Rabu, September 16, 2026
spot_img

Siswa yang Minum Pembersih Lantai Diangkat Jadi Anak Asuh Dedi Mulyadi

Kabar memprihatinkan kembali terjadi di dunia pendidikan di Jawa Barat. Kali ini terjadi di Kota Cirebon. Yaitu dimana seorang siswa MTs meminum cairan pembersih lantai karena mengalami depresi.

Siswi MMH (17), akhirnya dilarikan ke rumah sakit karena mengalami keracunan setelah meminum pembersih lantai. MMS mengalami depresi, karena orang tuanya tidak mampu lagi untuk menyekolahkan anaknya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan, siswa lulusan MTs ini meneruskan ke SMA Tengah Tani Kota Cirebon. Ketidakmampuan orang tua untuk membelikan seragam sekolah, akhirnya MMS masih menggunakan seragam bekas Tsanawiyah, hanya bet seragamnya yang diganti SMA.

Berita Lainnya  Diduga Penyusup, Seorang Pria Membawa Golok Diamuk Massa

Kemudian, MMS hanya bisa bersekolah satu semester. Ketika meminta kepada orang tua untuk meneruskan sekolah, orang tua berkeberatan karena faktor ekonomi.

Pihak sekolah memang sudah menggratiskan biaya sekolah, tetapi orang tua MMS tidak mampu lagi untuk membeli seragam, buku dan kebutuhan sekolah lainnya.

“Saya sudah nyuruh ajudan saya untuk bertemu orangtuanya dan si anak yang mengalami keracunan pembersih lantai,” kata Dedi Mulyadi.

“Pertama, seluruh biaya rumah sakitnya sudah saya selesaikan. Kedua, mulai besok anak itu menjadi anak asuh saya dan berhak untuk masuk sekolah di sekolah negeri,” timpal Dedi Mulyadi.

Berita Lainnya  Kasus Penganiayaan, Nyumarno Ajukan Tahanan Kota

Ditegaskan KDM, ia akan bertanggungjawab atas biaya pendidikan siswi MMS sampai tingkat SMA. Jika siswinya pintar, maka akan lanjut sekolah ke perguruan tinggi.

“Saya bertanggungjawab atas pendidikannya sampai lulus SMA. Kalau dia punya kemampuan, pinter bisa langsung melanjutkan ke perguruan tinggi,” katanya.

Atas kejadian ini, KDM berharap agar hal serupa tidak lagi menimpa siswa yang berasal dari keluarga miskin di Jawa Barat. Oleh karenanya, KDM mengajak semua pihak untuk bergotong-royong, agar anak-anak di Jawa Barat terus bisa bersekolah.

Berita Lainnya  Dugaan Upaya Makar, Ketum Projo Budi Arie Setiadi Dipolisikan

“Itulah langkah-langkah yang diambil dalam peristiwa tersebut. Semoga tidak terjadi lagi kepada siapapun dan menimpa siapapun,”

“Mari anak-anak kita sekolah minimal sampai SMA. Mari kita bergotong royong secara bersama-sama, agar orang yang miskin tetap bisa bersekolah,” tutup KDM.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Berawal dari ‘Heureuy’, Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan Siswi PKL, Berakhir Dijemput Polisi

SUKABUMI - Seorang oknum pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP yang diduga melakukan pelecehan terhadap siswi Praktik Kerja Lapangan (PKL) telah dijemput...

Tegas! Pemprov Jabar Tutup Aktivitas Pertambangan PT. MPB di Karawang Selatan

KARAWANG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menutup aktivitas pertambangan PT. Mas Putih Belitung  (anak perusahaan PT. Jui Shin Indonesia), yang tidak mematuhi ketentuan...

Singgung Soal ‘Ideologi Politik’, Kepala BGN Malah Salahkan Guru, Orang Tua Siswa, Wartawan hingga LSM yang ‘Ngeramein’ Keracunan MBG

JAKARTA - Meski total korban keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mencapai hampir 50 ribu orang yang tersebar di 36 provinsi di Indonesia,...

KDM Nyatakan Tidak Ada Pelecehan di Kasus Wabup Sumedang dengan Sekprinya, Netizen Tak Percaya : “Ekspresi Tidak Bisa Berbohong”

BANDUNG - Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Wakil Bupati Sumedang, Muhammad Fajar Aldila terhadap sekretaris pribadinya berinisial RY dinyatakan 'clear' oleh Gubernur Jawa...

Disuruh Beli Mi Goreng Malah Mi Kuah, Prajurit TNI AU Meninggal Dianiaya Senior

JAKARTA - Serda Ahmad Muzammul Farisa (AMF), prajurit TNI AU di Magetan, Jawa Timur (Jatim), meninggal secara tak wajar setelah diduga dianiaya seniornya di...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan