juli 26, 2026
spot_img

Lelucon Terhadap Ulama, Santri dan Pesantren Adalah Alarm Darurat Bangsa

ULAMA, santri, dan Pondok Pesantren adalah tiga pilar penting dalam sejarah pendidikan dan pergerakan islam di indonesia, ketiganya memiliki keterkaitan dan memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun peradaban umat muslim yang “Rahmatan lil ‘alamin”.

Dari masa ke masa sejarah ulama, santri dan pesantren telah memberikan kontribusi besar. Di setiap zaman dan situasi yang di lewatinya pondok pesantren terus berevolusi, di awal ajaran islam masuk ke nusantara peran pesantren memiliki fungsi sebagai pusat Pendidikan agama dan dakwah.

Lalu di era kolonialisme dan penjajahan bangsa asing di nusantara, pondok pesantren memiliki peran besar dengan menjadi benteng pertahanan budaya dan peradaban, serta menjadi episentrum perlawanan yang gigih dan militan terhadap kaum penjajah.

Karena di saat itu pesantren memiliki kemandirian yang tidak bergantung kepada pemerintah kolonial, lalu di masa kemerdekaan sampai sekarang keberadaan ulama, santri dan pondok pesantren terus berevolusi dalam menjawab tantangan zaman.

Di era digital yang semakin barbar dan di tengah keringnya ruhani spiritual masyarakat modern saat ini, kebijaksanaan, keteladanan dan tradisi keilmuan para ulama yang dijalankan dalam kehidupan kaum santri di pondok pesantren di nilai aneh dan tidak bermutu oleh sekelompok orang yang sama sekali tidak pernah menyelami dan mengalami kehidupan di pesantren.

Berita Lainnya  Diduga Belum Lengkapi Izin, Pemprov Jabar Dituntut Evaluasi Pertambangan PT. MPB di Karawang

Dan tidak juga mereka mengetahui betapa luasnya ilmu tentang ajaran islam yang diajarkan sejak di zaman Rosulullah Saw, para sahabat,  dan ulama secara turun temurun dari jaman ke jaman dengan “sanad” keilmuan yang selalu dijaga.

Kehadiran tehnologi yang semakin canggih semakin mendapat tempat ditengah-tengah sebagian besar masyarakat Indonesia, tidak terkecuali di kehidupan dan keseharian kalangan masyarakat muslim itu sendiri.

Kemajuan tekhnologi telah berperan penting dalam mempengaruhi perubahan pola pikir dan perlahan semakin menggeser prilaku social kebangsaan dan ke umatan masyarakat muslim di Indonesia. Tidak sedikit saat ini bagi mereka menjadikan informasi yang tersebar di media sosial sebagai rujukan suatu kebenaran.

Kecanggihan di era 4.0 dengan kecerdasan buatan tidak hanya berhasil dalam merubah paradigma umat manusia, namun telah berhasil juga dalam menjadikan umat manusia sebagai budak informasi.

Karena dominasi itulah, sehingga kemudahan akses informasi yang di fasilitasi oleh sistem dan tehnologi yang sedemikian canggih, sehingga oleh sekelompok orang yang ingkar terhadap keilmuan dan keteladanan para ulama menjadikannya tehnologi tersebut sebagai sarana propaganda untuk menyebarkan kebencian, mengadu domba umat, dan menstigma ulama, santri, pesantren dengan fitnah yang sangat keji.

Berita Lainnya  Epistemologi KAHMI Jabar, Membangun Nalar Profetik untuk Jabar Istimewa

Umat hari ini sedang ada ditengah pusaran keragu-aguan, dan umat saat ini sedang berada di persimpangan jalan yang membingungkan, serta mengalami kebuntuan berpihak dalam mengambil rujukan kebenaran.

Fenomena langka dalam sepekan ini dimana ulama, santri, dan pondok pesantren secara tiba-tiba menjadi bulan-bulanan korban framing, cacian dan hinaan oleh satu acara di station tv nasional Trans 7. Sementara duka di buduran belum sempat hilang dalam ingatan umat, hari santri yang dinanti, ada dalam harapan disela-sela do’a dan dzikir mereka.

Kami sudah mulai tersadaran bahwa ini bukan sekedar lelucon belaka akan tetapi ini adalah alarm darurat yang harus di jawab dengan kesiap-siagaan, dan keimanan.

Kami Sebagian kecil umat yang sampai saat ini masih butuh nasihat serta do’a keberkahan dari ulama, dengan penuh rasa khidmat semoga saja Langkah perjuangan ini, menjadi bukti ketakziman dan kecintaan kami terhadap para ulama, semoga kelak menjadi saksi di hadapan baginda Rosulullah SAW, bahwa kami telah menjadi salah satu dari umat kanjeng Nabi di akhir zaman yang setia menjaga “ulama warrosatul anbiya”.

Berita Lainnya  Rejuvenasi KAHMI Jawa Barat: Membangun Kepemimpinan Intelektual, Memperkuat Modal Sosia dan Meneguhkan Peran Keumatan

Tidak akan kupalingkan wajah ini semenitpun untuk selamanya akan terus memandang kemuliaan yang terpancar dari wajah para ulama “salafus shalih”, kepercayaan ini tidak akan pudar dari keyakinan kami bahwa santri-santri yang tangguh akan tetap menjadi tulang punggung agama, bangsa dan negara ini.

Dan pondok pesantren, majlis-majlis ilmu selamanya akan tetap relate dengan perkembangan zaman, sebagai suatu Lembaga Pendidikan yang berkarakter dalam mencetak generasi umat muslim yang berakhlakul karimah.

Ditulis oleh ;

Dadi Mulyadi, S.H
Aliansi Pusaka (Persatuan Umat & Santri Karawang)
Kordinator Aksi “Hari Santri di nodai”

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Polisi Selidiki Misteri Tewasnya Sutrimo, Mantan Karumga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

JAKARTA - Polda Metro Jaya menyatakan tengah menyelidiki penyebab kematian pria bernama Sutrimo. Ia diduga merupakan mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jaksa Agung Muda...

Kebakaran Hebat Hanguskan 70 Rumah Adat di Sukabumi

SUKABUMI - Kebakaran meratakan permukiman di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kabupaten Sukabumi. Total 70 rumah di lokasi ludes terbakar. Laporan kebakaran itu terjadi...

Febri Diansyah Jadi Pengacara Febrie Adriansyah

JAKARTA - Eks Juru Bicara KPK, Febri Diansyah bertindak sebagai Kuasa Hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah pada kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian...

Blunder Pernyataan Sudaryono: “Makan Bergizi Adalah Tender Politiknya Presiden Prabowo”

JAKARTA - Baru saja dilantik menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN),  Sudaryono sudah mengeluarkan pernyataan yang dinilai 'blunder', karena menyebut program Makan Bergizi Gratis...

Yusril Minta Dedi Mulyadi Hentikan Sayembara Buru Begal: “Beresiko Warga Main Hakim Sendiri”

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, mengaku tidak setuju dengan keputusan Gubernur...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan