Rabu, Oktober 7, 2026
Google search engine

Transportasi Modern Transjabodetabek Resmi Beroperasi, Layani Rute Cawang – Jababeka

BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi menyambut baik peluncuran layanan Transportasi Modern Transjabodetabek rute Cawang–Jababeka Cikarang yang dinilai mampu membantu masyarakat, khususnya pekerja dari Kabupaten Bekasi yang beraktivitas di Jakarta, karena tarifnya jauh lebih murah dibanding transportasi lainnya.

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan, layanan ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Kabupaten Bekasi sebagai daerah penyangga, sekaligus menjadi peluang besar untuk menekan biaya transportasi masyarakat.

“Alhamdulillah kita berterima kasih kepada DKI. Ini sangat membantu karena tarifnya murah. Jam 05.00 sampai 07.00 hanya Rp2.000, setelah itu Rp3.500,” ujar Asep usai Launching Transportasi Modern Transjabodetabek Cawang Sentral–Cikarang Jababeka, di Hollywood Junction Jababeka Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, Kamis (12/02/2026).

Asep mencontohkan, saat mencoba bus tersebut ia berdialog dengan warga yang menggunakan layanan. Menurutnya ada warga yang mengaku harus mengeluarkan biaya hingga Rp75.000 untuk perjalanan pulang-pergi ke Jakarta. Namun dengan adanya Transjabodetabek, biaya bisa ditekan menjadi hanya sekitar Rp5.500.

Berita Lainnya  Tridjaya Group dan GOKAR Bersiap Kolaborasi Transportasi dan UMKM di Cikampek - Karawang

“Tadi saya dengar ibu-ibu di mobil, anaknya kalau ke Jakarta pulang pagi Rp75.000. Sekarang murah, cuma Rp2.000 dan Rp3.500. Jadi ini sangat membantu,” ungkapnya.

Meski demikian, Asep menegaskan Pemkab Bekasi masih memiliki pekerjaan rumah, terutama menyiapkan feeder atau angkutan pengumpan dari kawasan permukiman menuju halte Transjabodetabek, agar layanan ini benar-benar bisa diakses luas oleh masyarakat.

“Sekarang tinggal kita Kabupaten Bekasi membuat feeder-feeder. Dari perumahan-perumahan, atau rumah yang jauh, agar bisa dijemput dan terkoneksi ke transportasi massal,” katanya.

Asep juga mendorong agar halte tidak hanya dibangun di dalam kawasan tertentu, tetapi diperluas hingga ke luar kawasan permukiman.

“Saya menginginkan ke depannya halte-halte dibikin di luar kawasan. Jangan hanya di dalam kawasan,” tambahnya.

Berita Lainnya  Gandeng LMDH, Investor Tiongkok Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kayu Balsa di Indonesia

Asep menyebut rute Cawang–Cikarang ini masih tahap percobaan. Ke depan, tidak menutup kemungkinan adanya rute tambahan jika permintaan masyarakat meningkat.

“Ini kan baru percobaannya. Ada kemungkinan rute lain,” katanya.

Ia juga memastikan Pemkab Bekasi akan melakukan koordinasi lanjutan, termasuk menyampaikan langsung apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Keberuntungan ini buat kita. Nanti saya juga mau ke Jakarta, mau ke Pak Gubernur, untuk menyampaikan terima kasih,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Ujang Hermawan mengatakan layanan Transjabodetabek akan terus dikembangkan, termasuk memperluas rute-rute baru sesuai kebutuhan masyarakat.

“Transjabodetabek ini terus dikembangkan. Ini permintaannya cukup jauh, sekitar 89 kilometer. Biaya operasional juga cukup tinggi,” jelas Ujang.

Menurutnya, layanan ini penting karena dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di Jabodetabek.

Berita Lainnya  Tridjaya Group dan GOKAR Bersiap Kolaborasi Transportasi dan UMKM di Cikampek - Karawang

“Kalau ini mengurangi dampak penggunaan kendaraan pribadi, ini sangat membantu. Masyarakat yang masuk Jakarta tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan Transjabodetabek juga menjadi bagian dari upaya Jakarta menuju kota global. Salah satu rencana pengembangan berikutnya adalah rute Blok M–Bandara yang sedang dikoordinasikan bersama Angkasa Pura dan Kementerian Perhubungan.

Terkait tarif, Ujang menyampaikan tarif dasar layanan saat ini masih berada pada standar Rp3.500, dan kebijakan tarif selanjutnya akan mengikuti keputusan Gubernur DKI Jakarta.

“Untuk tarif masih standar Rp3.500. Kebijakan nanti Pak Gubernur yang akan memberikan,” tutupnya.***

Sumber : Bekasikab.go.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Justin Hubner Balasan Cibiran Rival Negara Tetangga : “We Are The Real King”

Selain merayakan kemenangan atas Timnas Thailand di lapangan, bek tengah (center-beck) Timnas Indonesia, Justin Hubner yang dikenal berani dan gemar melakukan psywar juga memanfaatkan...

Eks Pimpinan Ponpes Abul Barokat Ditetapkan Tersangka Dugaan Pelecehan Sejumlah Santriwati

Polresta Lombok Tengah, menetapkan mantan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin...

35 Tahun Puasa Trofi, Timnas Indonesia Akhirnya Juara FIFA ASEAN Cup 2026

SETELAH mengalami puasa trofi selama 35 tahun sejak medali emas SEA Games 1991, Timnas Indonesia akhirnya memecahkan dahaga di gelar juara FIFA ASEAN Cup...

Satu Keluarga di Tulang Bawang – Lampung Tewas Dibunuh, Polisi Buru Pelaku

Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak perempuan ditemukan tewas bersimbah darah di Kampung Purwa Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang,...

Buntut Temuan Ombudsman, Kalapas Cibinong Diberhentikan sebagai ASN

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, resmi diberhentikan dari statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) pada...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan