Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

Taufik Hidayat Sempat Datangi Gedung Pakuan untuk Minta Bertemu dengan Dedi Mulyadi

BANDUNG – Sebelum diringkus Polda Jawa Barat, Taufik Hidayat (30), pelaku dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap kekasihnya YTR (29), sempat mendatangi Gedung Pakuan, untuk meminta bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi.

Fakta terbaru kasus di Cileungi Bandung ini diungkapkan Dedi Mulyadi, usai menjenguk YTR di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Senin (29/6/2026) sore.

Menurut Dedi, kedatangan Taufik terjadi pada dini hari, sesaat sebelum pelaku akhirnya berhasil ditangkap polisi.

“Jadi Taufik sempat datang ke Gedung Pakuan jam 4.00 WIB dini hari, menemui pos jaga dan dia ngomong pakai helm, pakai masker, saya ingin ketemu Pak Gubernur, saya mau dipenjara tapi ada hal yang harus saya sampaikan dulu,” ujar Dedi.

Berita Lainnya  Istri dan Anak Asal Bogor Dibunuh Suami Siri, Dicekik - Dibakar hingga Dimasukan ke Penggilingan Daging

Dedi memastikan informasi tersebut bukan sekadar isapan jempol, melainkan terekam jelas dalam kamera pengawas (CCTV) Gedung Pakuan. Saat itu, Taufik yang telah berstatus tersangka sekaligus masuk daftar pencarian orang (DPO) Polda Jabar berupaya meminta bantuan petugas jaga agar dapat bertemu dengannya.

Tak hanya itu, Dedi mengungkapkan Taufik juga sempat berusaha mendatangi kediaman pribadinya di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang. Namun, rencana tersebut urung terlaksana lantaran orang yang mengantarnya merasa ketakutan.

“Jadi itu dan CCTV-nya ada, dan dia mencari dan dia juga berusaha datang ke Lembur Pakuan, sampai di Cikawung, yang nganternya tidak berani, karena takut di jalan, dilihat orang, digebukin, jadi takut yang nganternya,” ucap Dedi.

Berita Lainnya  Diduga Sengaja Bakar Lahan untuk Tanam Sawit, Anggota DPRD Mempawah Resmi Ditahan Polisi

Menurut Dedi, tujuan Taufik mencarinya bukan untuk meminta perlindungan dari proses hukum. Dari informasi yang diterimanya, pelaku justru berniat menyerahkan diri, tetapi terlebih dahulu ingin menyampaikan sesuatu secara langsung kepada dirinya.

“Jadi dari bahasanya dia siap dipenjara, tapi sebelum dipenjara ada sesuatu yang ingin disampaikan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Dedi juga membeberkan kondisi terkini YTR yang masih menjalani perawatan intensif di RSHS Bandung. Ia sengaja tidak menemui korban secara langsung demi menjaga proses pemulihan medis dan psikis korban.

“Saya bertemu dengan direktur dan para dokter yang menangani, hampir 40 yang menangani. Intinya adalah menanyakan perkembangan, karena kalau melihat pasiennya tidak mau, pertama takut saya membawa kuman, nanti malah merepotkan pasien,” ujarnya.

Berita Lainnya  Polisi Selidiki Tewasnya Remaja Bobotoh Bogor, Minta Warga Beri Informasi Sekecil Apapun untuk Percepat Proses Hukum

Dedi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus mendampingi korban hingga benar-benar pulih. Seluruh proses pengobatan, termasuk tindakan operasi rekonstruksi yang dibutuhkan, bakal mendapat dukungan penuh dari Pemprov Jabar.

“Paling utama adalah melihat perkembangan dan rencana ke depan, dari sisi medis dan insya Allah tadi sudah disampaikan, Pemprov Jabar akan mendampingi sampai sembuh,” tegasnya.***

Sumber : Detik.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan