Minggu, Maret 29, 2026
spot_img

Viral WNA Mabuk Mengamuk, Pukul Pekerja, Sandera Anak hingga Mandi Minyak Goreng

Suasana siang di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, mendadak berubah mencekam pada Senin (21/4/2025) lalu.

Seorang pria warga negara asing (WNA) asal Ghana mengamuk tanpa kendali dengan memukul pekerja yang sedang mengecat hingga menyandera anak sendiri.

Awal kekacauan, pemukulan tanpa alasan Insiden bermula saat seorang petugas tengah mengecat di salah satu lantai apartemen pada pukul 14.00 WIB.

Tanpa alasan yang jelas, WNA tersebut tiba-tiba memukul sang pekerja menggunakan tongkat besi.

“Hari ini tadi, ada petugas cat sedang bekerja di lantai tersebut. Entah kenapa, ia memukul petugas dengan tongkat besi,” tutur Hilman Luthfi (31), saksi mata yang juga merupakan warga Kalibata City, kepada Kompas.com.

Berita Lainnya  Tangan Tak Diborgol, Gus Yaqut Kembali Jadi Tahanan Rutan

Anak Dijadikan Tameng

Tak lama setelah insiden pemukulan, pihak pengelola apartemen, petugas kepolisian, dan Imigrasi langsung bergerak ke lokasi.

Namun, respons pelaku justru semakin membahayakan: ia menyandera anaknya sendiri sambil mengacungkan pisau, diduga untuk menghalangi penangkapan.

“Di sini kondisi semakin parah karena ada situasi penyanderaan. Diduga ia menyandera anaknya sendiri dengan todongan pisau agar menjadi tameng ia lari ke mobilnya,” kata Hilman.

Pelariannya tak berhenti di sana. Saat dikejar petugas, pelaku melarikan diri menuju sebuah supermarket di Kalibata City Square.

Berita Lainnya  Jaksa KPK Beberkan Sejumlah Nama yang Diduga Terima Duit dari Sarjan

Di sinilah amukannya mencapai puncak. Ia melepaskan bajunya, menyisakan hanya celana, lalu menyiramkan minyak ke tubuhnya sebelum merusak etalase.

“Anehnya ia sudah berlumuran minyak dan tanpa busana. Di sana, ia mengamuk lagi. Banyak etalase pecah dan rusak,” kata Hilman.

Dua korban luka, pelaku diduga mabuk Hilman menyebut, akibat kekacauan itu, dua orang mengalami luka, satu di bagian muka dan satu lagi di kaki.

Sementara itu, Kapolsek Pancoran Kompol Mansur menyampaikan, pelaku diduga berada dalam pengaruh alkohol dan berusaha menghindar dari penangkapan dengan melumuri tubuhnya menggunakan minyak goreng.

Berita Lainnya  Bupati Rejang Lebong Minta 'Fee Proyek' untuk Kebutuhan Lebaran

“Mau kita amankan dia kabur. Setelah dia kabur, kita kejar. Kita kejar dia mandi minyak supaya badannya licin,” ujar Mansur.

Mansur menambahkan, latar belakang pelaku mengamuk diduga bermula dari cekcok rumah tangga.

Sumber : Kompas

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kapolda Jabar Cek Kesiapan Arus Balik di Rest Area Tol Cipali

SUBANG – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Rudi Setiawan melakukan pengecekan langsung kesiapan arus balik Idul Fitri 1447 H/2026 M di sejumlah rest area...

3 Pelaku Curanmor di Kota Bekasi Ditangkap, Beraksi di 4 TKP

KOTA BEKASI - Polisi mengungkap sindikat pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat. Tiga orang pelaku ditangkap dalam pengungkapan itu. "Pelaku ini ada...

Truk Boks Tabrak Warung di Cipeundeuy Subang, 1 Orang Tewas

SUBANG - Sebuah truk boks pengangkut telur dengan nomor plat BE 8270 RU menabrak warung di pinggir Jalan Raya Lengkong, Kampung Cijoged, Desa Lengkong,...

Viral Guru Ngaji Diamuk Massa karena Selingkuh dengan Istri Orang

KARAWANG - Sebuah video viral beredar di media sosial yang memperlihatkan seorang warga Kecamatan Tirtajaya sedang berusaha diamankan anggota kepolisian dan anggota TNI, karena...

Sanksi Tegas PT. Pindo Deli 4, LMP Mada Jabar Ancam Geruduk DLHK

KARAWANG - Adanya temuan dugaan pembuangan limbah PT. Pindo Deli 4 ke aliran sungai di Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Laskar Merah Putih...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan