Rabu, Oktober 21, 2026
Google search engine

Polisi Imbau Masyarakat Tidak Berspekulasi, GCI Desak Hasil Uji Forensik Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang Dibuka ke Publik

KARAWANG – Polresta Karawang menyatakan penyebab kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang pada 14 Oktober 2026 masih dalam penyelidikan. Polisi melalui Kasi Humas IPDA Muh Asim mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi atau menyebarkan isu sabotase sebelum ada hasil resmi dari Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri.

Polisi masih mendalami olah TKP dan menunggu hasil uji forensik dari Labfor Mabes Polri untuk memastikan sumber api.

Warga diminta tidak mudah mempercayai atau menyebarkan isu liar seperti dugaan sabotase terkait dokumen pertanahan.

Sejumlah saksi dari berbagai unsur, termasuk pihak internal kantor dan penjaga, telah dimintai keterangan oleh penyidik.

Dikesempatan lain, Lili Gozali – Direktur Ghazali Center Indonesia (Research & Consulting/GCI) meminta pihak penegak hukum dalam hal ini kepolisian untuk melakukan investigasi secara utuh menyeluruh dan transparan, demi menjawab keheranan publik dan setumpuk pertanyaan terhadap kejadian tersebut.

Berita Lainnya  Seorang Balita Menangis Sendirian Ditinggal di Tenda Gunung Prau, Ayah Sampaikan Permohonan Maaf dan Minta Postingan Video Anaknya di Takedown

Diiakui ataupun tidak, sambung Lili, isi kepala, telinga serta mata mayoritas warga Karawang saat ini tertuju pada peristiwa kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang. Bahkan kabarnya sudah berkembang jadi konsumsi berita nasional.

“Apalagi sampai hari ini belum ada rilis resmi dari pihak Kepolisian tentang penyebab kebakaran tersebut. Asumsi liar publik tidak bisa dihentikan dengan statement spontan dan simple pejabat bahwa api sudah melahap bangunan dan isi kantor BPN,” tutur Lili Gozali, Rabu (21/10/2026).

Berita Lainnya  Tawuran Antarkelompok Remaja di Karawang, 1 Orang Tewas, 20 Orang Diamankan Polisi

Disampaikannya, setiap manusia memiliki curiosity atau rasa ingin tahu terhadap hal yang mengejutkan atau belum diketahui. Kebakaran kantor ATR/BPN Karawang tidak serta merta direspon oleh publik sebagai musibah atau kecelakaan.

“Wajar jika publik menyimpan kecurigaan dengan segala asumsi-asumsinya. Kepolisian ataupun pihak BPN jangan hanya menyuruh publik untuk tidak berfikir ngeres atau negative thinking, namun membiarkan adegan seronok ataupun pornoaksi tampil di depan mata publik,” katanya.

Dikatakan Lili, GCI mengapresiasi langkah bijak Bupati Karawang yang memberikan salah satu Gedung Pemda untuk dijadikan kantor sementara bagi BPN agar pelayanan publik bisa tetap berjalan normal. Namun GCI memohon juga kepada Bupati Karawang untuk mengawal penanganan dan investigasi peristiwanya.

Berita Lainnya  Kirim Surat Protes, Malaysia Pertanyakan Tambahan Waktu Laga Indonesia vs Bangladesh

“Dalam persepsi kami, meski pejabat BPN telah meminta masyarakat yang sedang mengurus sertifikat untuk tetap tenang dan tidak panik, namun yang tidak boleh dilupakan bahwa amuk api tersebut telah menimbulkan berupa hilangnya dokumen-dokumen penting sengketa pertanahan, tapak jejak kaki, sidik jari dan rekaman CCTV. Hal-hal tersebut tidak serta merta hilang terbang tanpa bekas bersama gumpalan asap,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KPK Bantah Video Penangkapan Nusron Wahid, Upaya Jemput Paksa Masih Dipertimbangkan

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah unggahan video yang memperlihatkan penangkapan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid oleh penyidik. Dalam sebuah video yang diunggah akun infociseeng.id...

Ricuh Demo di Bandung, Massa Berpakaian Serba Hitam Serang Armada Polisi, 11 Personel Terluka

BANDUNG - Sebanyak 11 personel kepolisian menderita luka berat hingga luka ringan akibat serangan sekelompok massa berpakaian serba hitam pada penutupan aksi unjuk rasa...

Geger Penemuan Benda Logam Misterius di Perkebunan Kelapa Sawit, Diduga Serpihan Roket Pembawa Satelit Milik China

KOTIM - Sebuah benda logam misterius berukuran cukup besar ditemukan di tengah perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) pekan...

Diduga Sengaja Bakar Lahan untuk Tanam Sawit, Anggota DPRD Mempawah Resmi Ditahan Polisi

MEMPAWAH - Polres Mempawah resmi menetapkan dan menahan anggota DPRD Kabupaten Mempawah, Choirussaib dari Partai Hanura. Penahanan ini dilakukan terkait kasus dugaan pembakaran lahan di...

Diduga Keracunan MBG, Ratusan Siswa TK hingga SD di Cirebon Dilarikan ke Rumah Sakit

CIREBON - Ratusan siswa di Kelurahan Kalijaga, Cirebon, Jawa Barat, diduga keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang...

Hukum

KPK Bantah Video Penangkapan Nusron Wahid, Upaya Jemput Paksa Masih Dipertimbangkan

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah unggahan video yang memperlihatkan penangkapan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid oleh penyidik. Dalam sebuah video yang diunggah akun infociseeng.id...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan