Jumat, September 25, 2026
Google search engine

Masyarakat Arus Bawah Sarankan Sekda Subang Mundur

SUBANG – Polemik antara Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan Sekda Subang, Asep Nuroni masih jadi topik perbincangan hangat di kalangan masyarakat Kota Nanas.

Sebagian publik menilai jika ‘kemarahan’ KDM kepada Sekda Subang tersebut merupakan hal wajar, karena Sekda Subang dianggap lalai dalam menjalankan intruksi KDM untuk memantau aktivitas truk-truk tambang ilegal.

Tetapi sebagian publik lain juga menilai jika kemarahan KDM tersebut seharusnya tidak berimbas kepada masyarakat yang tidak tahu menahu duduk persoalannya.

Karena bagaimana tidak, kemarahan KDM tersebut berimbas kepada pembatalan rencana anggaran Rp 6 miliar pembangunan jembatan Cigebang-Subang yang sebelumnya sudah di ‘mapping’ Pemprov Jabar.

Berita Lainnya  Pria ini Dilaporkan ke Polisi Setelah Mengaku Bertemu dengan Allah dan Rasulullah

Meskipun Sekda Subang, Asep Nuroni sudah memastikan bahwa rencana pembangunan jembatan Cigebang tetap akan berjalan meski tanpa bantuan anggaran dari Pemprov Jabar, tetapi tetapi sebagian kalangan masyarakat arus bawah Subang tetap menilai, jika sikap ‘ngeyel’ Sekda Subang terhadap intruksi KDM tersebut merupakan tindakan yang salah.

Koordinator Arus Bawah Subang, Andi L Hakim atau yang akrab disapa Andi Gondrong menilai, jika keputusan KDM untuk turun langsung ke lapangan dalam memantau aktivitas truk-truk tambang ilegal merupakan signal kuat adanya masalah serius dalam tata kelola pemerintahan daerah Subang.

“Kalau sampai Gubernur harus turun sendiri, itu artinya ada yang tidak berjalan di level daerah. Ini bukan persoalan kecil, tapi soal kewibawaan pemerintahan dan kepatuhan terhadap instruksi pimpinan,” kata Andi Gondrong, dilansir dari TintaHijau.com.

Berita Lainnya  19 Orang Diamankan KPK, Orang Kepercayaan Nusron Wahid Keruk Puluhan Miliar dari Berbagai Proyek

Ia menilai, pembatalan pembangunan jembatan penghubung di wilayah Sagalaherang–Serangpanjang menjadi bukti nyata kekecewaan Pemprov Jawa Barat terhadap Pemkab Subang.

“Anggaran dicoret, jembatan dibatalkan. Itu pesan politik dan administratif yang sangat jelas. Ada kelalaian serius dalam pengawasan tambang dan lalu lintas angkutan berat,” katanya.

Lebih jauh, Andi menyebut posisi Sekda sebagai pejabat tertinggi ASN di daerah seharusnya menjadi garda terdepan dalam menindaklanjuti perintah gubernur dan mengoordinasikan seluruh perangkat daerah

Berita Lainnya  Askun : "BTN Tak Perlu Kebakaran Jenggot, karena yang Diburu Kejaksaan Adalah Oknum yang Rugikan Negara"

“Kalau tidak mampu menjalankan fungsi itu, ya harus berani bertanggung jawab. Mundur itu pilihan terhormat, demi menjaga kepercayaan publik dan kepentingan masyarakat Subang,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Sekda Subang belum memberikan tanggapan langsung terkait desakan mundur tersebut.

Sebelumnya, Sekda hanya menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tetap merupakan tanggung jawab pemerintah dan peristiwa ini harus menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan kepekaan terhadap persoalan lingkungan dan tambang ilegal.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bupati Gowa Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Pengurusan PBG

Penyidik Kortas Tipidkor Polri menetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan perizinan lainnya...

Pria Berbaju Hitam Mengejek Pendemo, Julurkan Lidah ke Massa Aksi Hari Tani di Bengkulu

Seorang pria berbaju hitam viral karena menjulurkan lidah ke arah massa aksi saat demonstrasi Hari Tani Nasional di depan Kantor Gubernur Bengkulu pada Kamis,...

Kamar Kos Aktivis Mahasiswa di Bekasi Dibakar Orang Tak Dikenal

Kamar kos milik Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Bina Insani, Trio Syah Putra Lase, di kawasan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, diduga dibakar oleh orang tak...

Viral Karyawan Minimarket Menangis Emosional Saat Memergoki 2 Emak-emak Mengambil Barang Tanpa Membayar

Pegawai Indomaret di OKU Selatan menangis emosional karena sering harus menombok atau mengganti barang yang hilang akibat pencurian saat memergoki dua emak-emak atau ibu-ibu...

Akibat Kepsek Tampar Siswa, Sejumlah Wali Murid dan Siswa Gelar Protes di SMPN 18 Kota Malang

Aksi protes oleh ratusan siswa dan wali murid terjadi di SMPN 18 Kota Malang pada Jumat, 25 September 2026 pagi. Aksi demonstrasi ini dipicu oleh...

Hukum

Bupati Gowa Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Pengurusan PBG

Penyidik Kortas Tipidkor Polri menetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan perizinan lainnya...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan