KARAWANG – Perbedaan pendapat terjadi antara Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, terkait solusi banjir musiman di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang.
KDM menyatakan jika satu-satunya solusi banjir Karangligar adalah merelokasi atau memindahkan warga ke tempat yang lebih aman. Alasannya, karena posisi letak geografis Karangligar yang berada di area cekungan.
Sehingga upaya teknis penanganan banjir apapun dinilainya tidak akan membuahkan hasil, selama wilayah pemukiman Karangligar tetap berada di titik terendah.
Setelah warga direlokasi, wilayah Karangligar sendiri bisa dijadikan danau buatan penampung air, guna mengurangi beban aliran sungai di sekitar Karangligar yang selama ini dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Saya sampaikan kalau yang di cekungan Karangligar itu sampai kapan pun gak akan pernah selesai (banjir), karena itu cekungan. Maka tawaran yang terbaik adalah relokasi,” tutur KDM, dilansir dari AntaraNews.
Sementara Saan Mustopa berpendapat, solusi banjir Karangligar bisa dilakukan melalui upaya struktural yang bersifat jangka panjang. Yaitu lewat pembangunan infrastruktur pengendali banjir, serta normalisasi Sungai Cibe’et dan Citarum.
Saan menyebut, solusi relokasi tentu memiliki plus-minus yang membutuhkan transisi waktu cukup lama, mengingat warga Karangligar sudah tinggal di wilayah tersebut selama puluhan tahun.
“Sekarang kita lihat dulu apa yang telah dilakukan pemerintah pusat dan kabupaten. Kalau ini sudah selesai dan masih banjir, relokasi bisa dipertimbangkan. Tapi jika pengendali banjir selesai dan saat hujan tidak banjir, berarti kita sudah menyelesaikan akar masalahnya,” kata Saan Mustopa, dilansir dari tvberita.co.id.
Saan memastikan bahwa ia akan mengawal alokasi anggaran dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur penanganan banjir Karangligar yang ditarget rampung pertengahan 20026.
“Kita harus memikirkan akar masalahnya, sumber utamanya apa, tidak bisa penanganan instan, penanganan harus di sumber akar masalahnya,” kata Saan.
“Akar masalahnya adalah pertemuan Sungai Cibeet dan Citarum, ada backwater, dan itu yang sedang kita tangani. Jadi kita lihat nanti, setelah pengendali banjir Karangligar selesai, apakah musim hujan masih banjir atau tidak,” tandasnya, saat meninjau lokasi banjir Karangligar, Minggu (25/1/2026).***





