Rabu, Februari 11, 2026
spot_img

Viral Wali Kota Bekasi Diacungkan Golok oleh Pria Botak

KOTA BEKASI – Peristiwa tak terduga dialami Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. Ia ditodong atau diacungkan senjata tajam jenis golok oleh seorang pedagang es kelapa saat menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Perumahan Duta Harapan, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Minggu (8/2/2026).

Pria botak berbadan gemuk itu diketahui bernama Barmizon (60). Ia diduga menolak ditertibkan dan mengamuk dengan membawa golok.

Dalam rekaman video yang beredar di Instagram @infobekasiutara, pria berbaju merah itu mulanya adu mulut dengansejumlah petugas dan pejabat.

Pria tersebut juga sempat melontarkan kata-kata kasar. Tak lama pelaku masuk ke lapaknya lalu keluar lagi sambil membawa golok dan menodongkannya ke para petugas dan pejabat.

“Awas Pak Wali, awas Pak Wali. Amankan itu, senjata tajam itu,” seru pria yang merekam video.

Berita Lainnya  Diganjar Penghargaan UHC Awards, Aep - Maslani Bakal Bagikan Seragam Sekolah dan LKS Gratis

Situasi berhasil dikendalikan setelah dilakukan pendekatan persuasif dan negosiasi, sehingga tidak menimbulkan korban.

Dengan membawa sajam jenis golok, pelaku mengamuk dan menolak lapaknya ditertibkan.

Menanggapi kejadian tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa pemerintah harus tetap tenang dan tidak bersikap represif dalam menghadapi situasi di lapangan.

“Dalam menghadapi situasional itu kan harus dengan tenang. Kita sebagai aparatur bukan represif, karena itu warga kita, saudara kita,” ujar Tri saat ditemui Kompas.com di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (9/2/2026).

Menurut Tri, pendekatan yang dilakukan harus bersifat persuasif dan mengedepankan penyadaran kepada masyarakat sehingga tidak menimbulkan kegaduhan.

“Yang perlu adalah kita elus, kita sadarkan bahwa ada satu proses yang memang tidak baik. Saya melihat memang ada degradasi moral hari ini. Masyarakat mudah tersulut emosi, mudah mengeluarkan kata-kata kotor. Justru saya mengingatkan aparatur untuk tidak terpancing,” katanya.

Berita Lainnya  Survei Indikator Politik, 79,9% Puas dengan Kinerja Prabowo

Ia juga menekankan bahwa kegiatan penertiban tidak dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan bertahap dan disertai edukasi kepada masyarakat.

“Program pemerintah tidak akan pernah berhasil kalau masyarakat tidak ikut serta. Termasuk yang hari ini kami fokuskan, seperti penanganan sampah. Ini juga menjadi catatan dari Bapak Presiden,” kata Tri.

Pascakejadian, lapak pedagang es kelapa yang sebelumnya berada di tepi jalan mulai digeser ke area yang tidak mengganggu badan jalan.

Sementara itu, pelaku sempat diamankan petugas bersama barang bukti sebilah senjata tajam di Polsek Bekasi Utara.

Pelaku Minta Maaf

Sementara dilansir dari RadarBekasi.id, Barmizon (60), meminta maaf kepada Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, dan Dandim 0507/Bekasi Kolonel Arm Krisrantau Hermawan.

Berita Lainnya  Pelaku Curanmor Tewas Dihakimi Massa, 8 Warga Diamankan Polisi

Permintaan maaf disampaikannya usai aksinya mengacungkan golok ke Wali Kota Bekasi dan rombongan saat kegiatan penertiban sampah visual dan pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Minggu (8/2).

“Saya Barmizon (60) mohon maaf kepada bapak Kapolres, Wali Kota, Dandim, dan jajarannya, dari kejadian tadi pagi di warung es kelapa saya atas kesalahpahaman dan emosi saya saat penertiban spanduk,” ujar Barmizon.

Permintaan maaf disampaikannya saat diamankan di Mapolsek Bekasi Utara. Ia berjanji tak akan mengulangi lagi.

“Mohon dimaafkan dana saya tidak akan mengulangi lagi,” ujarnya. (Dari Berbagai Sumber***)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Noel Sebut ‘Parpol Tiga Huruf’ Terlibat Kasus Pemerasan yang Menjeratnya

JAKARTA - Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel kini mengungkapkan bahwa partai politik (parpol) yang terlibat dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan...

Pemprov Jabar Akhiri Moratorium, 47 Izin Tambang Kembali Boleh Beroperasi

BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) melunak dengan mengakhiri moratorium 47 ijin usaha pertambangan (IUP). Meski demikian, wilayah yang dipimpin Dedi Mulyadi (KDM)...

Terdampak Proyek Jalan Tol, Pemkab Bekasi Pastikan Relokasi SDN 03 Ciledug

BEKASI -  Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan relokasi Sekolah Dasar Negeri 03 Ciledug Kecamatan Setu, yang terdampak Proyek Strategis Nasional pembangunan jalan tol telah memasuki...

Mediasi Buntu, Ormas GMPI Ancam Demo Kawasan Surya Cipta

KARAWANG - Mediasi Ormas Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI) dengan pihak pengelola Kawasan Surya Cipta berujung buntu. Mediasi yang hanya dihadiri oleh manajer security...

Tolak Trans Beken, Sopir Angkot di Kota Bekasi Gelar Demonstrasi

KOTA BEKASI - Menolak kehadiran Trans Beken yang baru saja diluncurkan, ratusan sopir angkutan kota (angkot) di Kota Bekasi - Jawa Barat menggelar aksi...

Peristiwa

Sopir Mengantuk, Artis Sinetron Diva Siregar Alami Kecelakaan di Tol Jagorawi

BOGOR - Sopir diduga mengantuk, artis sinetron Diva Siregar mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi di wilayah Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 17.00 WIB, pada Sabtu (7/2/2026). Mobil...

CAPTURE

Berita Pilihan

Pemerintahan

spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Pendidikan

- Advertisement -spot_img

INDEKS

HUKUM

KONTROVERSI