Senin, April 6, 2026
spot_img

100 Siswa di Depok Bersiap Dikirim ke Barak Militer

Sebanyak 100 siswa peserta program Pembinaan Karakter dan Bela Negara dari sejumlah sekolah di Kota Depok dikumpulkan di halaman Balai Kota Depok, Sabtu (31/5/2025) pagi.

Para siswa hendak diberangkatkan menuju lokasi pembinaan karakter di barak militer Kostrad 1 Cilodong Depok.

Pantauan Kompas.com, ada 75 siswa laki-laki dan 25 murid perempuan. Mereka menggunakan atasan kemeja putih, celana panjang hitam, dan sepatu dominan hitam.

Para siswa mengikuti arahan panitia dengan tertib baris berbaris. Di lokasi tersebut, tampak pula orangtua siswa yang menyaksikan jalannya acara. Beberapa mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka.

Berita Lainnya  Sering Terjadi Kriminalisasi Tenaga Pendidik, Kabupaten Bekasi Inisiasi Bentuk Perda Perlingungan Guru

Menurut informasi dari panitia, para peserta akan diberangkatkan ke barak milik setelah mendapatkan pengarahan dari Wali Kota Depok Supian Suri. Arahan tersebut sekaligus menjadi simbol pelepasan kegiatan pembinaan karakter dan bela negara.

“Kami masih menunggu Pak Wali Kota datang dulu, nanti ada pengarahan singkat sebelum pemberangkatan,” ujar salah satu petugas dari kejauhan.

Sejumlah siswa mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. Namun, ada juga yang terlihat gugup karena baru pertama kali jauh dari rumah.

Berita Lainnya  Bupati Aep Lantik Ratusan Kepsek, Tegaskan Program Beasiswa 'Karawang Cerdas' Berlanjut

“Sempat deg-degan, tapi enggak apa-apa, biar bisa disiplin, biar bisa lebih baik,” ujar Irga (14), salah satu peserta dari SMP 25 Depok.

Seperti diketahui, Pemkot Depok melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar program Pembinaan Karakter dan Bela Negara untuk remaja berusia 13 hingga 15 tahun di “barak militer”.

Kegiatan ini bertujuan membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki semangat nasionalisme, selaras dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Rencananya, kegiatan ini akan berlangsung selama sepuluh hari.***

Berita Lainnya  SMK IDN Bogor Laporkan Keputusan Dedi Mulyadi ke Kemendagri dan Ombudsman

 

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KDM akan Tindak Pungli ‘Nembak KTP’ Rp 700 Ribu hingga Tarif Ilegal Jembatan Cirahong

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi segera menindaklanjuti dugaan pungutan liar yang terjadi pada seorang warga Kabupaten Bandung Barat saat akan membayar pajak...

SMK IDN Bogor Laporkan Keputusan Dedi Mulyadi ke Kemendagri dan Ombudsman

JAKARTA - Polemik pencabutan izin operasional SMK Islamic Development Network (IDN) Boarding School Jonggol, Bogor makin berlarut-larut. Setelah pihak kuasa hukum SMK IDN banding...

Polisi Buru Para Preman Kampung yang Aniaya Pemilik Hajatan hingga Tewas

PURWAKARTA - Polres Purwakarta terus melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan pengeroyokan terhadap Dadang, warga Desa Kertamukti Kecamatan Campaka, yang tewas usai dikeroyok oleh sejumlah...

72 Siswa di Jakarta Timur Keracunan MBG

JAKARTA - Puluhan siswa dari empat sekolah harus menjalani perawatan intensif karena dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur. Hal...

Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok Preman Kampung

PURWAKARTA - Pesta pernikahan berujung maut di Purwakarta, Jawa Barat. Pemilik hajat, Dadang, tewas usai diduga dikeroyok sekelompok pemuda diduga sebagai preman kampung. Aksi penganiayaan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan