Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

Iming-iming Kerja di Pemerintahan, Perawat ASN di Cianjur Diduga Lakukan Asusila Sesama Jenis

CIANJUR – Seorang perawat berstatus aparatur sipil negara (ASN) berinisial FMH di Puskesmas Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diringkus polisi usai melakukan tindakan asusila sesama jenis.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Fajri Amelia Putra mengatakan, korbannya seorang remaja berusia 19 tahun. Tersangka mengiming-imingi korban dijanjikan bekerja di pemerintahan.

“Korban merupakan remaja yang baru lulus sekolah tingkat atas. Kejadiannya di rumah tersangka, saat itu korban diundang dengan alasan untuk menjalani medical check up sebagai syarat bekerja,” kata Fajr kepada kumparan, Rabu (29/7).

Berita Lainnya  Aksi Women's March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

Setibanya di rumah tersangka, lanjut Fajri, korban langsung dibawa ke kamar, dan langsung diminta untuk membuka seluruh pakaiannya.

Tidak terima dengan perbuatan perawat itu, pelaku kemudian melapor ke polisi.

“Tidak ada kecurigaan dari korban, awalnya. Tetapi ternyata tersangka malah melakukan asusila, dengan alasan memeriksa tingkat kesuburan. Tidak terima dengan perlakuan tersebut, korban lalu melaporkan kejadian ini ke polisi,” jelasnya.

Usai menerima laporan, lanjut Fajri, polisi langsung melakukan penyelidikan dan meringkus tersangka di rumahnya.

“Tersangka sudah kita tahan, dan masih terus dilakukan pemeriksaan oleh penyidik. Kita juga terus mendalami, terkait dugaan adanya korban lain,” ucapnya.

Berita Lainnya  Korupsi Tunjangan DPRD, Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu

Atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 6 huruf c Undang-undang nomor 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

“Pelaku yang berstatus ASN perawat di puskesmas ini terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara,” tegasnya.

Dinonaktifkan

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cianjur, Akos Koswara mengaku telah menerima informasi dari kepolisian terkait kasus yang menjerat tersangka FMH.

“Sudah, tembusannya ada. Oknum ASN tersebut sudah ditahan kepolisian. Kasusnya terkait pelecehan seksual sesama jenis,” kata Akos.

Berita Lainnya  Polisi Selidiki Tewasnya Remaja Bobotoh Bogor, Minta Warga Beri Informasi Sekecil Apapun untuk Percepat Proses Hukum

Akos menjelaskan, untuk sementara oknum ASN di lingkungan Dinas Kesehatan Cianjur itu dinonaktifkan.

“Yang bersangkutan, kita nonaktifkan sementara, hingga proses hukum selanjutnya. Jika berdasarkan vonis pengadilan ASN tersebut dijatuhi hukuman di atas 2 tahun penjara, maka akan dijatuhi hukuman pemberhentian,” tegasnya.***

Sumber : Kumparan

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan