Rabu, Februari 11, 2026
spot_img

Masyarakat Arus Bawah Sarankan Sekda Subang Mundur

SUBANG – Polemik antara Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan Sekda Subang, Asep Nuroni masih jadi topik perbincangan hangat di kalangan masyarakat Kota Nanas.

Sebagian publik menilai jika ‘kemarahan’ KDM kepada Sekda Subang tersebut merupakan hal wajar, karena Sekda Subang dianggap lalai dalam menjalankan intruksi KDM untuk memantau aktivitas truk-truk tambang ilegal.

Tetapi sebagian publik lain juga menilai jika kemarahan KDM tersebut seharusnya tidak berimbas kepada masyarakat yang tidak tahu menahu duduk persoalannya.

Karena bagaimana tidak, kemarahan KDM tersebut berimbas kepada pembatalan rencana anggaran Rp 6 miliar pembangunan jembatan Cigebang-Subang yang sebelumnya sudah di ‘mapping’ Pemprov Jabar.

Berita Lainnya  Para Polwan Cantik Subang Berikan Trauma Healing kepada Anak-anak Korban Banjir Pamanukan

Meskipun Sekda Subang, Asep Nuroni sudah memastikan bahwa rencana pembangunan jembatan Cigebang tetap akan berjalan meski tanpa bantuan anggaran dari Pemprov Jabar, tetapi tetapi sebagian kalangan masyarakat arus bawah Subang tetap menilai, jika sikap ‘ngeyel’ Sekda Subang terhadap intruksi KDM tersebut merupakan tindakan yang salah.

Koordinator Arus Bawah Subang, Andi L Hakim atau yang akrab disapa Andi Gondrong menilai, jika keputusan KDM untuk turun langsung ke lapangan dalam memantau aktivitas truk-truk tambang ilegal merupakan signal kuat adanya masalah serius dalam tata kelola pemerintahan daerah Subang.

“Kalau sampai Gubernur harus turun sendiri, itu artinya ada yang tidak berjalan di level daerah. Ini bukan persoalan kecil, tapi soal kewibawaan pemerintahan dan kepatuhan terhadap instruksi pimpinan,” kata Andi Gondrong, dilansir dari TintaHijau.com.

Berita Lainnya  Normalisasi Sungai Tak Kunjung Dilakukan, Kang Rey Tagih Janji BBWS

Ia menilai, pembatalan pembangunan jembatan penghubung di wilayah Sagalaherang–Serangpanjang menjadi bukti nyata kekecewaan Pemprov Jawa Barat terhadap Pemkab Subang.

“Anggaran dicoret, jembatan dibatalkan. Itu pesan politik dan administratif yang sangat jelas. Ada kelalaian serius dalam pengawasan tambang dan lalu lintas angkutan berat,” katanya.

Lebih jauh, Andi menyebut posisi Sekda sebagai pejabat tertinggi ASN di daerah seharusnya menjadi garda terdepan dalam menindaklanjuti perintah gubernur dan mengoordinasikan seluruh perangkat daerah

Berita Lainnya  Pemkab Karawang Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Palestina

“Kalau tidak mampu menjalankan fungsi itu, ya harus berani bertanggung jawab. Mundur itu pilihan terhormat, demi menjaga kepercayaan publik dan kepentingan masyarakat Subang,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Sekda Subang belum memberikan tanggapan langsung terkait desakan mundur tersebut.

Sebelumnya, Sekda hanya menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tetap merupakan tanggung jawab pemerintah dan peristiwa ini harus menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan kepekaan terhadap persoalan lingkungan dan tambang ilegal.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Noel Sebut ‘Parpol Tiga Huruf’ Terlibat Kasus Pemerasan yang Menjeratnya

JAKARTA - Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel kini mengungkapkan bahwa partai politik (parpol) yang terlibat dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan...

Pemprov Jabar Akhiri Moratorium, 47 Izin Tambang Kembali Boleh Beroperasi

BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) melunak dengan mengakhiri moratorium 47 ijin usaha pertambangan (IUP). Meski demikian, wilayah yang dipimpin Dedi Mulyadi (KDM)...

Terdampak Proyek Jalan Tol, Pemkab Bekasi Pastikan Relokasi SDN 03 Ciledug

BEKASI -  Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan relokasi Sekolah Dasar Negeri 03 Ciledug Kecamatan Setu, yang terdampak Proyek Strategis Nasional pembangunan jalan tol telah memasuki...

Mediasi Buntu, Ormas GMPI Ancam Demo Kawasan Surya Cipta

KARAWANG - Mediasi Ormas Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI) dengan pihak pengelola Kawasan Surya Cipta berujung buntu. Mediasi yang hanya dihadiri oleh manajer security...

Tolak Trans Beken, Sopir Angkot di Kota Bekasi Gelar Demonstrasi

KOTA BEKASI - Menolak kehadiran Trans Beken yang baru saja diluncurkan, ratusan sopir angkutan kota (angkot) di Kota Bekasi - Jawa Barat menggelar aksi...

Peristiwa

Sopir Mengantuk, Artis Sinetron Diva Siregar Alami Kecelakaan di Tol Jagorawi

BOGOR - Sopir diduga mengantuk, artis sinetron Diva Siregar mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi di wilayah Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 17.00 WIB, pada Sabtu (7/2/2026). Mobil...

CAPTURE

Berita Pilihan

Pemerintahan

spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Pendidikan

- Advertisement -spot_img

INDEKS

HUKUM

KONTROVERSI