Kamis, April 30, 2026
spot_img

Cucu Coba Bunuh Kakek di Purwakarta, Pelaku Sering Begadang Main Mobile Legend

Banyak fakta baru menggambarkan kasus percobaan pembunuhan seoran cucu terhadap kakeknya di Kabupaten Purwakarta – Jawa Barat.

Sebelumnya, warga Perumahan Ciganea Indah, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dihebohkan peristiwa tragis yang terjadi pada Minggu pagi (27/4/2025).

Yaitu dimana seorang bocah berinisial ALH (15) mencoba melakukan perbuatan pembunuhan terhadap kakeknya Suyono (69).

Ironisnya pelaku merupakan bocah kelas 3 SMP yang dirawat korban sejak kecil.

Kasus percobaan pembunuhan ini hanya dipucu persoalan sepele. Yaitu dimana pelaku yang meminjam sepeda motor korban semalaman tidak terima ditegur sang kakek.

Fakta-fakta baru menyebutkan bahwa pelaku masih merupakan bocah kelas 3 SMP. Dalam aksinya, pelaku juga dibantu temannya berinisial RAW (13).

“Dalam aksi rencana pembunuhan tersebut, pelaku dibantu oleh temannya,” tutur Wakapolres Purwakarta, Kompol Sosialisman Muhammad Natsir.

Diketahui, tubuh korban pertama kali ditemukan tetangganya dalam kondisi bersimbah darah penuh luka bacokan di bagian kepala dan tubuh.

Warga yang panik segera membawa korban ke RSUD Bayu Asih Purwakarta.

Diketahui juga, setelah membacok sang kakek, pelaku mengira korban sudah tewas, pelaku kemudian membungkus korban menggunakan sprei. Saat akan membungkus etangga keburu datang, pelaku kabur.

Setelah mendapatkan laporan, petugas dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi di lokasi.

Kasus percobaan pembunuhan ini juga mengundang perhatian serius Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang tengah gencar menjalankan program pembinaan karakter siswa sekolah.

Dalam salah satu postingannya di instagram @dedimulyadi71, KDM menyampaikan rasa prihatin atas kejadian ini, karena pelaku masih merupakan siswa SMP.

Bahkan KDM menyebut kebiasaan pelaku yang sering begadang main mobile legend sampai jam 4 dini hari.

“Untuk itu diperlukan tindakan-tindakan lebih nyata, bukan hanya diskusi, bukan hanya wacana,” kata KDM, saat mengulas kasus kriminal di Purwakarta (kakek dibacok cucu, red).***

 

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Misi Susi Pudjiastuti ‘Tenggelamkan’ Pinjol di Jawa Barat

BANDUNG - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB resmi menunjuk eks Menteri...

Cawe-cawe Pengelolaan Limbah Industri, Kades Sumurkondang Dilaporkan ke Kejaksaan

KARAWANG - Diduga melakukan cawe-cawe pengelolaan limbah ekonomis di PT. Multi Indo Mandiri (PT. MIM), Saepul Azis - Kepala Desa Sumurkondang, Kecamatan Klari, Kabupaten...

Sidang Gugatan di MK, Akademisi Minta MBG Tak Masuk Anggaran Pendidikan

JAKARTA - Sejumlah akademisi yang tergabung dalam Constitutional and Administrative Law Society (CALS) meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dimasukkan sebagai bagian...

Jadi Broker Proyek, Lippo Diperiksa Polda Metro Jaya

JAKARTA - Polda Metro Jaya memeriksa anggota kepolisian aktif Polsek Cimanggis, Polres Depok, Aiptu YS alias Lippo, terkait dugaan keterlibatan sebagai broker proyek pengadaan...

Soal Dana Koperasi, Puluhan Eks Karyawan PT. Pindo Deli ‘Ngadu’ ke Tim Jabar Istimewa

KARAWANG - Puluhan mantan karyawan PT. Pindo Deli Pulp And Paper Mills akhirnya buka suara, soal dugaan pengelolaan dana koperasi yang disebut belum sepenuhnya...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan