Kamis, Februari 12, 2026
spot_img

Transportasi Modern Transjabodetabek Resmi Beroperasi, Layani Rute Cawang – Jababeka

BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi menyambut baik peluncuran layanan Transportasi Modern Transjabodetabek rute Cawang–Jababeka Cikarang yang dinilai mampu membantu masyarakat, khususnya pekerja dari Kabupaten Bekasi yang beraktivitas di Jakarta, karena tarifnya jauh lebih murah dibanding transportasi lainnya.

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan, layanan ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Kabupaten Bekasi sebagai daerah penyangga, sekaligus menjadi peluang besar untuk menekan biaya transportasi masyarakat.

“Alhamdulillah kita berterima kasih kepada DKI. Ini sangat membantu karena tarifnya murah. Jam 05.00 sampai 07.00 hanya Rp2.000, setelah itu Rp3.500,” ujar Asep usai Launching Transportasi Modern Transjabodetabek Cawang Sentral–Cikarang Jababeka, di Hollywood Junction Jababeka Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, Kamis (12/02/2026).

Asep mencontohkan, saat mencoba bus tersebut ia berdialog dengan warga yang menggunakan layanan. Menurutnya ada warga yang mengaku harus mengeluarkan biaya hingga Rp75.000 untuk perjalanan pulang-pergi ke Jakarta. Namun dengan adanya Transjabodetabek, biaya bisa ditekan menjadi hanya sekitar Rp5.500.

Berita Lainnya  Pemkab Purwakarta - PT. MPS Tandatangani Kerja Sama Pembangunan Simpang Susun Campaka Tol Cipali

“Tadi saya dengar ibu-ibu di mobil, anaknya kalau ke Jakarta pulang pagi Rp75.000. Sekarang murah, cuma Rp2.000 dan Rp3.500. Jadi ini sangat membantu,” ungkapnya.

Meski demikian, Asep menegaskan Pemkab Bekasi masih memiliki pekerjaan rumah, terutama menyiapkan feeder atau angkutan pengumpan dari kawasan permukiman menuju halte Transjabodetabek, agar layanan ini benar-benar bisa diakses luas oleh masyarakat.

“Sekarang tinggal kita Kabupaten Bekasi membuat feeder-feeder. Dari perumahan-perumahan, atau rumah yang jauh, agar bisa dijemput dan terkoneksi ke transportasi massal,” katanya.

Asep juga mendorong agar halte tidak hanya dibangun di dalam kawasan tertentu, tetapi diperluas hingga ke luar kawasan permukiman.

“Saya menginginkan ke depannya halte-halte dibikin di luar kawasan. Jangan hanya di dalam kawasan,” tambahnya.

Berita Lainnya  Iklim Usaha Purwakarta Kondusif, Investasi Tembus di Angka Rp 12,47 Triliun

Asep menyebut rute Cawang–Cikarang ini masih tahap percobaan. Ke depan, tidak menutup kemungkinan adanya rute tambahan jika permintaan masyarakat meningkat.

“Ini kan baru percobaannya. Ada kemungkinan rute lain,” katanya.

Ia juga memastikan Pemkab Bekasi akan melakukan koordinasi lanjutan, termasuk menyampaikan langsung apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Keberuntungan ini buat kita. Nanti saya juga mau ke Jakarta, mau ke Pak Gubernur, untuk menyampaikan terima kasih,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Ujang Hermawan mengatakan layanan Transjabodetabek akan terus dikembangkan, termasuk memperluas rute-rute baru sesuai kebutuhan masyarakat.

“Transjabodetabek ini terus dikembangkan. Ini permintaannya cukup jauh, sekitar 89 kilometer. Biaya operasional juga cukup tinggi,” jelas Ujang.

Menurutnya, layanan ini penting karena dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di Jabodetabek.

Berita Lainnya  Kemenkum Jabar Kawal Pendaftaran Nanas Madu sebagai Komoditas Unggulan Subang

“Kalau ini mengurangi dampak penggunaan kendaraan pribadi, ini sangat membantu. Masyarakat yang masuk Jakarta tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan Transjabodetabek juga menjadi bagian dari upaya Jakarta menuju kota global. Salah satu rencana pengembangan berikutnya adalah rute Blok M–Bandara yang sedang dikoordinasikan bersama Angkasa Pura dan Kementerian Perhubungan.

Terkait tarif, Ujang menyampaikan tarif dasar layanan saat ini masih berada pada standar Rp3.500, dan kebijakan tarif selanjutnya akan mengikuti keputusan Gubernur DKI Jakarta.

“Untuk tarif masih standar Rp3.500. Kebijakan nanti Pak Gubernur yang akan memberikan,” tutupnya.***

Sumber : Bekasikab.go.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Reses Abi Azis, Masyarakat Dapil 4 Lebih Dominan ke Aspirasi Pembangunan Pertanian

KARAWANG - Agenda Reses II Tahun Sidang 2025-2026 Anggota DPRD Karawang - Jawa Barat resmi dimulai. Khusus untuk wilayah Dapil 4 yang meliputi Kecamatan...

Bukan Diskotik, Theatre Night Mart Tegaskan Hanya Ajukan Izin Reto dan Bar di Jalan Tuparev

KARAWANG - Polemik dan kontroversi bakal adanya Tempat Hiburan Malam (THM) di jantung Kota Karawang, tepatnya di kawasan bisnis dan perdagangan di Jalan Tuparev,...

Infrastruktur Masih Dominasi Aspirasi Warga Dapil 1, H. Oma Miharja Siap Kembali Perjuangkan

KARAWANG - Serangkaian kegiatan reses dilakukan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Karawang, H. Oma Mihardja Rizki SH. MH. Reses politisi Partai Demokrat ini digelar...

Operasi Lodaya Polres Karawang Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika

KARAWANG - Berkat kejelian petugas, Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Polres Karawang berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Pengungkapan kasus ini bermula pada Senin (9/2/2026),...

Ajukan Praperadilan, Gus Yaqut Melawan

JAKARTA - Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gua Yaqut melawan penetapan tersangka oleh KPK dengan mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan....

Peristiwa

Cekcok dengan Kekasih, Karyawan Swasta di Karawang Gantung Diri

KARAWANG - Seorang karyawan swasta berinisial YFT (32) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di kamar kontrakannya di Kampung Karangsinom, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur,...

CAPTURE

Berita Pilihan

Pemerintahan

spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Pendidikan

- Advertisement -spot_img

INDEKS

HUKUM

KONTROVERSI