Sabtu, September 19, 2026
spot_img

Dapat Hibah Rp 30 Miliar, Mahasiswa Aktif STAI Al-Ruzhan Hanya 80 Orang

STAI Al-Ruzhan yang berlokasi di Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, berdiri sejak 2021 dan telah memiliki empat angkatan, jumlah mahasiswa aktif di kampus ini tergolong rendah.

Dari total sekitar 100 mahasiswa terdaftar, hanya 80 orang yang masih aktif mengikuti perkuliahan. Bahkan, pihak kampus mengakui bahwa hanya sembilan mahasiswa yang akan mengikuti wisuda tahun ini.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan STAI Al-Ruzhan, Willy Nugraha.

“Dulu sempat 100 lebih, cuma yang aktif sekarang mencapai 60-80 orang karena seleksi alam,” ujarnya saat ditemui pada Selasa (29/4/2025), dilansir dari Kompas.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan perkuliahan tetap berlangsung meski tidak setiap hari.

“Perkuliahan dilaksanakan pada Senin, Selasa, Rabu, dan Sabtu,” ungkap Willy.

Menurut Willy, keberadaan STAI Al-Ruzhan yang masih baru menjadi tantangan tersendiri. Persaingan dengan kampus lain di sekitar wilayah Manonjaya seperti Ashofa dan STIES Budiman turut mempengaruhi jumlah pendaftar baru.

Berita Lainnya  20 Sekolah di Bekasi Ikuti Penilaian Adiwiyata Tahun 2026

“Kita baru, jadi harus ekstra. Rivalitas antar kampus memang membuat perekrutan mahasiswa jadi tarik-menarik,” jelasnya.

Wisuda Pertama Hanya 9 Orang, Apa Penyebabnya?

STAI Al-Ruzhan berencana menggelar wisuda angkatan pertamanya tahun ini. Namun, jumlah mahasiswa yang akan diwisuda hanya sekitar sembilan orang.

“Wisuda tahun sekarang angkatan pertama sedikit, tapi prosesi kelulusan digabung dengan angkatan kedua tahun depan,” ujar Willy.

Ia menyebut bahwa tantangan utama adalah minimnya fasilitas dan masih dalam tahap pemenuhan kelengkapan administrasi.

Selain itu, pihak kampus juga sedang menghadapi isu polemik dana hibah yang ramai di media sosial.

Kendati demikian, Willy menegaskan bahwa pihaknya memilih fokus terhadap kegiatan akademik.

“Kita fokus belajar saja, meskipun ramai di luar sana tentang STAI Al-Ruzhan,” tegasnya.

Dari Mana Sumber Dana Hibah STAI Al-Ruzhan?

Isu tentang dana hibah menjadi perhatian setelah diketahui bahwa STAI Al-Ruzhan menerima dana hingga Rp 30 miliar pada tahun 2023.

Berita Lainnya  FH UNSIKA Gelar Seminar Jurnalistik, Bahas Peran Media dalam Membentuk Kesadaran Publik

Bahkan, sejak 2020 hingga 2024, total bantuan yang diterima berbagai lembaga di bawah naungan Yayasan Al-Ruzhan mencapai lebih dari Rp 45 miliar.

Dana tersebut bersumber dari berbagai instansi Pemerintah Provinsi Jawa Barat seperti Dinas Pendidikan, Dinas Perumahan dan Pemukiman, serta Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Jabar.

Pada tahun 2021, dana sebesar hampir Rp 10 miliar diberikan untuk pembangunan gedung STAI Al-Ruzhan. Rinciannya meliputi biaya konstruksi fisik, perencanaan, pengawasan, hingga biaya umum.

Selanjutnya, pada 2022 dan 2023, STAI Al-Ruzhan kembali menerima hibah Rp 30 miliar dari Biro Kesra Setda Jabar untuk pembangunan gedung rektorat dan gedung perkuliahan.

Siapa di Balik Yayasan Al-Ruzhan?

Dugaan keterkaitan politik turut mencuat karena yayasan yang menaungi STAI Al-Ruzhan disebut memiliki hubungan dengan mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.

“Terafiliasi, saudara-saudaranya (Uu Ruzhanul),” ucap Kepala Biro Kesra Setda Jabar, Andrie Kustria Wardana, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (28/4/2025).

Berita Lainnya  20 Sekolah di Bekasi Ikuti Penilaian Adiwiyata Tahun 2026

Kondisi ini kemudian mendorong Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan penyaluran dana hibah, terutama untuk lembaga pendidikan berbasis pesantren.

Ia menilai bahwa selama ini distribusi bantuan cenderung tidak merata dan lebih banyak menyasar yayasan yang memiliki akses politik. “Banyak yayasan kecil yang tidak tersentuh,” katanya.

Gubernur Dedi Mulyadi menyatakan akan melakukan audit investigatif terhadap penyaluran dana hibah kepada yayasan pendidikan.

Langkah ini didukung oleh sejumlah ormas keagamaan seperti NU dan Persis Jabar yang turut mendorong transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana publik.

Sementara itu, upaya Kompas.com untuk mengonfirmasi langsung kepada Uu Ruzhanul Ulum melalui pesan dan telepon belum mendapatkan respons hingga artikel ini diterbitkan.***

 

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Peras 21 Kepala Sekolah, Dua Staf Dinas Pendidikan Banyuasin Kena OTT di Hotel

Polda Sumatera Selatan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua staf Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin berinisial RB dan...

Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan 3 Siswi Magang dengan Modus Karaoke Bersama

SUKABUMI - Sekretaris Dinas Perhubungan (Sekdis) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP (54) ditetapkan jadi tersangka atas kasus tindak asusila terhadap tiga siswi magang. Aksi pencabulan...

Pria ini Dilaporkan ke Polisi Setelah Mengaku Bertemu dengan Allah dan Rasulullah

Seorang pria di Jember bernama Abdullah Arrosy dilaporkan ke Polres Jember pada Kamis, 17 September 2026, karena membuat konten TikTok yang mengaku pernah bertemu...

Video Call dan Julukan Lidah Saat Rapat, Sikap Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini Jadi Sorotan

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Moreno Soeprapto, viral di media sosial setelah tertangkap kamera melakukan video call dan menjulurkan lidah saat mengikuti rapat...

Prabowo : “Saya Bisa Diundang di Acara Tidak Terlalu Besar, Kalau Perlu Tidak Ada Wartawan”

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk menghadiri berbagai agenda kegiatan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk ketika diundang Pondok Modern Darussalam Gontor. Pernyataan tersebut disampaikan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan