Jumat, September 25, 2026
Google search engine

Siswa yang Minum Pembersih Lantai Diangkat Jadi Anak Asuh Dedi Mulyadi

Kabar memprihatinkan kembali terjadi di dunia pendidikan di Jawa Barat. Kali ini terjadi di Kota Cirebon. Yaitu dimana seorang siswa MTs meminum cairan pembersih lantai karena mengalami depresi.

Siswi MMH (17), akhirnya dilarikan ke rumah sakit karena mengalami keracunan setelah meminum pembersih lantai. MMS mengalami depresi, karena orang tuanya tidak mampu lagi untuk menyekolahkan anaknya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan, siswa lulusan MTs ini meneruskan ke SMA Tengah Tani Kota Cirebon. Ketidakmampuan orang tua untuk membelikan seragam sekolah, akhirnya MMS masih menggunakan seragam bekas Tsanawiyah, hanya bet seragamnya yang diganti SMA.

Berita Lainnya  Dugaan Korupsi Rekrutmen Tenaga Honorer, Sekda Lampung Tengah Resmi Ditahan

Kemudian, MMS hanya bisa bersekolah satu semester. Ketika meminta kepada orang tua untuk meneruskan sekolah, orang tua berkeberatan karena faktor ekonomi.

Pihak sekolah memang sudah menggratiskan biaya sekolah, tetapi orang tua MMS tidak mampu lagi untuk membeli seragam, buku dan kebutuhan sekolah lainnya.

“Saya sudah nyuruh ajudan saya untuk bertemu orangtuanya dan si anak yang mengalami keracunan pembersih lantai,” kata Dedi Mulyadi.

“Pertama, seluruh biaya rumah sakitnya sudah saya selesaikan. Kedua, mulai besok anak itu menjadi anak asuh saya dan berhak untuk masuk sekolah di sekolah negeri,” timpal Dedi Mulyadi.

Berita Lainnya  FC Seoul Vs Persib 0-1, Gol Tunggal Julio Cesar Bawa Maung Bandung Curi Tiga Poin

Ditegaskan KDM, ia akan bertanggungjawab atas biaya pendidikan siswi MMS sampai tingkat SMA. Jika siswinya pintar, maka akan lanjut sekolah ke perguruan tinggi.

“Saya bertanggungjawab atas pendidikannya sampai lulus SMA. Kalau dia punya kemampuan, pinter bisa langsung melanjutkan ke perguruan tinggi,” katanya.

Atas kejadian ini, KDM berharap agar hal serupa tidak lagi menimpa siswa yang berasal dari keluarga miskin di Jawa Barat. Oleh karenanya, KDM mengajak semua pihak untuk bergotong-royong, agar anak-anak di Jawa Barat terus bisa bersekolah.

Berita Lainnya  Menko Zulhas Akui MBG Gagal: Anggaran Besar, Dua Tahun Berjalan, Banyak Masalah!

“Itulah langkah-langkah yang diambil dalam peristiwa tersebut. Semoga tidak terjadi lagi kepada siapapun dan menimpa siapapun,”

“Mari anak-anak kita sekolah minimal sampai SMA. Mari kita bergotong royong secara bersama-sama, agar orang yang miskin tetap bisa bersekolah,” tutup KDM.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Pria Berbaju Hitam Mengejek Pendemo, Julurkan Lidah ke Massa Aksi Hari Tani di Bengkulu

Seorang pria berbaju hitam viral karena menjulurkan lidah ke arah massa aksi saat demonstrasi Hari Tani Nasional di depan Kantor Gubernur Bengkulu pada Kamis,...

Kamar Kos Aktivis Mahasiswa di Bekasi Dibakar Orang Tak Dikenal

Kamar kos milik Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Bina Insani, Trio Syah Putra Lase, di kawasan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, diduga dibakar oleh orang tak...

Viral Karyawan Minimarket Menangis Emosional Saat Memergoki 2 Emak-emak Mengambil Barang Tanpa Membayar

Pegawai Indomaret di OKU Selatan menangis emosional karena sering harus menombok atau mengganti barang yang hilang akibat pencurian saat memergoki dua emak-emak atau ibu-ibu...

Akibat Kepsek Tampar Siswa, Sejumlah Wali Murid dan Siswa Gelar Protes di SMPN 18 Kota Malang

Aksi protes oleh ratusan siswa dan wali murid terjadi di SMPN 18 Kota Malang pada Jumat, 25 September 2026 pagi. Aksi demonstrasi ini dipicu oleh...

Menimipas dan Bappisus Sidak Lapas Cibinong, Sejumlah Fasilitas Mewah Sudah Dikosongkan

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto bersama Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Lapas...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan