Kamis, Februari 12, 2026
spot_img

PT. Chang Sin Didemo Emak-emak, Bupati Sampai Turun Tangan, ‘Malu-maluin Deh’

KARAWANG – Bukan karena persoalan PHK sepihak, CSR yang tidak tepat sasaran atau persoalan industrial lainya. Tiba-tiba saja PT. Chang Sin Indonesia didemo warga sekitar yang mayoritas dari kaum emak-emak.

Puluhan warga ini mendemo PT. Chang Sin yang beralamat di Desa Gintungkerta Kecamatan Klari yang telah menutup gerbang pintu belakang perusahaan.

Alasan demonya cukup sederhana dan rasional. Yaitu dimana perekonomian warga menjadi lumpuh, semenjak gerbang pintu belakang PT. Chang Sin ditutup. Karena selama ini warga memang mengandalkan mata pencaharian mereka dengan cara berdagang di sekitar perusahaan.

Terlebih, mayoritas karyawan perusahaan juga setuju jika gerbang pintu belakang PT. Chang Sin dibuka kembali. Karena kalau harus lewat gerbang depan, para karyawan harus memutar cukup jauh.

Mendengar kabar demo warga di PT. Chang Sin ini, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh langsung turun tangan. Bahkan bukan hanya bupati, di lokasi juga terlihat unsur Muspida lain seperti Kapolres, Dandim 0604, ketua DPRD, Sekda, bahkan sampai sejumlah kepala OPD. Malu-maluin gak tuh kira-kira?.

Di lokasi, para pendemo berteriak kepada bupati untuk dibantu solusi persoalannya, agar perusahaan kembali membuka gerbang pintu belakang PT. Chang Sin.

Sementara PT. Chang Sin beralasan penutupan gerbang pintu belakang tersebut karena manajemen menerima gugatan dari salah satu pengusaha yang memiliki lahan di sekitar pintu gerbang belakang PT. Chang Sin. Alasannya, aktivitas di pintu gerbang belakang PT. Chang Sin menyebabkan kemacetan.

Namun demikian Bupati Aep berpandangan lain, bahwa akses pintu belakang merupakan jalan umum, dan diperuntukkan bagi masyarakat luas. Untuk itu, Pemkab menyarankan agar manajemen kembali membuka pintu gerbang belakang.

“Saya sudah sampaikan kepada jajaran manajemen untuk segera membuka pintu gerbang belakang. Nanti Pemkab akan membantu karena ini adalah jalan umum, selain itu agar aktivitas perekonomian tidak hilang,” kata bupati.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Polres Subang Ungkap Kasus Pemerasan Modus ‘Polisi Gadungan’

SUBANG - Sindikat kasus pemerasan dengan bermodus polisi gadungan berhasil diungkap Polres Subang. Tiga pelaku ditangkap setelah terbukti melakukan aksi pemerasan dengan mengaku sebagai...

Irit Bicara, Lurah Jujun Bantah Beri Informasi Keliru ke KDM

KARAWANG - Kepala Desa (Kades) Wadas, Kecamatan Telukjambe Barat, Junaedi (Lurah Jujun) terkesan irit bicara, saat dikonfirmasi mengenai pernyataanya di video viral yang menyatakan...

Noel Sebut ‘Parpol Tiga Huruf’ Terlibat Kasus Pemerasan yang Menjeratnya

JAKARTA - Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel kini mengungkapkan bahwa partai politik (parpol) yang terlibat dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan...

Pemprov Jabar Akhiri Moratorium, 47 Izin Tambang Kembali Boleh Beroperasi

BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) melunak dengan mengakhiri moratorium 47 ijin usaha pertambangan (IUP). Meski demikian, wilayah yang dipimpin Dedi Mulyadi (KDM)...

Terdampak Proyek Jalan Tol, Pemkab Bekasi Pastikan Relokasi SDN 03 Ciledug

BEKASI -  Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan relokasi Sekolah Dasar Negeri 03 Ciledug Kecamatan Setu, yang terdampak Proyek Strategis Nasional pembangunan jalan tol telah memasuki...

Peristiwa

Sopir Mengantuk, Artis Sinetron Diva Siregar Alami Kecelakaan di Tol Jagorawi

BOGOR - Sopir diduga mengantuk, artis sinetron Diva Siregar mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi di wilayah Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 17.00 WIB, pada Sabtu (7/2/2026). Mobil...

CAPTURE

Berita Pilihan

Pemerintahan

spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Pendidikan

- Advertisement -spot_img

INDEKS

HUKUM

KONTROVERSI